7 Cara agar Kerah Kaus Tidak Cepat Melar, Tetap Rapi dan Awet

Pelajari cara agar kerah kaus tidak cepat melar dengan kebiasaan sederhana saat memakai, mencuci, dan menyimpannya.

Ricka Milla Suatin
Oleh Ricka Milla Suatin - Reporter
7 Cara agar Kerah Kaus Tidak Cepat Melar, Tetap Rapi dan Awet
Cara agar Kerah Kaus Tidak Cepat Melar (Image by Lena Kudryavtseva on Unsplash)

Kaus merupakan salah satu jenis pakaian yang paling sering digunakan karena nyaman, praktis, dan mudah dipadukan dengan berbagai gaya. Namun, bagian kerah sering menjadi area yang paling cepat mengalami perubahan bentuk apabila tidak dirawat dengan benar.

Kerah kaus yang melar tidak hanya mengurangi kerapian penampilan, tetapi juga dapat mempersingkat usia pakai pakaian. Untungnya, kondisi ini bisa dicegah melalui kebiasaan sederhana saat memakai, mencuci, menjemur, hingga menyimpan kaus.

Lantas, bagaimana solusinya? Berikut cara agar kerah kaus tidak cepat melar, dihimpun Merdeka.com dari berbagai sumber, Selasa (4/8).

1. Lepaskan dan Kenakan Kaus dengan Cara yang Benar

Salah satu penyebab utama kerah kaus cepat melar adalah cara melepas atau mengenakannya yang kurang tepat. Banyak orang terbiasa menarik bagian kerah saat memasukkan kepala atau melepas kaus, padahal kebiasaan ini memberikan tekanan berulang pada rib kerah yang bersifat elastis.

Sebaiknya, gunakan kedua tangan untuk melebarkan bukaan kaus secukupnya saat mengenakan pakaian. Saat melepas kaus, keluarkan salah satu lengan terlebih dahulu, kemudian lepaskan bagian lainnya tanpa menarik kerah secara berlebihan.

Cara sederhana ini membantu menjaga elastisitas rib kerah sehingga bentuknya tetap stabil meskipun kaus sering digunakan. Kebiasaan kecil tersebut juga dapat mengurangi risiko jahitan di sekitar kerah menjadi longgar.

2. Cuci Kaus dengan Program Pencucian yang Lembut

Proses pencucian yang terlalu kasar dapat mempercepat kerusakan serat kain, termasuk pada bagian kerah. Putaran mesin cuci yang sangat tinggi membuat kain terus-menerus tertarik dan bergesekan dengan pakaian lain.

Sebelum mencuci, balik kaus sehingga bagian luar berada di dalam. Jika menggunakan mesin cuci, pilih mode pencucian lembut (delicate) atau gunakan putaran yang tidak terlalu tinggi agar tekanan pada kain lebih rendah.

Selain itu, hindari memenuhi mesin cuci secara berlebihan. Pakaian yang terlalu padat membuat kaus saling bergesekan sehingga kerah lebih mudah kehilangan bentuknya.

3. Hindari Mengangkat Kaus dari Bagian Kerah

Cara agar Kerah Kaus Tidak Cepat Melar
Cara agar Kerah Kaus Tidak Cepat Melar (Image by TuanAnh Blue on Unsplash)

Banyak orang tanpa sadar mengangkat atau membawa kaus hanya dengan memegang bagian kerah. Padahal, kebiasaan ini membuat seluruh berat pakaian bertumpu pada satu titik sehingga kerah lebih cepat meregang.

Saat mengambil kaus dari jemuran, keranjang, atau lemari, pegang bagian bahu atau badan kaus agar beban tersebar lebih merata. Hal yang sama juga berlaku ketika memindahkan kaus setelah dicuci.

Meskipun terlihat sepele, mengurangi tarikan pada kerah secara berulang dapat membantu mempertahankan bentuk aslinya dalam jangka panjang.

4. Jemur dengan Posisi yang Tepat

Cara menjemur juga berpengaruh terhadap bentuk kerah kaus. Menggantung kaus yang masih basah menggunakan hanger dapat membuat berat air menarik kain ke bawah sehingga kerah ikut meregang.

Sebaiknya jemur kaus dengan cara dilipat di atas tali jemuran atau menggunakan rak pengering datar apabila tersedia. Jika ingin memakai hanger, pastikan kaus sudah tidak terlalu basah sehingga bebannya jauh lebih ringan.

Selain menjaga bentuk kerah, cara ini juga membantu mempertahankan bentuk bahu kaus agar tidak mudah berubah.

