6 Trik Menyimpan Sapu Ijuk agar Bulunya Tidak Cepat Mengembang dan Lebih Awet

Simak trik menyimpan sapu ijuk agar bulunya tidak cepat mengembang, mulai dari posisi penyimpanan hingga cara membersihkan yang tepat.

Bimo Bagas Basworo
Oleh Bimo Bagas Basworo - Reporter
6 Trik Menyimpan Sapu Ijuk agar Bulunya Tidak Cepat Mengembang dan Lebih Awet
Trik Menyimpan Sapu Ijuk agar Bulunya Tidak Cepat Mengembang dan Lebih Awet. (Joshimer Biñas/Pexels)

Sapu ijuk menjadi alat kebersihan andalan di banyak rumah karena harga terjangkau dan daya tahan tinggi. Namun bulu sapu sering melebar dan kaku setelah dipakai beberapa bulan. Kondisi ini membuat sapu sulit mengangkat debu. Artikel ini membahas trik menyimpan sapu ijuk agar bulunya tidak cepat mengembang sehingga tetap awet dipakai.

Banyak orang menyalahkan kualitas sapu saat bulunya cepat rusak. Padahal penyebab utama justru terletak pada cara penyimpanan sehari-hari. Sapu yang disandarkan sembarangan atau dibiarkan berdiri menumpu lantai akan cepat berubah bentuk. Kebiasaan kecil ini sering luput dari perhatian meski dampaknya besar terhadap usia pakai sapu di rumah.

Untungnya masalah ini bisa dicegah dengan langkah sederhana. Berikut adalah kumpulan trik menyimpan sapu ijuk agar bulunya tidak cepat mengembang yang dirangkum Merdeka.com dari berbagai sumber, Selasa (22/92/2026). Simak penjelasan lengkapnya agar sapu di rumah tetap rapi, tahan lama, dan tetap maksimal mengangkat debu maupun kotoran setiap hari.

1. Jangan Simpan Sapu dalam Posisi Berdiri Menumpu Bulu

Sapu Ijuk
Jangan Simpan Sapu dalam Posisi Berdiri Menumpu Bulu. (AI Generated)

Posisi penyimpanan menjadi faktor utama penyebab bulu sapu ijuk melebar dan tidak lagi rapi. Saat sapu dibiarkan berdiri dengan bulu menumpu lantai dalam waktu lama, tekanan yang terus-menerus membuat helai bulu terdorong ke samping sedikit demi sedikit setiap harinya. Bentuk yang semula rapat perlahan berubah menjadi mekar dan tidak lagi menyatu seperti kondisi awal saat sapu masih baru dibeli.

Perubahan bentuk ini biasanya tidak terasa dalam sehari atau dua hari pemakaian saja. Prosesnya berlangsung pelan setiap kali sapu disandarkan dengan cara yang sama di sudut ruangan yang itu-itu saja tanpa disadari. Lama-kelamaan bulu kehilangan bentuk rapinya dan daya sapunya pun ikut menurun karena permukaan yang menyentuh lantai jadi tidak rata lagi setelah beberapa bulan.

Solusinya sebenarnya cukup sederhana dan tidak membutuhkan biaya tambahan sama sekali. Letakkan sapu dalam posisi miring atau tidur, bukan berdiri tegak menumpu bulu pada lantai maupun tembok. Cara ini menghindarkan tekanan berulang pada satu titik sehingga bentuk bulu tetap terjaga lebih lama tanpa perlu perawatan khusus yang merepotkan setiap harinya di rumah.

2. Gantung Sapu Setelah Digunakan

Sapu Ijuk
Gantung Sapu Setelah Digunakan. (AI Generated)

Menggantung sapu adalah cara paling efektif menjaga bentuk bulunya tetap rapi dan awet. Dengan digantung, bulu sapu tidak menyentuh lantai maupun dinding sehingga tidak ada tekanan yang membuatnya melebar seiring waktu pemakaian. Banyak sapu ijuk kini juga dilengkapi lubang gantungan di ujung gagang untuk memudahkan penyimpanan tanpa perlu alat tambahan lain di rumah.

