PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperluas pemanfaatan energi bersih melalui Program Energi Surya untuk Pedesaan dan Pemulihan Pascabencana yang dijalankan lewat Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli.
Program ini menjadi wujud dukungan BRI terhadap agenda pembangunan nasional Asta Cita: pemenuhan kebutuhan energi secara berkelanjutan (Asta Cita kedua), penguatan desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi (Asta Cita keenam), serta peningkatan ketahanan terhadap bencana dan perubahan iklim (Asta Cita kedelapan).
Jangkauan elektrifikasi berbasis energi surya BRI Peduli kini menyasar kawasan pedesaan di Jawa Barat serta daerah terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara dan Aceh.
Advertisement
PLTS Desa Bojong Dorong Layanan Publik dan Usaha BUMDes
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380524/original/020543000_1792721205-f6d5bc52-1233-4f95-98ee-4a75dc41fc5f__1_.jpeg)
Di Desa Bojong, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, BRI Peduli membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid berkapasitas 17,4 kWp dengan kapasitas penyimpanan energi 43,2 kWh. Fasilitas ini menopang keberlangsungan pelayanan publik di balai desa dan kegiatan peternakan ayam petelur yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Ketersediaan energi surya membantu meminimalkan dampak gangguan pasokan listrik terhadap layanan publik dan aktivitas ekonomi. Gangguan pelayanan akibat pemadaman listrik di balai desa diperkirakan dapat dihindari hingga 75 jam per tahun. Pasokan energi yang lebih stabil juga berpotensi mendorong produksi telur BUMDes lebih dari 10%, sehingga mendukung produktivitas usaha dan penguatan ekonomi desa.
Bagi warga, kehadiran PLTS bermakna lebih dari sekadar tambahan sumber listrik. Kepala Desa Bojong Apad Sutisna menuturkan perubahan nyata mulai dirasakan masyarakat.
“Setelah PLTS hadir, kami benar-benar merasakan perubahan yang sangat nyata. Desa menjadi lebih terang, masyarakat lebih nyaman beraktivitas pada malam hari, anak-anak dapat belajar dengan lebih tenang, dan pelaku usaha kecil memiliki kesempatan untuk meningkatkan produktivitas usahanya. Kehidupan masyarakat menjadi lebih mudah, lebih aman, dan produktif. Kehadiran PLTS juga memberikan harapan baru bagi kemajuan desa kami,” ungkap Apad.
Advertisement
BRI Salurkan Perangkat Surya Portabel untuk Keluarga Terdampak
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380526/original/033340200_1792721205-4f68b0ba-706f-46a1-be51-42598c82e3b9__1_.jpeg)
Selain dukungan untuk masyarakat pedesaan, BRI Peduli memperluas elektrifikasi ke wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatera. Sebanyak 1.416 unit perangkat tenaga surya portabel disalurkan, terdiri atas 522 unit di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dan 894 unit di Kabupaten Aceh Timur. Bantuan ini menjadi sumber penerangan dan pengisian daya perangkat komunikasi bagi keluarga terdampak ketika pasokan listrik belum pulih sepenuhnya, sehingga aktivitas harian tetap dapat berjalan selama masa pemulihan.
Manfaat energi surya juga diperluas ke desa binaan BRI Peduli Desa BRILiaN melalui penyaluran 40 unit perangkat tenaga surya portabel. Secara keseluruhan, program ini telah menjangkau 1.456 kepala keluarga (KK) sebagai penerima manfaat langsung serta 8.376 jiwa sebagai penerima manfaat tidak langsung, yang berkontribusi pada keberlanjutan aktivitas masyarakat, layanan publik, dan usaha di tingkat desa.
Dampak sosial berjalan beriringan dengan kontribusi lingkungan. Dengan total kapasitas terpasang sekitar 600 kWp, Program BRI Peduli Energi Surya berpotensi menghasilkan 585 MWh listrik bersih per tahun dan menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 491,2 ton setara CO₂ (tCO₂e) per tahun.
BRI menegaskan pelaksanaan program sosial yang tidak hanya berfokus pada bantuan sesaat, tetapi juga manfaat jangka panjang. Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan pentingnya perluasan akses energi bersih bagi masyarakat.
“Pemanfaatan energi bersih memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, mendorong pembangunan desa, serta menjaga keberlangsungan kegiatan masyarakat, termasuk saat terjadi gangguan pasokan listrik maupun bencana alam. Terlebih dalam situasi pascabencana, keberadaan sumber energi alternatif dapat membantu masyarakat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung pemulihan kehidupan sosial dan ekonominya secara bertahap,” ujar Dhanny.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380525/original/027630900_1792721205-789e7a82-8ed1-4d14-a4b5-22b6c95ed5fd__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/528475/original/grafik-ekonomi-131211b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448425/original/091113200_1620189639-000_99A48H.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378850/original/032740800_1792565766-IMG_2968.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379712/original/035199900_1792644539-IMG_9686.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369189/original/096798300_1759457863-kaya_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380358/original/013427100_1792674209-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_07.43.30.jpeg)