8 Jenis Ular yang Sekali Bertelur Bisa Banyak, Awas Dapat Ditemukan di Berbagai Tempat

Kenali delapan jenis ular yang dapat bertelur dalam jumlah banyak dan sering dijumpai di sekitar rumah Anda.

Nurul Diva
Oleh Nurul Diva - Reporter
8 Jenis Ular yang Sekali Bertelur Bisa Banyak, Awas Dapat Ditemukan di Berbagai Tempat
Ilustrasi Ular (/Photo by Anil Sharma on Unsplash)

Ular adalah reptil yang sering kali ditemukan di sekitar rumah, dan keberadaannya dapat menimbulkan ketakutan bagi banyak orang. Hewan ini memiliki berbagai jenis dan dapat hidup di beragam habitat, termasuk area yang berdekatan dengan aktivitas manusia. Seringkali, seekor ular dapat menghasilkan ratusan telur dalam satu kali proses perkawinan. Beberapa spesies ular memiliki strategi reproduksi yang memungkinkan mereka untuk bertelur dalam jumlah yang banyak. Hal ini berkontribusi pada kelangsungan hidup populasi ular di alam. Lingkungan rumah yang menawarkan sumber makanan, tempat berlindung, dan kondisi suhu yang sesuai dapat menarik ular untuk datang dan berkembang biak.

Apabila Anda menjumpai ular di sekitar tempat tinggal, sebaiknya segera hubungi tim ahli atau petugas pemadam kebakaran (damkar) untuk memastikan proses evakuasi berlangsung dengan aman dan menghindari potensi bahaya yang tidak diinginkan. Artikel ini akan mengulas lebih dalam mengenai jenis-jenis ular yang sering kali bertelur dalam jumlah besar dan dapat ditemukan di sekitar rumah. Simak informasi selengkapnya yang dirangkum dari merdeka.com, Senin (8/12).

1. Ular Hidung Babi Timur

Hognose Snake (Ular Hidung Babi).
Hognose Snake (Ular Hidung Babi). Foto: Wikimedia

Ular Hidung Babi Timur, yang dikenal dengan nama ilmiah Heterodon platirhinos, merupakan spesies ular yang mampu menghasilkan banyak telur sekaligus. Menurut informasi dari situs resmi Divisi Perikanan dan Satwa Liar Pemerintahan Massachusetts, ular ini biasanya bertelur antara 10 hingga 30 butir, meskipun jumlah tersebut dapat bervariasi dari 4 hingga 61 telur dalam satu sarang. Jumlah telur yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh ukuran tubuh induk betina, di mana induk yang lebih besar cenderung menghasilkan lebih banyak telur. Proses peletakan telur oleh Ular Hidung Babi Timur biasanya berlangsung antara awal Juni hingga akhir Juli.

Telur-telur yang dihasilkan memerlukan waktu inkubasi sekitar 39 hingga 65 hari, dengan rata-rata waktu 56 hari sebelum akhirnya menetas. Ular ini memilih lokasi yang tepat untuk bertelur guna memastikan perkembangan embrio yang optimal. Habitat alami dari Ular Hidung Babi Timur mencakup area dengan tanah kering, berpasir, atau campuran tanah berpasir. Ular ini sering dijumpai di padang rumput, lahan pertanian, dan tepi hutan. Meskipun jarang, ular ini juga dapat ditemukan di bangunan seperti rumah kaca atau gudang, tetapi tempat-tempat tersebut bukanlah habitat utama mereka.

2. Ular Tikus

Ular Gray Rat Snake (Pantherophis alleghaniensis).
Ular Gray Rat Snake (Pantherophis alleghaniensis). Foto: Wikimedia

Ular Tikus, yang juga dikenal dengan nama Elaphe Obsoleta, adalah spesies ular yang mampu bertelur beberapa kali dalam satu musim kawin. Berdasarkan informasi dari laman North Carolina Wildlife Resources Commission, setiap kali bertelur, ular ini dapat menghasilkan rata-rata 15 telur, dengan jumlah yang bervariasi antara 4 hingga 44 telur. Induk betina biasanya meletakkan telur-telurnya pada awal hingga pertengahan bulan Juli, dengan jumlah telur dalam satu sarang berkisar antara 5 hingga 19 butir. Masa inkubasi untuk telur Ular Tikus ini berlangsung sekitar 60 hingga 70 hari.