Kebiasaan menggantung sapu juga membuat area penyimpanan terlihat lebih rapi dan hemat tempat setiap harinya. Sapu tidak perlu bersandar ke tembok yang berisiko membuat bulunya miring sebelah setelah dipakai berulang kali dalam waktu lama. Posisi tergantung membuat bulu tetap lurus dan merata di semua sisi setiap kali sapu digunakan kembali untuk membersihkan rumah.

Jika belum tersedia lubang gantungan, gunakan paku atau kait dinding sederhana di area penyimpanan seperti dapur atau gudang rumah. Cara ini tidak membutuhkan biaya besar namun memberi dampak nyata terhadap usia pakai sapu ijuk di rumah dalam jangka panjang, sekaligus menjaga bulu tetap rapi setiap saat digunakan untuk membersihkan rumah sehari-hari.

3. Bersihkan Bulu Sapu secara Rutin dari Debu dan Kotoran

Bersihkan Bulu Sapu secara Rutin dari Debu dan Kotoran
Bersihkan Bulu Sapu secara Rutin dari Debu dan Kotoran. (AI Generated)

Bulu sapu yang jarang dibersihkan akan menumpuk debu, rambut, dan kotoran halus setiap hari tanpa disadari. Tumpukan ini membuat bulu menjadi kaku dan lebih mudah mekar dibandingkan bulu yang selalu dijaga kebersihannya secara rutin. Sapu pun kehilangan kemampuannya mengangkat debu secara maksimal saat digunakan setiap hari untuk membersihkan lantai rumah maupun teras.

Membersihkan sapu sebenarnya tidak perlu rumit atau memakan banyak waktu setiap harinya di rumah. Kibaskan sapu di luar ruangan setelah dipakai untuk melepaskan debu yang menempel pada helai bulunya secara menyeluruh. Untuk kotoran yang lebih membandel, gunakan tangan atau sikat berbulu halus sambil menyisir bulu sapu secara perlahan dan hati-hati agar tidak berubah bentuk.

Lakukan pembersihan ini secara rutin, bukan hanya saat sapu terlihat kotor secara kasat mata saja. Kebiasaan ini menjaga bulu tetap lentur dan rapi sehingga bentuknya tidak mudah berubah meski dipakai dalam frekuensi tinggi setiap harinya di rumah, baik untuk membersihkan lantai keramik maupun permukaan kasar seperti teras dan garasi.

4. Cuci Sapu Ijuk dengan Cara yang Tepat

Sapu Ijuk
Cuci Sapu Ijuk dengan Cara yang Tepat. (AI Generated)

Sesekali mencuci sapu ijuk membantu mengangkat kotoran yang menempel kuat pada bulunya selama pemakaian sehari-hari. Gosok bulu sapu perlahan menggunakan tangan agar bentuknya tidak berubah selama proses pencucian berlangsung dari awal hingga akhir. Hindari menyikat terlalu keras karena bisa membuat bulu patah atau kehilangan bentuk aslinya yang rapat dan rapi seperti semula sebelum dicuci.

Bagian yang paling penting justru ada di tahap pembilasan setelah sapu dicuci dengan bersih menggunakan air mengalir. Sisa deterjen yang tertinggal di bulu sapu akan membuatnya kaku setelah kering sepenuhnya dalam beberapa jam. Bilas sapu hingga benar-benar bersih dari busa sebelum dikeringkan agar bulunya tetap lentur seperti kondisi semula sebelum dicuci.

Setelah dicuci, keringkan sapu dengan posisi tergantung, bukan berdiri menumpu bulu pada lantai atau dinding rumah. Cara ini membantu bulu kembali ke bentuk rapatnya tanpa tekanan tambahan yang bisa membuatnya melebar saat proses pengeringan berlangsung secara alami. Sapu pun siap dipakai kembali dengan bentuk yang rapi seperti sebelumnya.

