Cara Peram Buah Durian agar Cepat Matang, Manis, dan Dagingnya Lembut

Cara peram buah durian yang masih keras agar matang alami. Kenali waktu pemeraman, tanda kematangan, dan cara menyimpan durian dengan benar.

Ibrahim Hasan
Oleh Ibrahim Hasan- Reporter
Cara Peram Buah Durian agar Cepat Matang, Manis, dan Dagingnya Lembut
Cara Peram Buah Durian (AI Generated)

Durian yang baru dibeli terkadang masih keras, aromanya belum kuat, dan daging buahnya belum terasa manis. Kondisi tersebut dapat terjadi karena buah dipetik sebelum mencapai kematangan penuh, tetapi durian yang cukup tua masih bisa diperam hingga matang setelah panen.

Cara peram buah durian perlu disesuaikan dengan tingkat kematangan buah saat dipetik. Menurut Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian Kementerian Pertanian dalam artikel Asiknya Panen Durian (2022), kematangan durian dapat dikenali melalui perubahan warna garis di antara duri, kondisi tangkai, suara ketika diketuk, dan aroma khasnya.

Informasi dari University of California, Davis, melalui Durian yang ditulis Adel A. Kader, juga menjelaskan bahwa durian yang sudah matang secara fisiologis tetapi belum matang penuh dapat diperam selama sekitar empat hingga enam hari setelah panen. Waktunya dapat berbeda menurut varietas dan tingkat kematangan awal buah. Berikut cara peram buah durian dirangkum dari berbagai sumber, Jumat (23/10/2026).

 

 

1. Pilih Durian yang Sudah Cukup Tua

Cara Peram Buah Durian
Cara Peram Buah Durian (AI Generated)

Langkah pertama adalah memastikan buah sudah cukup tua ketika dipanen atau dibeli. Durian yang dipetik terlalu muda biasanya tidak dapat menghasilkan rasa manis, aroma, dan tekstur yang sama dengan buah yang mencapai kematangan panen.

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian Kementerian Pertanian menjelaskan bahwa umur panen durian umumnya berkisar 95–140 hari setelah bunga mekar, bergantung pada varietas. Buah yang cukup tua juga memperlihatkan perubahan pada tangkai, warna garis di antara duri, dan aroma.

Perhatikan kondisi kulit ketika memilih durian. Hindari buah yang memiliki banyak bagian busuk, luka dalam, bercak mencurigakan, atau mengeluarkan cairan dari sela kulitnya.

Penelitian Kalayanamitra, Sornsrivichai, dan Yantarasri dalam Model for Evaluation of Maturity Index of Durian Fruit (Durio zibethinus Murray ‘Monthong’) (2005) menunjukkan bahwa tingkat kematangan saat panen berkaitan dengan mutu daging buah setelah matang. Artinya, pemeraman bukan cara untuk memperbaiki seluruh kekurangan buah yang sejak awal dipetik terlalu muda.

2. Simpan Durian pada Suhu Ruang

Cara Peram Buah Durian
Cara Peram Buah Durian (AI Generated)

Letakkan durian di tempat yang kering, teduh, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Gunakan keranjang, rak, atau alas bersih agar buah tidak langsung bersentuhan dengan lantai yang lembap.

Hindari menjemur durian di bawah sinar matahari langsung dengan harapan buah lebih cepat matang. Panas berlebihan dapat meningkatkan risiko kerusakan, terutama jika kulit buah sudah terluka atau kondisinya tidak lagi segar.

Durian yang belum matang sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke dalam kulkas rumah tangga. Suhu dingin dapat mengganggu proses pematangan normal, sedangkan University of California, Davis, mencatat bahwa penyimpanan durian pada suhu terlalu rendah dapat menyebabkan perubahan warna kulit dan kegagalan pematangan.

