7 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Lemari Kayu Bekas, Kembali Segar Tanpa Beli Baru

7 cara menghilangkan bau apek pada lemari kayu bekas ini bisa bikin lemari lama kembali segar tanpa beli baru. Simak trik sederhana mengatasinya agar lebih nyaman digunakan.

Tantiya Nimas Nuraini
7 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Lemari Kayu Bekas, Kembali Segar Tanpa Beli Baru
Pisahkan Total dari Lemari Pakaian Bersih. Foto: AI Generated

Lemari kayu bekas masih bisa menjadi pilihan menarik untuk melengkapi rumah, terutama jika kondisinya kokoh, desainnya sesuai selera, dan harganya lebih terjangkau daripada membeli furnitur baru. Namun, ada satu masalah yang sering mengganggu, yaitu bau apek yang tertinggal di bagian dalam lemari.

Bau tersebut bisa berasal dari lemari yang lama disimpan di gudang, ruangan dengan kelembapan tinggi, sirkulasi udara yang buruk, atau sisa kotoran dan jamur pada permukaan kayu. Jika langsung digunakan untuk menyimpan pakaian, aroma tidak sedap bahkan bisa berpindah ke kain dan membuat baju terasa kurang segar ketika dikenakan.

Kabar baiknya, lemari kayu bekas tidak selalu harus dibuang atau diganti hanya karena berbau apek. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu mengurangi bau sekaligus merawat kondisinya. Kuncinya adalah membersihkan bagian dalam, mengeringkan lemari dengan benar, dan mengatasi sumber kelembapan yang memicu munculnya aroma tidak sedap.

Lantas bagaimana saja cara menghilangkan bau apek pada lemari kayu bekas agar kembali segar tanpa beli baru? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (22/10/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Kosongkan Lemari dan Angin-Anginkan Seluruh Bagiannya

Cara Mengatasi Dinding Lembap di Belakang Lemari
Cara Menghilangkan Bau Apek pada Lemari Kayu Bekas (AI generated)

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengeluarkan seluruh isi lemari, mulai dari pakaian, gantungan, kotak penyimpanan, hingga barang-barang kecil yang tersimpan di sudut rak. Barang yang berada di dalam lemari bisa menyimpan aroma pengap sehingga sumber bau perlu diperiksa satu per satu.

Setelah kosong, buka semua pintu dan laci lemari agar udara dapat bersirkulasi. Jika memungkinkan, pindahkan lemari ke tempat yang teduh, kering, dan memiliki ventilasi baik. Biarkan udara mengalir melewati bagian dalam, termasuk sudut rak, sambungan kayu, dan bagian belakang lemari yang biasanya jarang terkena udara.

Hindari menjemur lemari kayu terlalu lama di bawah sinar matahari langsung, terutama jika kayunya dilapisi pelitur atau lapisan dekoratif. Panas berlebihan dapat memengaruhi lapisan akhir, membuat warna berubah, atau menyebabkan kayu mengalami perubahan bentuk. Penganginan yang cukup di tempat kering lebih aman sebagai langkah awal untuk mengurangi kelembapan dan bau pengap.

2. Bersihkan Debu dan Kotoran dengan Kain Lembut

Cara Menghilangkan Bau Apek pada Laci Lemari yang Sudah Tua
Lakukan Pembersihan Menyeluruh dengan Metode Vakum dan Lap Kering. Foto: AI Generated

Debu yang menumpuk selama lemari disimpan dapat bercampur dengan kelembapan dan menimbulkan aroma kurang sedap. Karena itu, membersihkan seluruh permukaan merupakan langkah penting sebelum menggunakan bahan penghilang bau lainnya.

Gunakan kain mikrofiber atau kain lembut yang bersih untuk mengangkat debu di bagian dalam lemari, rak, sudut laci, dan permukaan luar. Untuk kotoran yang menempel, gunakan kain yang sedikit dibasahi air, lalu segera lap kembali dengan kain kering. Jangan membasahi kayu secara berlebihan karena air yang meresap ke celah atau sambungan bisa memperparah kelembapan.

Jika lemari memiliki lapisan pelitur, cat, atau veneer, lakukan pengujian pada bagian tersembunyi terlebih dahulu. Hindari cairan pembersih keras yang berisiko merusak lapisan tersebut. Setelah selesai, biarkan pintu lemari terbuka sampai seluruh bagian benar-benar kering sebelum pakaian dimasukkan kembali.