5. Hindari Menjemur Sapu di Bawah Sinar Matahari Langsung

Sapu Ijuk
Hindari Menjemur Sapu di Bawah Sinar Matahari Langsung. (AI Generated)

Panas berlebihan berdampak buruk pada bulu sapu ijuk yang berasal dari serat alami pohon aren pilihan. Paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama membuat bulu menjadi kering, rapuh, dan mudah patah saat digunakan menyapu lantai maupun halaman. Kondisi ini mempercepat kerusakan meski sapu jarang dipakai untuk membersihkan rumah sehari-hari secara rutin dan teratur.

Serat alami pada sapu ijuk berbeda dengan bahan sintetis yang cenderung lebih tahan terhadap panas berlebihan. Suhu tinggi membuat kelenturan bulu berkurang secara bertahap setiap kali terkena paparan langsung dalam waktu yang cukup lama. Akibatnya bulu sapu kehilangan kelenturannya dan lebih mudah melebar saat digunakan menyapu lantai setiap hari di rumah maupun halaman belakang.

Sebagai gantinya, keringkan sapu di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang cukup baik dan lancar sepanjang hari. Cara ini tetap membuat sapu kering sempurna tanpa merusak struktur alami bulunya akibat panas berlebihan dari sinar matahari secara langsung setiap hari. Bentuk bulu pun tetap terjaga dalam waktu yang lama.

6. Simpan Sapu di Tempat yang Kering dan Tidak Lembap

Sapu Ijuk
Simpan Sapu di Tempat yang Kering dan Tidak Lembap. (AI Generated)

Kelembapan menjadi musuh tersembunyi bagi sapu ijuk yang terbuat dari serat alami pilihan berkualitas. Tempat penyimpanan yang lembap membuat bulu sapu menyerap air dari udara sehingga lebih mudah berubah bentuk dan tekstur aslinya. Dalam kondisi tertentu, kelembapan berlebih juga memicu tumbuhnya jamur pada bulu sapu yang jarang dikeringkan dengan baik dan benar.

Pilih area penyimpanan yang kering seperti dekat pintu dapur atau gudang dengan ventilasi udara yang cukup baik dan lancar. Hindari menyimpan sapu di sudut lembap seperti dekat kamar mandi atau area yang jarang terkena sirkulasi udara segar setiap harinya, baik sepanjang musim hujan maupun musim kemarau yang cenderung lebih kering dan panas.

Dengan tempat penyimpanan yang tepat, bulu sapu tetap kering dan bentuknya lebih terjaga dalam waktu yang cukup lama. Kombinasi antara posisi gantung dan lokasi kering inilah yang membuat sapu ijuk bertahan lebih lama tanpa cepat mengembang, sehingga tidak perlu sering diganti dengan yang baru setiap beberapa bulan sekali di rumah maupun toko.

Pertanyaan Seputar Cara Menyimpan Sapu Ijuk

Kenapa bulu sapu ijuk cepat mengembang? Penyebab utamanya adalah kebiasaan menyimpan sapu dengan posisi berdiri menumpu lantai, jarang dibersihkan, serta terkena panas berlebihan dari sinar matahari.

Bolehkah sapu ijuk dicuci dengan air? Boleh, asal tidak direndam terlalu lama dan dibilas hingga tuntas agar sisa deterjen tidak membuat bulu menjadi kaku setelah kering.

Berapa lama sapu ijuk bisa bertahan? Dengan perawatan dan penyimpanan yang tepat, sapu ijuk bisa dipakai bertahun-tahun sebelum bulunya perlu diganti dengan yang baru.

Apakah sapu ijuk boleh dijemur di bawah matahari? Sebaiknya dihindari. Panas berlebihan membuat serat alami pada bulu sapu menjadi kering, rapuh, dan lebih mudah patah.

Bagaimana cara terbaik menyimpan sapu ijuk? Gantung sapu di tempat kering setelah digunakan agar bulunya tidak menumpu pada permukaan apa pun dan tetap terjaga bentuknya.

Rekomendasi