Susun durian dengan jarak yang cukup agar udara dapat mengalir di sekelilingnya. Apabila memeram beberapa buah sekaligus, pisahkan buah yang mengalami luka, mengeluarkan cairan, atau memperlihatkan tanda pembusukan dari durian lainnya.

3. Periksa Kematangan Setiap Hari

Cara Peram Buah Durian
Cara Peram Buah Durian (AI Generated)

Durian tidak selalu matang dalam waktu yang sama, meskipun diperam di tempat yang serupa. Tingkat kematangan saat panen, varietas, dan kondisi penyimpanan dapat memengaruhi kecepatan proses tersebut.

University of California, Davis, menyebutkan bahwa durian yang dipanen ketika sudah cukup matang dapat mencapai kematangan dalam sekitar empat hingga enam hari. Penelitian Palapol dan rekan-rekan berjudul Expression of expansin genes in the pulp and the dehiscence zone of ripening durian (Durio zibethinus) fruit (2015) juga menunjukkan bahwa daging buah melunak selama penyimpanan setelah panen.

Periksa kondisi buah sekurang-kurangnya sekali sehari. Amati perubahan aroma, garis pada kulit, serta munculnya celah alami di antara bagian kulit, tanpa memaksa durian dibuka sebelum waktunya.

Jangan berpatokan hanya pada jumlah hari pemeraman. Jika aroma khas semakin jelas dan kulit mulai membuka secara alami, periksa buah untuk memastikan dagingnya sudah siap dikonsumsi dan tidak mengalami pembusukan.

4. Gunakan Buah Matang sebagai Pendamping jika Diperlukan

Cara Peram Buah Durian
Cara Peram Buah Durian (AI Generated)

Buah yang matang, seperti pisang, menghasilkan gas etilen yang berperan dalam pematangan sejumlah jenis buah. University of California, Davis, menjelaskan bahwa pemberian etilen dapat mempercepat pematangan durian yang sudah cukup tua, tetapi belum matang penuh.

Untuk percobaan di rumah, letakkan pisang matang di dekat durian dalam tempat penyimpanan yang bersih dan memiliki ventilasi. Metode ini tidak menjamin durian matang lebih cepat karena hasilnya tetap dipengaruhi tingkat kematangan awal dan varietas.

Hindari menutup durian bersama pisang di dalam kantong plastik yang rapat. Kondisi lembap dengan sirkulasi udara terbatas dapat mendukung pertumbuhan jamur, terutama jika kulit buah memiliki luka.

Perlu diingat, pisang matang tidak dapat menyulap durian yang dipanen terlalu muda menjadi buah yang manis sempurna. Pemeraman tetap bergantung pada kematangan fisiologis durian sebelum dipetik.

5. Hindari Memanaskan Durian untuk Mempercepat Pemeraman

Cara Peram Buah Durian
Cara Peram Buah Durian (AI Generated)

Sebagian orang mungkin mencoba meletakkan durian di dekat kompor, di bawah terik matahari, atau di tempat yang sangat panas agar cepat matang. Cara tersebut tidak disarankan karena pemanasan tidak menjamin daging durian matang merata.

Durian mengalami perubahan biologis setelah panen, termasuk peningkatan aktivitas pematangan dan pelunakan daging buah. Penelitian Palapol dan rekan-rekan (2015) menunjukkan bahwa proses pelunakan tersebut berkaitan dengan perubahan pada jaringan buah dan dipengaruhi etilen.

Jangan memasukkan durian utuh ke dalam oven, penanak nasi, atau alat pemanas lain untuk mempercepat pematangan. Panas buatan dapat mengubah kondisi kulit dan daging buah tanpa menghasilkan tingkat kematangan alami yang diharapkan.

Hindari pula menggunakan bahan kimia atau cairan yang tidak ditujukan untuk pematangan buah. Metode paling aman untuk kebutuhan rumah tangga adalah menyimpan durian yang cukup tua di tempat teduh, lalu memantau perubahan kondisinya.

