Memilih bahan makanan yang baik perlu dilakukan sebelum produk dibeli dan diolah. Pada telur, bentuk cangkang perlu diperiksa dengan mudah karena bisa menjadi indikator baik atau rusak kondisinya.
Hal ini menjadi penting karena cangkang telur yang retak, kotor, atau mengalami perubahan pada permukaan lebih berisiko mengalami kontaminasi dan berpotensi tidak layak konsumsi.
Lantas, bagaimana cara mengenali telur yang tidak layak hanya dengan melihat kondisi luarnya? Simak cara-caranya berikut, dihadirkan Merdeka.com, Selasa (22/9).
Advertisement
1. Periksa Cangkang dari Retakan
Merujuk laman resmi pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id, retakan menjadi tanda pertama yang perlu diperiksa ketika memilih telur. Perhatikan seluruh permukaan cangkang, karena retakan bisa berupa garis, pecahan kecil, atau bagian cangkang yang sudah terbelah. Telur dengan kondisi tersebut sebaiknya tidak dipilih karena bagian dalam telur menjadi lebih terbuka dan rawat terkontaminasi dari luar.
Retakan kadang sulit terlihat jika telur berada dalam wadah yang penuh. Karena itu, ambil satu per satu bila memungkinkan, kemudian lihat permukaannya dari beberapa sisi. Jika terdapat garis pecah atau bagian cangkang yang tidak utuh, letakkan kembali telur tersebut dan pilih telur lain yang cangkangnya masih utuh.
Kondisi cangkang yang retak juga perlu diperhatikan setelah telur dibawa pulang. Telur retak sebaiknya dipisahkan dari telur lain agar tidak bercampur selama penyimpanan. Disarankan pemisahan telur retak dan tidak retak sebagai bagian dari penanganan telur konsumsi.
Advertisement
2. Hindari Cangkang yang Kotor
Kotoran yang menempel pada cangkang menjadi tanda lain yang perlu diperiksa sebelum membeli telur. Perhatikan apakah terdapat sisa kotoran, noda, atau bercak yang menempel pada permukaan. Kondisi tersebut tidak otomatis menunjukkan isi telur sudah rusak, tetapi menjadi alasan untuk lebih berhati-hati dalam memilih telur.
Pembeli juga perlu membedakan antara warna cangkang dan kotoran yang menempel. Warna cangkang dapat berbeda sesuai jenis ayam dan bukan menjadi ukuran tunggal untuk menentukan telur layak atau tidak. Yang perlu diperhatikan adalah adanya kotoran atau noda yang tidak seharusnya menempel pada permukaan.
Jika telur yang dibeli memiliki kotoran pada permukaannya, penanganannya perlu dilakukan dengan memperhatikan kebersihan. Panduan Kementerian Pertanian menyarankan telur yang kotor dicuci menggunakan air bersih tanpa disikat, kemudian dikeringkan. Telur juga perlu dipisahkan dari telur lain selama penanganan agar kondisi cangkang tidak menjadi sumber pencemaran pada telur di sekitarnya.
Advertisement
3. Amati Permukaan Cangkang
Permukaan cangkang dapat memberikan petunjuk lain ketika memilih telur. Cangkang telur konsumsi umumnya diperiksa dari kehalusan dan keutuhannya. Jika permukaan terlihat kasar pada bagian tertentu, terdapat noda putih, atau tampak mengalami perubahan yang tidak biasa, telur tersebut sebaiknya diperiksa kembali sebelum dibeli.
Perubahan permukaan tidak selalu berarti telur sudah rusak dan tidak bisa digunakan. Namun, pembeli dapat memilih telur lain ketika menemukan kondisi cangkang yang membuat ragu, terutama jika disertai kotoran, retakan, atau perubahan lain pada permukaan. Cara ini membantu mengurangi kemungkinan membawa telur dengan kondisi yang tidak sesuai ke rumah.
Pemeriksaan juga bisa dilakukan dengan memegang telur secara perlahan untuk melihat seluruh bagiannya. Hindari menekan cangkang karena tekanan dapat membuat telur yang sebelumnya masih utuh menjadi retak. Dalam standar mutu telur ayam konsumsi, kondisi cangkang menjadi salah satu bagian yang diperiksa bersama bentuk, kehalusan, ketebalan, keutuhan, dan kebersihannya.
