Retinoid vs Retinol, Ini Perbedaan Mendasar dari Fungsi dan Kekuatannya agar Kulit Tidak Salah Perawatan

Perbedaan retinoid dan retinol, mulai dari fungsi, kekuatan, hingga cara pakai, agar kulit mendapat manfaat maksimal tanpa risiko iritasi.

Shalsha Ardya
Oleh Shalsha Ardya - Reporter
Retinoid vs Retinol, Ini Perbedaan Mendasar dari Fungsi dan Kekuatannya agar Kulit Tidak Salah Perawatan
<p>Ilustrasi retinol/Copyright Freepik/artursafronovvvv</p> (@ 2025 merdeka.com)

Dalam dunia perawatan kulit yang terus berkembang, istilah seperti retinoid dan retinol kian populer dan sering ditemukan dalam berbagai produk kecantikan. Keduanya dikenal sebagai bahan aktif yang mampu membantu menyamarkan kerutan, meratakan warna kulit, serta mengatasi jerawat. Namun, meskipun berasal dari satu keluarga yang sama yaitu turunan vitamin A.

Dilansir dari Health, masih banyak orang yang belum memahami perbedaan mendasar antara keduanya. Padahal, pemahaman yang tepat sangat penting agar tidak salah memilih produk perawatan, sehingga manfaatnya bisa diperoleh secara optimal tanpa menimbulkan risiko iritasi atau efek samping yang tidak diinginkan.

Apa Itu Retinoid?

Ilustrasi Retinoid (©Freepik)
Ilustrasi Retinoid (©Freepik) @ 2025 merdeka.com

Retinoid adalah kelompok senyawa yang berasal dari vitamin A dan telah lama digunakan dalam dunia dermatologi. Pada tahun 1971, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyetujui penggunaan tretinoin, salah satu jenis retinoid untuk mengatasi jerawat dan bekasnya. Sejak saat itu, retinoid terus digunakan secara medis untuk mengatasi berbagai kondisi kulit, termasuk jerawat, penuaan kulit, psoriasis, hingga beberapa jenis kanker kulit.

Terdapat enam jenis utama retinoid yang umum digunakan dalam dunia medis, yaitu:

  1. Adapalene
  2. Alitretinoin
  3. Bexarotene
  4. Retinol
  5. Tazarotene
  6. Tretinoin

Awalnya, retinoid digunakan secara eksklusif sebagai pengobatan jerawat. Namun, seiring waktu, para ahli menemukan manfaatnya yang jauh lebih luas. Retinoid memiliki kemampuan untuk:

  1. Mengurangi jerawat ringan hingga parah
  2. Memudarkan bekas jerawat
  3. Mengatasi garis halus dan kerutan
  4. Mencerahkan kulit kusam
  5. Meratakan warna kulit tidak merata
  6. Meningkatkan tekstur kulit
  7. Meregenerasi kulit yang menua

Apakah Retinoid Cocok untuk Anda?

Karena retinoid terdiri atas beberapa jenis dengan kegunaan yang berbeda-beda, penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kulit sebelum menggunakannya. Berikut beberapa contoh penggunaan retinoid berdasarkan jenisnya:

  1. Adapalene digunakan untuk mengobati jerawat
  2. Alitretinoin digunakan untuk mengatasi sarkoma Kaposi, yakni kanker pada jaringan lunak saluran pencernaan
  3. Bexarotene digunakan untuk limfoma sel T kutaneus, sejenis kanker kulit
  4. Tazarotene digunakan untuk jerawat dan psoriasis
  5. Tretinoin digunakan untuk jerawat, kerutan, hiperpigmentasi, dan keratosis pilaris

Retinoid tersedia dalam bentuk gel, krim, dan cairan. Biasanya, produk ini digunakan sekali sehari, dengan panduan dari profesional medis. Umumnya, retinoid dioleskan setelah wajah dibersihkan dengan pembersih yang lembut.

Cara Menggunakan Retinoid

Retinoid umumnya digunakan satu kali sehari dalam bentuk gel, krim, atau cairan setelah mencuci wajah dengan pembersih yang lembut. Untuk meminimalkan risiko iritasi, disarankan memulai dengan konsentrasi rendah dan mengoleskannya pada kulit yang benar-benar kering, yakni sekitar 20 menit setelah mencuci wajah. Setelah diaplikasikan, lanjutkan dengan pelembap untuk menjaga hidrasi kulit.

Penting juga untuk selalu menggunakan tabir surya setiap hari, karena retinoid dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari. Penggunaan yang hati-hati dan bertahap akan membantu kulit beradaptasi tanpa menimbulkan efek samping yang berlebihan.

Apa Itu Retinol?

Ilustrasi Retinol
Perbedaan Retinol dan Retinoid. @ 2024 merdeka.com

Retinol adalah salah satu bentuk dari retinoid, namun memiliki konsentrasi yang lebih rendah dan umumnya tersedia tanpa resep dokter. Retinol ditemukan dalam banyak produk perawatan kulit komersial yang dijual bebas (over-the-counter/OTC) dan banyak dipromosikan sebagai solusi anti-aging.