6. Kenali Tanda Durian Sudah Matang

Cara Peram Buah Durian
Cara Peram Buah Durian (AI Generated)

Aroma merupakan salah satu petunjuk yang dapat digunakan untuk memeriksa kematangan durian. Buah yang mulai matang umumnya mengeluarkan aroma khas yang lebih kuat, meskipun tingkat intensitasnya dapat berbeda menurut varietas.

Perhatikan pula celah alami pada kulit durian. Beberapa durian akan mulai membuka sepanjang garis pembelah kulit ketika matang, tetapi tanda tersebut tidak selalu muncul dengan waktu yang sama pada semua varietas.

Tangkai, warna kulit, dan kondisi duri juga dapat memberikan petunjuk tambahan. Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian Kementerian Pertanian mencatat bahwa garis di antara duri dapat berubah menjadi lebih gelap, sedangkan buku tangkai membengkak dan garis pemisahnya terlihat lebih jelas pada buah yang siap panen.

Tanda yang DiperiksaHal yang Perlu Diperhatikan
AromaBau khas durian mulai lebih kuat.
KulitGaris pembelah dapat mulai membuka secara alami.
TangkaiPerubahan bentuk dapat membantu menilai kematangan.
Kondisi buahTidak terdapat bagian busuk atau cairan yang mencurigakan.

Jangan mengandalkan satu ciri saja untuk menentukan kematangan. Periksa beberapa tanda sekaligus, terutama aroma, kondisi kulit, dan keadaan keseluruhan buah.

7. Simpan dengan Benar Setelah Durian Matang

Cara Peram Buah Durian
Cara Peram Buah Durian (AI Generated)

Durian yang sudah matang sebaiknya segera dikonsumsi agar mutu dan teksturnya tetap baik. Jika buah belum akan dimakan, pisahkan dagingnya menggunakan alat yang bersih setelah durian dibuka.

Simpan daging durian dalam wadah bersih yang tertutup rapat, lalu masukkan ke dalam lemari pendingin. Penyimpanan dingin membantu memperlambat penurunan mutu setelah daging buah terpapar udara.

Jangan meninggalkan daging durian yang sudah dikupas terlalu lama pada suhu ruang, terlebih ketika cuaca panas. Apabila daging buah menunjukkan perubahan yang mencurigakan, seperti lendir, pertumbuhan jamur, atau bau busuk yang tidak wajar, jangan dikonsumsi.

University of California, Davis, mencatat bahwa durian utuh yang matang memiliki masa simpan lebih pendek daripada durian yang belum matang. Karena itu, segera konsumsi atau simpan dengan benar ketika tanda kematangan sudah terlihat.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Peram Buah Durian

1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memeram durian?

Durian yang sudah cukup tua saat dipanen umumnya dapat matang dalam sekitar empat hingga enam hari. Waktunya dapat berbeda menurut varietas dan kondisi buah.

2. Apakah durian yang masih keras bisa diperam?

Bisa, selama durian tersebut sudah cukup matang secara fisiologis ketika dipanen. Durian yang dipetik terlalu muda belum tentu menghasilkan rasa dan tekstur yang baik meskipun diperam.

3. Apakah durian bisa diperam menggunakan pisang matang?

Pisang matang menghasilkan etilen yang membantu proses pematangan sejumlah buah. Metode ini dapat dicoba, tetapi tidak menjamin durian matang lebih cepat.

4. Bolehkah durian diperam di dalam kulkas?

Sebaiknya jangan sebelum matang. Pemeraman lebih tepat dilakukan pada suhu ruang, sedangkan kulkas dapat digunakan untuk menyimpan daging durian setelah dibuka.

5. Bagaimana mengetahui durian sudah matang tanpa membukanya?

Periksa aroma khas, kondisi kulit, garis pembelah, dan tangkai buah. Gunakan beberapa tanda sekaligus karena tidak semua varietas menunjukkan ciri kematangan yang persis sama.

Rekomendasi