Advertisement
4. Perhatikan Bentuk Cangkang
Bentuk cangkang menjadi bagian lain yang bisa diperiksa ketika memilih telur. Telur konsumsi memiliki bentuk yang sesuai dengan karakter telur ayam dan tidak menunjukkan perubahan bentuk yang mencolok. Jika cangkang terlihat penyok, pecah pada salah satu bagian, atau memiliki bentuk yang berbeda jauh dari telur lain dalam satu tempat penjualan, kondisi tersebut layak diperiksa sebelum telur dibeli.
Perbedaan bentuk tidak selalu berarti isi telur sudah mengalami kerusakan. Karena itu, pembeli tidak perlu langsung menyimpulkan telur tidak bisa dikonsumsi hanya karena bentuknya berbeda. Pemeriksaan perlu dilakukan bersama kondisi cangkang lain, terutama keutuhan dan kebersihannya.
Jika bentuk telur masih utuh dan tidak ditemukan retakan atau kotoran yang perlu dihindari, pembeli dapat melanjutkan pemeriksaan pada bagian lain. Cara ini membuat proses memilih telur tetap sederhana tanpa bergantung pada satu ciri saja. Prinsipnya, kondisi fisik cangkang perlu dilihat secara keseluruhan sebelum telur dimasukkan ke dalam keranjang belanja.
Advertisement
5. Cek Cangkang Sebelum Membayar
Pemeriksaan cangkang sebaiknya dilakukan sebelum telur dibayar, bukan setelah sampai di rumah. Saat berada di tempat penjualan, lihat bagian luar telur satu per satu jika jumlah yang dibeli tidak terlalu banyak. Periksa retakan, kotoran, noda, permukaan, dan bentuknya. Langkah ini hanya membutuhkan waktu singkat, tetapi membantu pembeli menemukan telur yang perlu ditukar sebelum meninggalkan tempat pembelian.
Telur yang terlihat utuh juga tetap perlu ditangani dengan hati-hati setelah dibawa pulang. Letakkan telur pada wadah yang tidak membuatnya mudah terbentur. Pisahkan telur yang retak dari telur yang masih utuh. Panduan Kementerian Pertanian juga menyarankan pemisahan berdasarkan kondisi telur, termasuk antara telur baru dan lama serta telur retak dan tidak retak.
Perlu diingat, cangkang hanya membantu pemeriksaan dari bagian luar. Ada kondisi yang tidak bisa diketahui hanya dengan melihat telur karena cemaran tertentu tidak mengubah warna, bau, atau rasa telur. Karena itu, pemilihan telur perlu dilanjutkan dengan penyimpanan dan pengolahan yang sesuai.
Advertisement
Apa yang Harus Dilakukan saat Mendapati Telur Rusak Setelah Membeli
Jika mendapati telur rusak setelah sampai di rumah, sebaiknya jangan langsung mencampurkannya dengan telur lain atau menggunakannya untuk memasak. Anda perlu melakukan beberapa tips berikut agar telur tetap aman dikonsumsi:
- Pisahkan telur yang retak dari telur yang masih utuh.
- Jangan mencampurkan telur retak dengan telur lain dalam satu wadah.
- Jika cangkang pecah dan isi telur keluar, sebaiknya tidak digunakan.
- Bersihkan bagian wadah atau permukaan yang terkena cairan telur.
- Cuci tangan setelah memegang telur yang rusak.
- Jangan mencuci telur retak lalu menyimpannya kembali.
- Jika telur rusak ditemukan sebelum digunakan, pertimbangkan untuk menukarnya dengan penjual.
- Simpan telur yang masih utuh pada wadah yang tidak mudah membuatnya terbentur.
- Jika ragu terhadap kondisi telur, jangan digunakan untuk memasak.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengenali Telur yang Tidak Layak Konsumsi
1. Bagaimana cara mengetahui telur masih layak dikonsumsi?
Periksa cangkang dari retakan, kotoran, noda, dan perubahan permukaan sebelum digunakan.
2. Apakah telur yang cangkangnya retak masih boleh dimakan?
Telur retak sebaiknya dihindari karena cangkang yang tidak utuh dapat meningkatkan risiko masuknya cemaran.
3. Apa ciri telur yang sudah tidak layak?
Cangkang retak, kotor, atau mengalami perubahan pada permukaan dapat menjadi tanda yang perlu dihindari saat membeli.
4. Apakah warna cangkang menentukan kualitas telur?
Tidak. Warna cangkang berkaitan dengan jenis ayam dan bukan satu-satunya dasar untuk menentukan kondisi telur.
5. Bagaimana cara memilih telur ayam yang baik?
Pilih telur dengan cangkang utuh, bersih, tidak retak, dan tidak menunjukkan perubahan pada permukaannya.