Kebakaran Gunung Lawu Meluas, Petugas Temukan Bekas Pembakaran

Kondisi tersebut dipicu hembusan angin kencang serta lokasi kebakaran yang sulit dijangkau.

Danny Adriadhi Utama
Danny Adriadhi Utama- Reporter

Diterbitkan:

Kebakaran Gunung Lawu Meluas, Petugas Temukan Bekas Pembakaran
Salah satu titik kebakaran lahan di Gunung Lawu. (Liputan6/Hermawan Arifianto)

BPBD Jawa Tengah mengungkap kebakaran lahan hutan di wilayah Gunung Lawu meluas hingga 36 titik. Kondisi tersebut dipicu hembusan angin kencang serta lokasi kebakaran yang sulit dijangkau.

Kepala BPBD Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, titik kebakaran di Gunung Lawu hingga kini sulit dijangkau melalui jalur darat maupun udara. Pasalnya, kobaran api berada di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut (Mdpl).

"Lokasi kebakarannya di Lawu kira-kira 2.000 Mdpl. Awannya, dan asapnya juga tebal," ujar Bergas saat dikonfirmasi, Rabu (21/10/2026).

Berdasarkan penelusuran personel BPBD Jawa Tengah, terdapat 36 titik hotspot atau titik kebakaran di Gunung Lawu. Mayoritas lokasi kebakaran berada tepat di wilayah perbatasan dengan Jawa Timur.

Kebakaran hutan di Gunung Lawu diduga disebabkan ulah manusia. Dugaan tersebut muncul setelah personel yang berupaya memadamkan api menemukan bekas pembakaran di lokasi kejadian.

"Ditemukan titik pembakaran pembuatan arang Lawu. Artinya ini tetap disebabkan human error," jelasnya.

Namun, penanganan kebakaran di Gunung Lawu terkendala akses menuju lokasi yang sulit. Tim pun berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk TNI, untuk mengoperasikan helikopter dalam upaya memadamkan api menggunakan metode water bombing.

"Di Lawu tetap diupayakan water booming, tapi saat heli terbang di sana, kami terkendala visualnya karena asap kebakaran sangat pekat," ujarnya.

 

Pemadaman Jalur Darat

Ancaman Api Gunung Lawu Kian Mengkhawatirkan, Polda Jateng Kejar Helikopter Water Bombing
Medan yang sulit menghambat pemadaman kebakaran lereng Gunung Lawu. (Liputan6.com/ Dok BPBD karanganyar)

Sementara itu, pemadaman melalui jalur darat tetap dilakukan. Namun, akses dari jalur pendakian Cemoro Kandang menuju titik hotspot tergolong terjal berdasarkan keterangan sejumlah personel BPBD.

"Jalur daratnya elevasinya tinggi, berlembah-lembah, terjal. Sedangkan kalau pakai heli kondisinya tertutup awan. Jadi kita baru laksanakan dua kali water bombing. Ini mau tiga kali tapi terhambat cuaca dan angin kencang," pungkasnya.

Halaman BerikutnyaSidang UU Pemilu, Arsul Sani Singgung Calon Pilkada Bergelar S1 Tanpa Ijazah SMA
Bagikan
Rekomendasi
Berita TerbaruSelengkapnya News