3. Letakkan Baking Soda untuk Membantu Menyerap Bau

Baking Soda dan Cuka
Ilustrasi Baking Soda Credit: pexels/Kaboompics

Baking soda atau soda kue dapat digunakan sebagai salah satu pilihan sederhana untuk membantu mengurangi aroma tidak sedap di dalam lemari. Bahan ini dapat membantu menyerap sebagian bau di lingkungan sekitarnya, meskipun tidak dapat menggantikan pembersihan jika penyebab bau berasal dari jamur atau kayu yang lembap.

Caranya cukup mudah. Masukkan beberapa sendok baking soda ke dalam mangkuk kecil atau wadah terbuka yang stabil, kemudian letakkan di bagian lemari yang kosong. Pastikan wadah tidak mudah terguling dan tidak bersentuhan langsung dengan permukaan kayu, terutama jika bagian dalam lemari memiliki lapisan akhir yang sensitif.

Ganti baking soda secara berkala jika sudah lama digunakan atau aromanya kembali muncul. Perlu diingat, bahan ini bukan penghilang jamur dan tidak bisa mengatasi sumber kelembapan. Jika lemari tetap berbau setelah dibersihkan dan dikeringkan, periksa kembali bagian belakang, dasar lemari, serta sudut-sudut yang mungkin menyimpan kelembapan.

4. Gunakan Arang Aktif untuk Membantu Menetralkan Aroma Apek

Manfaat Arang Aktif
Manfaat Arang Aktif (Photo by Adrien Olichon on Unsplash)

Arang aktif atau activated charcoal dikenal memiliki permukaan berpori yang dapat mengadsorpsi berbagai molekul tertentu dari udara. Karena itu, produk arang aktif yang memang ditujukan untuk pengendalian bau bisa menjadi alternatif untuk membantu mengurangi aroma apek di lemari kayu bekas.

Pilih arang aktif dalam kantong khusus atau produk penyerap bau yang mudah ditempatkan di sudut lemari. Letakkan sesuai petunjuk pemakaian, kemudian pastikan kantongnya tertutup rapat agar partikel arang tidak mengotori pakaian maupun permukaan kayu.

Metode ini cocok sebagai langkah pendukung setelah lemari dibersihkan dan dikeringkan. Namun, jangan mengandalkan arang aktif untuk mengatasi jamur yang masih tumbuh atau kebocoran air yang belum diperbaiki. Jika aroma apek berasal dari kelembapan yang terus-menerus, bau dapat kembali meskipun penyerap bau sudah diganti.

5. Periksa Jamur di Sudut Lemari dan Bagian Belakang

Cara Mengatasi Lemari Kayu yang Berjamur/Gemini AI
Cara Menghilangkan Bau Apek pada Lemari Kayu Bekas. AI Generated

Lemari bekas yang lama berada di gudang atau ruangan lembap perlu diperiksa secara menyeluruh. Bau apek yang kuat, bercak hitam atau kehijauan, permukaan kayu yang berubah, dan lapisan yang mengelupas dapat menjadi tanda adanya masalah kelembapan atau pertumbuhan jamur.

Periksa bagian belakang lemari, sisi yang menempel pada dinding, dasar lemari, sambungan kayu, dan bagian dalam laci. Jika terlihat bercak yang mencurigakan, jangan langsung menggosoknya hingga menyebarkan debu atau spora ke udara. Gunakan sarung tangan, hindari menghirup debu, dan jangan mencampurkan bahan pembersih seperti pemutih dengan cuka atau cairan lain.

Jika pertumbuhan jamur hanya ringan dan berada di permukaan yang dapat dibersihkan dengan aman, ikuti petunjuk perawatan sesuai jenis material dan lapisan kayunya. Untuk jamur yang menyebar luas, kayu yang sudah lapuk, atau bau kuat yang terus muncul, pertimbangkan bantuan tenaga profesional. Setelah sumbernya ditangani, pastikan area penyimpanan kering dan lemari tidak kembali bersentuhan dengan dinding yang lembap.

6. Gunakan Pewangi atau Sachet setelah Lemari Benar-Benar Kering

Menyimpan Pewangi Pakaian
Menyimpan Pewangi Pakaian (AI Generated)

Setelah lemari dibersihkan, diangin-anginkan, dan dipastikan tidak memiliki masalah kelembapan, kamu bisa menambahkan pewangi untuk memberikan aroma yang lebih menyenangkan. Pilih sachet lemari, kantong pewangi khusus pakaian, atau produk pengharum yang dirancang untuk penggunaan di ruang penyimpanan.

