Kementerian Agama (Kemenag) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggandeng tokoh agama, kreator konten, hingga jaringan akun media untuk memperluas jangkauan dakwah pesantren melalui media sosial.
Sejumlah figur publik, seperti Atta Halilintar, Aldi Taher, dan Habib Husein Ja’far, disebut mendukung program tersebut.
Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said mengatakan, kolaborasi ini merupakan bagian dari transformasi digital pesantren agar pengetahuan keagamaan yang selama ini banyak diakses secara langsung di lingkungan pondok dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
“Selama ini pengetahuan agama yang dipelajari para santri hanya beredar di dalam pondok pesantren. Untuk ngaji, harus hadir secara fisik. Padahal, banyak orang yang bisa disentuh jika pengajian tersebut bisa diakses secara digital,” kata Basnang.
Wakil Ketua Umum PBNU Irfan Asy’ari Sudirman Wahid atau Gus Ipang Wahid mengatakan, sejumlah tokoh dan kreator konten telah menyatakan dukungan terhadap program Dakwah Digital. Selain Habib Husein Ja’far, Atta Halilintar, Putra Siregar, Willie Salim, dan Aldi Taher, jaringan akun media yang berafiliasi dengan NU juga diharapkan ikut terlibat.
Ipang, yang membidangi media dan digital di PBNU, menyebut keterlibatan berbagai pihak menjadi modal untuk memperluas jangkauan pesan-pesan kebaikan dari pesantren.
Menurut dia, dakwah di media sosial perlu disampaikan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Kami ingin menurunkan bahasa dakwah menjadi sesuatu yang lebih universal, yaitu kata kebaikan,” ujarnya.
Advertisement
Tak Hanya untuk Warga Nahdliyin
Ipang menegaskan, program tersebut tidak hanya ditujukan bagi warga Nahdlatul Ulama (NU), tetapi juga terbuka bagi pihak lain yang ingin berkontribusi menyebarkan pesan positif di ruang digital.
“Ini bukan permasalahan untuk NU atau bukan NU, bukan. Ini untuk kebaikan yang universal. Jadi, bagaimana membawa kesejukan di ranah media sosial bagi semuanya,” kata dia.
Dakwah Digital merupakan satu dari tiga program kolaborasi Kemenag dan PBNU.
Dua program lainnya adalah Pesantren Adaptif dan Mandiri serta Santri 5.0, yang mencakup pengenalan teknologi, penguatan kemandirian ekonomi pesantren, dan pembekalan keterampilan bagi santri.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380482/original/045280400_1792713152-WhatsApp_Image_2026-10-22_at_22.02.23.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380476/original/027448500_1792711812-download__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380415/original/028870400_1792683382-IMG-20261022-WA0145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380414/original/032503300_1792683116-IMG-20261022-WA0100.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380374/original/098843200_1792676955-1300285.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380373/original/086316700_1792676460-1792557082-1072x892.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380403/original/066782700_1792681480-IMG_20261022_211542_060.jpg)