Walaupun berasal dari kelompok yang sama, retinol bekerja lebih lambat dibandingkan retinoid resep. Hal ini karena retinol harus melalui beberapa tahap konversi di dalam kulit sebelum berubah menjadi bentuk aktif yakni asam retinoat yang dapat memberikan efek nyata.

Apakah Retinol Cocok untuk Anda?

Retinol cocok digunakan untuk mereka yang memiliki permasalahan kulit ringan dan menginginkan hasil bertahap tanpa risiko iritasi yang berat. Beberapa manfaat retinol di antaranya:

  1. Mengurangi tanda-tanda penuaan dini
  2. Memudarkan hiperpigmentasi
  3. Meratakan warna dan tekstur kulit
  4. Membantu mengatasi pori-pori besar

Karena bersifat lebih ringan, risiko efek samping seperti kemerahan, kulit mengelupas, atau iritasi cenderung lebih kecil.

Namun, perlu diperhatikan bahwa produk OTC tidak memiliki regulasi ketat seperti produk resep. Konsentrasi retinol di pasaran sangat bervariasi, mulai dari 0,0015% hingga 1%. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memulai dari konsentrasi terendah, dan menaikkannya secara bertahap sesuai kebutuhan serta toleransi kulit.

Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Jika Anda masih ragu dalam memilih antara retinoid dan retinol, langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter kulit. Mereka dapat membantu menentukan apakah Anda memerlukan retinoid resep atau cukup menggunakan retinol OTC berdasarkan kondisi kulit yang Anda alami.

Beberapa pertimbangan penting sebelum memilih produk:

  1. Orang dengan kulit kering atau sensitif sebaiknya menghindari retinoid, karena efek iritasinya lebih besar.
  2. Jika pernah mengalami reaksi alergi, kemerahan parah, atau ruam setelah menggunakan produk retinoid, maka beralih ke retinol bisa menjadi alternatif yang lebih aman.
  3. Individu dengan kulit berwarna gelap perlu lebih waspada terhadap potensi efek samping seperti inflamasi yang tidak terlihat jelas, tetapi dapat menyebabkan hiperpigmentasi pasca-inflamasi.

Retinoid dan retinol tidak disarankan untuk digunakan oleh ibu hamil atau menyusui, kecuali atas anjuran dan pengawasan ketat dari dokter.

Risiko dan Efek Samping

Ilustrasi jerawat
Ilustrasi jerawat. (Image by wayhomestudio on Freepik) @ 2024 merdeka.com

Meskipun dikenal ampuh, retinoid dan retinol tetap memiliki risiko efek samping. Terutama jika digunakan secara berlebihan, dalam dosis tinggi, atau tanpa tahapan adaptasi kulit.

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi:

  1. Jerawat memburuk di awal pemakaian
  2. Dermatitis atau peradangan kulit
  3. Kulit kering dan mengelupas
  4. Rasa perih dan sensasi terbakar
  5. Kulit menjadi sangat sensitif terhadap sinar matahari
  6. Hiperpigmentasi atau perubahan warna kulit
  7. Pembengkakan, kemerahan, dan rasa gatal

Oleh karena itu, penting untuk mengikuti panduan penggunaan dengan benar, seperti:

  1. Mulai pemakaian setiap dua malam sekali
  2. Gunakan pada kulit yang benar-benar kering (tunggu 20 menit setelah mencuci wajah)
  3. Awali dengan konsentrasi terendah
  4. Gunakan pelembap setelahnya
  5. Selalu gunakan tabir surya pada pagi harinya

“Gunakan perlahan, dan dengarkan kulit Anda.”

Kutipan ini menggambarkan filosofi utama dalam penggunaan bahan aktif seperti retinoid dan retinol, bahwa perawatan kulit bukanlah perlombaan, melainkan proses yang memerlukan kesabaran dan perhatian.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Retinoid dan retinol tidak cocok untuk semua jenis kulit, terutama bagi mereka yang sensitif atau rentan iritasi. Jika setelah penggunaan kulit Anda justru memburuk, segera hentikan pemakaian dan konsultasikan ke dokter. Beberapa tanda yang mengharuskan Anda menemui dokter kulit meliputi perubahan warna kulit yang tidak biasa, kekeringan ekstrem yang tidak kunjung membaik, munculnya ruam, bengkak, atau lepuh, serta rasa perih yang berlangsung terus-menerus.

Konsultasi dengan tenaga medis akan membantu menentukan apakah Anda perlu mengganti produk, menurunkan konsentrasi, atau beralih ke perawatan lain yang lebih sesuai untuk kondisi kulit Anda.

Retinoid dan retinol adalah dua jenis bahan aktif berbasis vitamin A yang terbukti efektif dalam merawat berbagai masalah kulit. Retinoid biasanya hadir dalam bentuk resep dokter dan lebih kuat, sedangkan retinol tersedia bebas di pasaran dengan potensi yang lebih ringan.

Meskipun keduanya memiliki manfaat luar biasa, penting untuk menggunakan dengan hati-hati dan bertahap. Salah memilih bisa membuat kulit Anda semakin bermasalah, bukan membaik.

Jadi, jangan terburu-buru ingin kulit mulus dalam semalam. Seperti pepatah mengatakan, "Pelan tapi pasti." Mulailah dari produk yang ringan, perhatikan reaksi kulit, dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika ragu.

Rekomendasi