Letakkan pewangi di sudut yang tidak bersentuhan langsung dengan pakaian atau lapisan kayu. Jika menggunakan produk beraroma kuat, pilih aroma lembut agar tidak mengganggu kenyamanan ketika pakaian dikenakan. Perhatikan pula petunjuk penggunaan, terutama jika produk mengandung minyak atau bahan cair yang berpotensi meninggalkan noda pada permukaan lemari.

Hal yang perlu diingat, pewangi hanya membantu memberikan aroma segar dan tidak menghilangkan penyebab bau apek. Jika lemari masih lembap atau berjamur, menambahkan pengharum justru dapat membuat aroma bercampur dan semakin tidak nyaman. Jadi, gunakan pewangi sebagai sentuhan terakhir, bukan sebagai pengganti proses pembersihan.

7. Atur Posisi Lemari dan Jaga Sirkulasi Udara agar Bau Tidak Kembali

Cara Menghilangkan Bau Apek pada Lemari Kayu Bekas
Cara Menghilangkan Bau Apek pada Lemari Kayu Bekas. (AI Generated)

Setelah bau berkurang, langkah selanjutnya adalah menjaga agar kondisi lemari tetap kering. Lemari yang diletakkan terlalu rapat ke dinding lembap atau berada di sudut ruangan yang minim sirkulasi udara berisiko mengalami masalah serupa, terutama saat musim hujan.

Jika memungkinkan, beri jarak antara lemari dan dinding agar udara dapat bergerak di bagian belakangnya. Besarnya jarak perlu disesuaikan dengan kondisi ruangan dan petunjuk furnitur, tetapi hindari menempelkan lemari pada dinding yang basah, berjamur, atau mengalami rembesan air. Jika ada kebocoran, atasi sumber air terlebih dahulu sebelum mengembalikan lemari ke posisi semula.

Selain itu, jangan langsung memasukkan pakaian yang masih lembap setelah dicuci atau disetrika. Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum disimpan, dan sesekali buka pintu lemari untuk membantu pertukaran udara ketika kondisi ruangan memungkinkan. Bila kelembapan ruangan tinggi, alat pengurang kelembapan dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan. Kebiasaan sederhana ini membantu menjaga lemari tetap nyaman digunakan dalam jangka panjang.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Menghilangkan Bau Apek pada Lemari Kayu Bekas

1. Apa penyebab lemari kayu bekas berbau apek?

Bau apek bisa muncul akibat penyimpanan terlalu lama di tempat tertutup, kelembapan tinggi, debu yang menumpuk, sirkulasi udara buruk, atau pertumbuhan jamur. Untuk menghilangkannya secara efektif, penyebab bau perlu diketahui terlebih dahulu.

2. Apakah baking soda bisa menghilangkan bau apek pada lemari kayu?

Baking soda dapat membantu mengurangi sebagian bau jika diletakkan dalam wadah terbuka di dalam lemari. Namun, bahan ini tidak dapat mengatasi sumber kelembapan atau membasmi jamur yang sudah tumbuh pada kayu.

3. Berapa lama lemari kayu bekas perlu diangin-anginkan?

Tidak ada durasi yang berlaku untuk semua lemari. Waktunya bergantung pada tingkat kelembapan, kondisi kayu, dan sirkulasi udara. Angin-anginkan sampai bagian dalam benar-benar kering, lalu periksa apakah bau masih tertinggal sebelum memasukkan pakaian.

4. Apakah cuka aman digunakan untuk menghilangkan bau apek pada lemari kayu?

Penggunaan cuka perlu hati-hati karena sifat asamnya berpotensi memengaruhi pelitur, cat, atau lapisan akhir tertentu. Jangan langsung menyemprotkannya ke seluruh permukaan kayu. Pilih metode pembersihan sesuai jenis material dan lakukan pengujian di bagian tersembunyi terlebih dahulu.

5. Mengapa bau apek tetap muncul meskipun lemari sudah diberi pewangi?

Pewangi hanya menambahkan aroma dan tidak mengatasi penyebab bau. Jika kayu masih lembap, terdapat jamur, atau dinding di belakang lemari mengalami rembesan, aroma apek dapat kembali. Bersihkan sumbernya, keringkan lemari, dan perbaiki kondisi ruangan agar masalah tidak berulang.

Rekomendasi