Ular Tikus dikenal sebagai pemanjat ulung dan seringkali dapat ditemukan di pohon, lumbung, bangunan yang tidak terawat, serta struktur lainnya saat berburu mangsa. Kemampuan mereka untuk memanjat memungkinkan ular ini mengakses berbagai tempat yang dapat dijadikan perlindungan dan sumber makanan. Ular ini cenderung tertarik pada lingkungan pertanian, dinding batu, tempat pembuangan sampah, serta bangunan yang sudah tidak terpakai, karena banyaknya tikus dan hewan pengerat lain yang menjadi makanan utama mereka. Habitat Ular Tikus sangat beragam, mencakup hutan berkayu, rawa, dan lahan basah.

3. Ular Leher Cincin

Ular Leher Cincin, yang dikenal dengan nama ilmiah Diadophis Punctatus Arnyi, adalah spesies ular kecil yang memiliki kemampuan untuk bertelur dalam jumlah tertentu. Menurut informasi dari laman Departemen Konservasi Missouri, induk betina biasanya meletakkan antara 1 hingga 7 telur, dengan rata-rata 4 telur, pada periode antara bulan Juni hingga awal Agustus. Beberapa subspesies ular ini dapat menghasilkan antara 2 hingga 7 telur di awal musim panas. Catatan menunjukkan bahwa jumlah maksimum telur yang pernah ditemukan dalam satu sarang mencapai 10 hingga 15 butir. Telur-telur tersebut akan menetas setelah sekitar 60 hari.

Ular Leher Cincin dikenal sebagai hewan yang cenderung menyendiri dan suka bersembunyi. Habitat alami ular ini mencakup padang rumput dan area sekitarnya. Mereka sering dijumpai bersembunyi di bawah batang kayu tua, bebatuan, potongan kayu, serta lembaran seng. Selain itu, ular ini juga menyukai tempat-tempat tersembunyi di bawah dedaunan kering di hutan dan di antara rerumputan di padang rumput.

4. Ular Piton Atau Sanca Kembang

Ular Piton Retikulasi, yang juga dikenal sebagai Sanca Kembang atau Reticulated Python, merupakan salah satu spesies ular terpanjang di dunia dan memiliki kemampuan untuk bertelur dalam jumlah yang cukup besar. Menurut informasi yang terdapat pada laman Veterinarian Today, induk betina dewasa dapat menghasilkan antara 15 hingga 80 telur dalam satu sarang. Dalam satu tahun, seekor betina mampu menghasilkan antara 8 hingga 107 telur, meskipun jumlah yang paling umum ditemukan berkisar antara 25 hingga 50 telur. Rata-rata masa inkubasi untuk telur piton retikulasi adalah sekitar 88 hari.

Piton retikulasi biasanya dapat ditemukan di berbagai habitat seperti hutan hujan, hutan berkayu, dan padang rumput. Selain itu, ular ini sering dijumpai di dekat sungai, aliran air, dan danau. Mereka juga dapat ditemukan di area pertanian dan daerah perkotaan, termasuk pinggiran kota yang dekat dengan pemukiman manusia, selokan, atau lahan pertanian. Kehadiran ular ini di dekat lingkungan manusia sering kali berfungsi untuk membantu mengendalikan populasi hewan pengerat yang ada.

5. Ular Jagung

Ular Jagung merupakan spesies ular yang sangat digemari oleh para penggemar reptil karena karakteristiknya yang tenang serta pola warna tubuhnya yang menarik. Betina dari spesies ini mampu bertelur antara 10 hingga 30 butir dalam satu kali proses bertelur. Telur-telur tersebut akan dierami selama kurang lebih 60 hingga 70 hari sebelum akhirnya menetas. Di habitat aslinya, Ular Jagung dapat ditemukan di wilayah tenggara Amerika Serikat. Lingkungan yang menjadi tempat tinggalnya meliputi hutan yang terbuka, area pertanian, serta pinggiran sungai. Ular ini aktif berburu pada malam hari dan cenderung beristirahat selama siang hari.

