Tidak hanya rendang, masakan Padang menawarkan berbagai pilihan menu yang beragam. Salah satu di antaranya adalah gulai gajebo, yang mungkin masih asing bagi sebagian orang. Seorang food blogger bernama @sibungbung di TikTok menyebutkan bahwa hidangan ini merupakan salah satu andalan dari Rumah Makan Padang Sepakat yang terletak di Melawai, Blok M, Jakarta Selatan.
Rumah makan tersebut telah beroperasi sejak tahun 1967, sehingga telah berpengalaman lebih dari 50 tahun. Menu gulai gajebo ini termasuk hidangan langka yang jarang ditemukan di rumah makan Padang lainnya, namun masih tersedia di Rumah Makan Padang Sepakat. Lantas, apa yang membuat menu gulai ini begitu istimewa?
Gulai gajebo yang juga dikenal sebagai gajeboh atau sampade daging, terbuat dari sandung lamur, yaitu bagian punuk sapi yang memiliki kandungan lemak kenyal. Hidangan ini biasanya disiapkan dengan proporsi lemak yang lebih banyak dibandingkan daging. Mengenai kuliner ini, laman Indonesia Kaya juga memberikan referensi yang menarik.
Dikatakan bahwa gulai ini menggunakan bagian punuk sapi yang kaya lemak, sehingga memberikan rasa yang begitu gurih dan lezat saat disantap. Perbandingan antara daging dan lemak dalam hidangan ini adalah satu banding tiga. Semakin tipis dagingnya, semakin nikmat rasa lemaknya. Namun, bagi Anda yang memiliki masalah kolesterol tinggi, sebaiknya berhati-hati saat mengonsumsi gulai ini atau bahkan menghindarinya sama sekali, dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber pada, Selasa(8/4/2025).
Advertisement
Gulai Gajebo kini semakin sulit Ditemukan
Gulai Gajebo memiliki perbedaan mencolok dibandingkan dengan gulai biasa, yang umumnya menggunakan santan. Hidangan ini menawarkan kuah asam padeh atau asam pedas yang kaya akan rempah-rempah, sehingga setiap suapan memberikan pengalaman rasa yang tak terlupakan.
Di Jakarta, RM Sepakat adalah salah satu tempat yang masih menyajikan Gulai Gajebo. Namun, tidak semua rumah makan Padang menyediakan hidangan ini. Oleh karena itu, untuk menikmati kelezatan Gulai Gajebo, Anda perlu mencari rumah makan Padang yang autentik dan tradisional.
Salah satu restoran yang mengklaim menyajikan masakan Padang autentik dengan sentuhan modern adalah Gadang Barubah. Mereka berkomitmen untuk mengangkat masakan Padang ke tingkat yang belum pernah ada sebelumnya. Setiap menu yang disajikan di sini bukan sekadar makanan, tetapi juga merupakan cara untuk menikmati tradisi dengan pendekatan yang inovatif.
Jika Anda tidak dapat mengunjungi Rumah Makan Padang, alternatif lainnya adalah mencoba membuatnya sendiri di rumah. Pastikan Anda menemukan sandung lamur di pasar tradisional untuk mendapatkan rasa yang sesuai dengan aslinya.
Advertisement
Gulai Gajebo yang tidak menggunakan Tambahan Santan
Murdijati Gardjito, dalam buku Makanan Tradisional Indonesia Seri 2 (2017) yang ditulis bersama Umar Santoso dan Eni Harmayani, menjelaskan bahwa penggunaan santan awalnya banyak diterapkan oleh masyarakat India. Seiring waktu, gulai mulai menyebar dan menjadi bagian dari kebiasaan kuliner pada abad ke-13 dan ke-14. Santan yang dihasilkan dari kelapa Sumatra Barat dikenal memiliki cita rasa yang lebih khas dibandingkan dengan daerah lain di Nusantara. Penggunaan rempah-rempah seperti cengkeh, kapulaga, dan jinten yang berasal dari Nusantara memberikan keunikan pada masakan khas Minangkabau. Dengan demikian, terciptalah hidangan yang memiliki rasa gurih, pedas, dan aromatik.
Santan menjadi bahan yang membedakan gulai gajeboh dari gulai khas Padang secara umum. Meskipun disebut "gulai," proses pengolahan sandung lamur (yang juga dikenal sebagai gajeboh) tidak menggunakan santan. Hal ini disebabkan oleh kandungan lemak tebal pada dagingnya yang sudah cukup memberikan rasa gurih dan khas. Daging yang berlemak tersebut kemudian disajikan dengan kuah asam padeh atau asam pedas yang tidak mengandung santan.
Advertisement
Hidangan Gulai merupakan hasil Pengaruh Budaya dari Masakan India
Gulai gajebo bukan sekadar hidangan, melainkan juga mengandung nilai sejarah dan budaya yang mendalam. Dengan semakin berkurangnya jumlah rumah makan yang menyajikan gulai gajebo, muncul kekhawatiran bahwa kuliner ini akan punah seiring berjalannya waktu. Selain gulai gajebo, tentu saja ada berbagai jenis gulai lainnya yang juga merupakan bagian dari kuliner khas Indonesia.
Meskipun gulai merupakan sajian yang terkenal, kehadirannya tidak muncul secara tiba-tiba. Tanah Minang dikenal sebagai tempat yang kaya akan rempah-rempah. Sejak lama, daerah Sumatra telah terkenal dengan warisan bumbu rempah yang menggugah selera. Kemampuan luar biasa dalam mengolah rempah-rempah ini juga memberikan nilai tambah bagi hidangan-hidangan dari Sumatra.
Terutama Sumatra Barat, yang berada di jalur perdagangan di pantai barat Sumatra pada abad ke-16, menjadi pusat perhatian para pedagang. Akibatnya, daerah ini menjadi tujuan utama bagi para pedagang, termasuk pedagang rempah-rempah. Sering kali, para pedagang dari Timur Tengah dan India singgah di wilayah ini. Oleh karena itu, pengaruh dari India dapat terlihat dalam berbagai sajian kulinernya, termasuk gulai.