5. Simpan Kaus dengan Benar

Penyimpanan yang tepat membantu mempertahankan bentuk pakaian setelah dicuci. Untuk kaus berbahan katun, melipat umumnya lebih disarankan dibandingkan menggantung dalam waktu lama, terutama jika bahannya cukup tebal.

Apabila memilih menggantung kaus, gunakan hanger dengan bentuk bahu yang lebar agar beban kain tersebar secara merata. Hindari hanger kawat yang tipis karena dapat memberikan tekanan pada area tertentu.

Penyimpanan yang benar akan membantu kerah dan bagian bahu tetap mempertahankan bentuk aslinya meskipun kaus jarang digunakan.

6. Pilih Kaus dengan Kualitas Kerah yang Baik

Ilustrasi polo shirt pria.
Ilustrasi polo shirt pria kekinian. (c) fxquadro/Freepik

Tidak semua kerah kaus memiliki daya tahan yang sama. Kaus berkualitas umumnya menggunakan rib yang lebih rapat, elastis, dan dijahit dengan teknik yang kuat sehingga tidak mudah melar.

Saat membeli kaus, perhatikan kerapatan rajutan kerah serta kualitas jahitannya. Kerah yang terasa kokoh tetapi tetap lentur biasanya lebih mampu kembali ke bentuk semula setelah dipakai.

Memilih kaus dengan kualitas yang baik memang memerlukan biaya lebih tinggi di awal, tetapi sering kali lebih awet sehingga lebih hemat dalam jangka panjang.

7. Hindari Penggunaan Panas Berlebihan saat Menyetrika

Panas yang terlalu tinggi dapat melemahkan serat kain dan mengurangi elastisitas rib pada kerah, terutama jika kaus mengandung campuran serat sintetis seperti poliester atau elastane.

Gunakan suhu setrika yang sesuai dengan jenis bahan kaus dan hindari menekan bagian kerah terlalu lama. Bila perlu, setrika kaus dalam keadaan sedikit lembap atau gunakan kain pelapis agar panas tidak langsung mengenai permukaan kain.

Perawatan yang tepat saat menyetrika membantu menjaga bentuk kerah tetap rapi sekaligus memperpanjang umur pakaian.

Rawat Kaus Sejak Awal agar Kerah Tetap Awet

Kerah kaus tidak cepat melar bukan hanya ditentukan oleh kualitas bahan, tetapi juga oleh cara pemakaian dan perawatannya sehari-hari. Kebiasaan sederhana seperti tidak menarik kerah saat melepas kaus, mencuci dengan siklus lembut, menjemur dengan benar, serta menyimpan pakaian secara tepat dapat membuat bentuk kerah tetap terjaga lebih lama.

Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut secara konsisten, kaus akan tetap terlihat rapi, nyaman dikenakan, dan memiliki usia pakai yang lebih panjang.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara agar Kerah Kaus Tidak Cepat Melar

1. Apa penyebab utama kerah kaus cepat melar?

Kerah kaus umumnya cepat melar karena sering ditarik saat memakai atau melepas kaus, proses pencucian yang terlalu kasar, menjemur dengan hanger saat kaus masih basah, serta penyimpanan yang kurang tepat. Kualitas bahan dan jahitan kerah juga memengaruhi daya tahannya.

2. Apakah mencuci dengan mesin cuci bisa membuat kerah kaus melar?

Bisa, terutama jika menggunakan putaran yang terlalu tinggi atau mencuci bersama pakaian berat. Untuk mengurangi risiko tersebut, gunakan mode pencucian lembut (delicate), balik kaus sebelum dicuci, dan jangan memenuhi mesin cuci secara berlebihan.

3. Bagaimana cara menjemur kaus agar kerah tidak cepat melar?

Sebaiknya jemur kaus secara mendatar di atas tali jemuran atau rak pengering. Hindari menggantung kaus yang masih basah menggunakan hanger karena berat air dapat menarik bagian bahu dan kerah sehingga lebih mudah melar.

4. Apakah kaus lebih baik disimpan dengan cara dilipat atau digantung?

Untuk sebagian besar kaus berbahan katun atau rajut, menyimpan dengan cara dilipat lebih disarankan karena dapat membantu menjaga bentuk kerah. Jika harus digantung, gunakan hanger dengan bahu yang lebar agar beban kain tersebar lebih merata.

5. Apakah kualitas kerah memengaruhi ketahanan kaus?

Ya. Kaus dengan kerah berbahan rib berkualitas baik umumnya memiliki elastisitas yang lebih baik dan mampu kembali ke bentuk semula setelah dipakai. Selain itu, jahitan yang rapi dan kuat juga membuat kerah lebih awet serta tidak mudah melar.

Rekomendasi