Ular Jagung memiliki kemampuan reproduksi yang tinggi, terutama dalam kondisi penangkaran. Dengan pengaturan lingkungan yang baik, ketersediaan makanan yang melimpah, dan kondisi yang stabil, ular ini dapat menghasilkan lebih dari satu generasi dalam waktu yang cukup singkat. Hal ini menjadikan Ular Jagung pilihan yang menarik bagi para pemelihara reptil yang ingin memperbanyak koleksi mereka. Keberhasilan dalam penangkaran Ular Jagung juga menjadi indikator baiknya manajemen pemeliharaan yang diterapkan oleh para penggemar.

6. King Kobra

Sarang Ular King Cobra
Sarang Ular King Cobra / Ilustrasi AI

King Kobra merupakan spesies ular berbisa terpanjang di dunia, yang juga dikenal karena jumlah telur yang dihasilkan oleh induknya. Induk dari King Kobra dapat bertelur antara 20 hingga 51 butir dalam satu sarang, dengan rata-rata jumlah telur yang dihasilkan berkisar antara 20 hingga 40 butir. Proses inkubasi telur-telur King Kobra berlangsung dalam rentang waktu yang bervariasi, yaitu antara 70 hingga 88 hari.

Induk betina King Kobra menunjukkan perilaku yang unik dengan membangun sarang menggunakan dedaunan dan menjaga telur-telurnya dengan intensif hingga masa penetasan. Habitat asli King Kobra meliputi hutan, rawa-rawa, daerah bersemak, serta lahan pertanian. Selain itu, ular ini juga sering ditemukan di sekitar pemukiman manusia, terutama pada musim hujan ketika mereka mencari tempat berlindung yang kering.

7. Grass Snake

Ular Rumput
Ular Rumput / Ilustrasi AI

Grass Snake, yang dikenal dengan nama ilmiah Natrix natrix, merupakan jenis ular yang tidak berbisa dan dapat ditemukan di berbagai wilayah Eropa serta sebagian Asia. Ular betina biasanya bertelur antara 30 hingga 40 butir, meskipun jumlah telur yang dapat dihasilkan bervariasi antara 7 hingga 55 butir, dengan angka umum berada di kisaran 20 hingga 40 telur. Telur-telur ini diletakkan dalam kelompok dan memerlukan waktu inkubasi sekitar 10 minggu sebelum menetas.

Habitat alami dari Grass Snake seringkali terletak di daerah yang memiliki vegetasi lembap, seperti rawa, sungai kecil, dan lahan pertanian. Selain itu, ular ini juga dapat ditemukan di dekat sumber air tawar, seperti kolam, danau, serta sungai. Mereka juga dapat menghabiskan waktu di padang rumput, hutan, dan taman kota, menunjukkan adaptasi yang baik terhadap berbagai lingkungan.

8. Ular Sanca Kembang (Python reticulatus)

Ilustrasi Ular
Ilustrasi Ular /Photo by Kseniia Stepanenko 🇺🇦 on Unsplash

Ular sanca kembang adalah salah satu spesies terbesar di dunia dan dikenal sangat produktif saat bertelur. Dalam satu kali musim bertelur, ular ini dapat menghasilkan 15 hingga 80 telur tergantung ukuran betina. Induk betina biasanya menjaga telurnya dengan melilit dan menjaga suhu tubuh tetap stabil hingga menetas.

Keberadaan ular sanca kembang cukup dekat dengan pemukiman manusia, terutama di daerah yang banyak tikus dan unggas. Mereka sering menempati saluran air, gudang, dan semak-semak tebal yang jarang diganggu. Meskipun umumnya tidak agresif, ukuran dan kekuatannya bisa membahayakan jika merasa terpojok.

Jika rumah berada dekat lahan kosong, sawah, atau sungai kecil, peluang bertemunya manusia dengan spesies ini semakin tinggi. Karena jumlah telurnya banyak, populasi ular ini bisa meningkat secara signifikan apabila habitatnya mendukung.

Rekomendasi