4 Jenis Kuah Ramen Jepang Terpopuler, Jangan sampai Keliru Pesan!

Pada dasarnya ada empat jenis ramen yang paling populer. Masing-masing dibedakan dari kuahnya.

Tantri Setyorini
Oleh Tantri Setyorini - Reporter
4 Jenis Kuah Ramen Jepang Terpopuler, Jangan sampai Keliru Pesan!
ilustrasi ramen. © flickr.com/City Foodsters

Ramen adalah salah satu sajian khas kedai-kedai di Jepang yang kini sudah mendunia. Makanan ini terdiri dari semangkuk mi yang disajikan bersama kuah kaldu dan berbagai jenis pugasan.

Setiap kedai ramen memiliki ciri khas tersendiri dalam menyajikan hidangan. Namun, pada dasarnya ada empat jenis ramen yang paling populer. Masing-masing dibedakan dari kuahnya.

Berikut ini beberapa jenis ramen yang perlu diketahui foodies. Jangan sampai salah pesan!

Shio ramen bisa juga diterjemahkan sebagai ramen garam. Ini merupakan jenis ramen paling tradisional. Penampilannya mudah dikenali, sebab kuahnya paling bening jika dibandingkan ramen jenis lain.

Umumnya, shio ramen dibuat dari kaldu ayam. Kadang juga ditambahkan daging babi, sapi, atau ikan; tergantung daerah asalnya. Sementara bumbu utamanya adalah garam.

Biasanya, ramen jenis ini disajikan bersama topping rumput laut melimpah. Dilansir Motto Japan, kuah ramen ini ini terasa paling ringan. Kalorinya pun paling rendah, sekitar 400 kalori.

Miso adalah pasta fermentasi kedelai, sedikit mirip dengan tauco yang banyak digunakan di Indonesia. Di Jepang, miso sering digunakan untuk membumbui sup atau saus. Aromanya sangat tajam, tapi bisa memberikan rasa gurih yang khas.

Ramen yang menggunakan miso bisa dikenali dari warna kaldunya yang agak keruh dengan warna krem atau kekuningan. Biasanya, jenis ramen yang satu ini disajikan dengan topping sayuran. Walaupun begitu, ada juga miso ramen yang menggunakan topping daging atau telur.

Miso ramen baru muncul di Jepang pada tahun 1960-an. Dilansir Japan Guide, jenis ramen ini berasal dari Hokkaido. Sekarang, jenis ramen ini bisa ditemui nyaris di setiap kedai ramen Jepang di berbagai negara.

 

Shoyu adalah sejenis kecap asin khas Jepang yang umum digunakan sebagai bumbu masakan atau cocolan. Bahan makanan ini juga sering digunakan sebagai tare (bumbu) pada kaldu ramen.

Dilansir FUN! JAPAN, daging dan sayuran seperti bawang-bawangan direbus terlebih dahulu untuk mendapatkan kuah kaldu. Setelah itu, baru dibumbui dengan shoyu dan disajikan bersama mi serta pugasan.

Biasanya, shoyu ramen memiliki kaldu berwarna gelap. Ramen disajikan dengan topping irisan daging babi, bawang, dan telur rebus setengah matang.

 

Ramen jenis terakhir yang paling populer di Jepang adalah tonkotsu ramen. Kuahnya dibuat dari tulang babi yang direbus selama berjam-jam hingga menghasilkan kaldu kental berwarna putih susu. Rasa kaldunya paling creamy dengan kalori sekitar 600 kalori.

Dilansir Tokyo Ramen Tours, tonkotsu ramen diakui sebagai hidangan yang berasal dari Pulau Kyushu. Konon, tonkotsu ramen berawal dari kedai kaki lima di pinggir jalan Fukuoka.

Tonkotsu ramen umum disajikan dengan irisan tebal daging perut babi rebus yang disebut chashu dan telur rebus setengah matang. Topping lain yang umum digunakan antara lain menma (rebung), irisan daun bawang, rumput laut, dan jagung pipil.

Selain empat jenis ramen di atas, masih banyak jenis ramen yang cukup populer. Antara lain tsukemen (ramen dingin yang disajikan dengan kuah terpisah), ramen dengan kaldu ikan, atau ramen kaldu bebek. Mau coba yang mana dulu?

Rekomendasi