Sirih gading dikenal mudah dirawat dan mampu memperindah ruangan. Untuk menjaga daun tetap hijau cerah dan tanaman lebih rimbun, banyak penghobi memilih pupuk alami untuk sirih gading karena bahannya mudah didapat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan nutrisi.
Unsur hara yang seimbang berperan penting bagi pertumbuhan. Nitrogen membantu mempertahankan warna hijau daun, sementara unsur lain mendukung penguatan akar, pembentukan daun baru, serta menjaga ketahanan terhadap hama dan penyakit.
Advertisement
Nutrisi yang Menjaga Warna Daun Sirih Gading
Kecukupan nitrogen merupakan kunci agar daun sirih gading tetap hijau dan tampak segar. Di sisi lain, keberadaan fosfor, kalium, kalsium, magnesium, dan mineral pendamping membantu mengoptimalkan fungsi jaringan tanaman.
Berbagai bahan sederhana di sekitar rumah dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi. Penggunaan yang terukur dan dilakukan secara berkala membantu tanaman tumbuh stabil tanpa membebani media tanam.
Perlu dicatat, daun sirih gading dapat menguning jika kekurangan nitrogen. Kondisi serupa juga bisa muncul akibat penyiraman berlebihan yang memicu busuk akar.
Advertisement
6 Pupuk Alami untuk Sirih Gading dan Cara Menggunakannya
Berikut enam bahan alami yang mudah disiapkan di rumah untuk menyuplai nutrisi sirih gading. Masing-masing dapat diaplikasikan sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi media tanam.
- Ampas Kopi
Ampas kopi mengandung nitrogen untuk merangsang pertumbuhan daun agar lebih rimbun, hijau, dan kuat. Di dalamnya juga terdapat kalium, fosfor, kalsium, dan magnesium yang membantu memperbaiki struktur tanah serta mendukung perkembangan akar. Keringkan ampas kopi bekas hingga benar-benar kering agar tidak berjamur, lalu taburkan tipis di atas media tanam atau campurkan ke dalam tanah sebagai pupuk lepas lambat setiap 2–3 minggu sekali. Alternatifnya, buat pupuk cair dengan mencampurkan sekitar dua cangkir ampas kopi seduh ke dalam 18 liter air dan diamkan semalaman sebelum digunakan.
- Air Cucian Beras
Air cucian beras mengandung pati, vitamin B1, B3, B6, vitamin E, serta mineral seperti kalsium, magnesium, besi, mangan, fosfor, kalium, dan sedikit nitrogen. Kandungan ini membantu menjaga daun tetap hijau mengilap, mendukung pertumbuhan, dan meningkatkan aktivitas mikroba tanah sehingga akar lebih mudah menyerap nutrisi. Cara membuatnya, cuci beras dengan perbandingan air sekitar 3:1, lalu rendam 30–45 menit atau gosok beras dengan tangan. Saring airnya, simpan dalam wadah tertutup, kemudian siramkan saat tanah mulai mengering. Air ini tidak wajib difermentasi, tetapi fermentasi selama beberapa hari dapat meningkatkan kandungan mineralnya hingga lebih dari 200 persen.
- Kulit Pisang
Kulit pisang kaya kalium yang membantu memperkuat batang, meningkatkan ketahanan terhadap penyakit, dan mendukung pertumbuhan daun serta akar. Kulit pisang juga mengandung fosfor, magnesium, sodium, dan sulfur dalam jumlah kecil. Untuk pemakaiannya, potong kulit pisang segar, rendam dalam air 3–4 hari hingga terfermentasi, kemudian saring. Encerkan dengan perbandingan 1 liter pupuk cair dengan 10 liter air sebelum digunakan. Karena kandungan nitrogennya rendah, kombinasikan dengan sumber nitrogen lain.
- Cangkang Telur
Cangkang telur kaya kalsium yang berperan membangun struktur sel sehingga daun dan batang tumbuh lebih kokoh. Bersihkan dan keringkan sekitar 10–20 cangkang telur, hancurkan hingga berukuran kecil, lalu rebus dalam 3 liter air. Diamkan selama 24 jam agar kalsium larut, kemudian saring dan gunakan sebagai air siraman satu hingga dua kali setiap bulan.
- Air Akuarium Bekas
Air akuarium yang telah digunakan mengandung fosfor, amonia, dan berbagai mineral sisa metabolisme ikan yang bermanfaat bagi tanaman. Air bekas akuarium air tawar dapat langsung dipakai untuk menyiram sirih gading. Pastikan air tidak mengandung obat, garam, atau bahan kimia tambahan.
- Pupuk Kandang
Pupuk kandang kaya unsur hara dan membantu memperbaiki kesuburan media tanam secara alami. Selain memasok nutrisi secara bertahap, bahan ini memperbaiki struktur tanah sehingga akar lebih mudah menyerap air dan hara. Gunakan pupuk kandang yang sudah matang atau terfermentasi, campurkan secukupnya ke media tanam atau taburkan tipis di permukaan pot. Aplikasikan sekitar tiga bulan sekali.