Backhoe Dikerahkan untuk Atasi Kebakaran Hebat di Mojokerto

Kobaran api yang terus membesar membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan menjinakkan si jago merah.

Erwin yohanes
Oleh Erwin yohanes- Reporter
Backhoe Dikerahkan untuk Atasi Kebakaran Hebat di Mojokerto
Kebakaran gudang ban bekas di Mojokerto. (merdeka.com/erwin yohanes).

Kebakaran hebat menghanguskan tumpukan ban bekas di sebuah gudang daur ulang di Desa Domas, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (22/10) hingga Jumat (23/10) pagi.

Kobaran api yang terus membesar membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan menjinakkan si jago merah.

Material ban yang mudah terbakar menyebabkan api cepat menjalar. Asap hitam pekat membubung tinggi dari lokasi kejadian, sementara petugas berjibaku mencegah kebakaran meluas ke tumpukan ban lainnya.

Sedikitnya empat armada pemadam kebakaran diterjunkan untuk menangani insiden tersebut. Namun, hingga pukul 20.30 WIB, kobaran api masih belum berhasil dipadamkan.

 

Kebakaran gudang ban bekas di Mojokerto. (merdeka.com/erwin yohanes).
Kebakaran gudang ban bekas di Mojokerto. (merdeka.com/erwin yohanes).

Kapolsek Trowulan, Kompol Gusti Ngurah Ketut, mengungkapkan bahwa kebakaran pertama kali dilaporkan oleh petugas keamanan gudang sekitar pukul 18.00 WIB.

Berdasarkan informasi awal, api diketahui muncul dari sela-sela tumpukan ban bekas. Kobaran yang semula kecil kemudian membesar setelah upaya pemadaman awal tidak berhasil.

Dalam waktu relatif singkat, api menjalar hingga ke bagian tengah tumpukan material yang disimpan untuk keperluan daur ulang tersebut.

Polisi belum dapat memastikan sumber api yang memicu kebakaran.

Penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui apakah insiden itu disebabkan kelalaian manusia atau faktor lainnya.

“Apakah dari percikan rokok atau sampah, kami belum tahu. Masih kami dalami dulu untuk perkembangannya,” ujar Gusti.

Sulitnya menjangkau titik api membuat petugas harus menggunakan strategi khusus. Sebuah alat berat jenis backhoe didatangkan untuk membongkar sekaligus memisahkan tumpukan ban yang terbakar dari material lainnya.

Langkah tersebut dilakukan agar kobaran api tidak semakin meluas sebelum petugas melakukan penyemprotan air secara intensif.

“Kita kasih jeda atau batas agar tidak merembet ke yang lain,” jelasnya.

Menurut Gusti, pemadaman dilakukan secara bertahap dengan terlebih dahulu mengisolasi area kebakaran.

Setelah batas pengaman terbentuk, petugas mulai memaksimalkan penyemprotan air ke titik-titik api.

Ia memastikan kebakaran hanya terjadi pada tumpukan ban bekas. Tidak terdapat bangunan yang berdiri di area titik kebakaran tersebut.

 

Kesaksian Warga

Sementara itu, Ali (50), buruh harian yang bekerja di gudang tersebut, mengaku baru mengetahui adanya kebakaran setelah mendapat informasi dari rekan kerjanya.

Saat api mulai berkobar, Ali sedang berada di bagian lain gudang yang lokasinya cukup jauh dari titik kebakaran.

Ia menjelaskan, ban bekas yang terbakar merupakan material yang dikumpulkan untuk diproses menjadi potongan-potongan kecil.

Selanjutnya, material tersebut akan dikirim ke Tangerang untuk menjalani proses pengolahan lanjutan.

“Ban bekas, mau diolah dipotong-potong kecil-kecil, dibawa ke Tangerang,” katanya.

Ali memperkirakan terdapat sekitar delapan pekerja yang berada di lingkungan gudang ketika kebakaran terjadi. Namun, tidak seluruh pekerja berada di sekitar lokasi munculnya api.

Ia juga mengaku tidak mengetahui bagaimana api pertama kali muncul hingga akhirnya membakar tumpukan ban dalam jumlah besar.

Hingga Jumat pagi ini, petugas masih berupaya mengendalikan kebakaran. Lidah api dan kepulan asap hitam terlihat terus membumbung dari area penumpukan ban.

Petugas pemadam kebakaran bersama aparat kepolisian terus berupaya melokalisasi kobaran agar tidak menjalar ke material lain yang belum terbakar.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Rekomendasi