Saat ini, melihat wanita yang memakai softlens untuk aktivitas sehari-hari tampaknya sudah bukan hal yang janggal. Kaum pria pun mulai banyak yang beralih dari kacamata ke softlens.
Softlens yang dulu hanya bisa dibeli di toko alat optik pun kisa sudah jauh lebih mudah didapatkan. Justru karena mudah didapat, akhirnya banyak pengguna softlens yang belum benar-benar paham dengan produk tersebut.
Tak sedikit yang memiliki softlens dengan diameter lebar hanya untuk mendapatkan efek big eyes. Padahal bukan itu tujuan utama softlens dibuat dengan diameter yang beragam. Banyak pula yang keliru memahami konsep water content dan pengaruhnya pada mata.
Sebelum menggunakan softlens, ada beberapa istilah terkait produk yang perlu dipahami. Istilah-istilah ini biasanya juga tercantum di kemasan produk.
1. Hydrogel & Silicone Hydrogel
Softlens adalah lensa kontak yang dibuat dari bahan sejenis plastik tipis dan lunak, bisa hydrogel atau silicone hydrogel.
Menurut siliconehydrogels.org, hydrogel berbentuk seperti gel, lunak, dan bisa mengandung air. Salah satu jenis hydrogel yang paling umum digunakan adalah poly (2-hydroxyethyl methacrylate) atau polyHEMA.
Sementara itu, softlens yang terbuat dari silicone hydrogel baru diperkenalkan pada tahun 2002. Bahan ini mampu mengantarkan oksigen lebih baik daripada hydrogel. Silicone hydrogel juga memiliki kemampuan lebih baik dalam mencegah deposit protein, sehingga softlens bisa dipakai dalam jangka waktu yang lebih lama.
Advertisement
Kadar air atau water content berkaitan dengan jumlah cairan yang bisa diserap oleh lensa. Hal ini mempengaruhi tingkat presisi lensa pada kornea dan kadar oksigen yang bisa diantarkan ke bola mata.
Softlens dengan kadar air tinggi (>50%) bersifat water loving, mudah menyerap cairan. Softlens dengan kadar air tinggi disarankan untuk pengguna yang matanya memiliki kadar air tinggi. Jika softlens seperti ini dipakai oleh mereka yang matanya mudah kering, lensa akan menyerap sebagian besar cairan. Akibatnya oksigen tidak bisa masuk dengan leluasa. Mata jadi merah dan iritasi.
Softlens dengan kadar air rendah (
Advertisement
Kemasan softlens biasanya bertulisan power range plano atau -0.25D dan seterusnya sampai -6.00D. Ini adalah ukuran minus alat optik. Plano berarti untuk mata normal. Kenapa hanya sampai -6.00D? Karena softlens yang dijual di pasaran umumnya hanya menyediakan ukuran sampai -6. Jika ukuran minus lebih tinggi, softlens harus dibuat secara khusus oleh ahli mata.
Preskripsi untuk kacamata dan lensa kontak tidak selalu sama. Biasanya ukuran minus diturunkan sebanyak -0.25. Penyesuaian ini diperlukan karena preskripsi dibuat untuk kacamata yang digunakan dengan jarak beberapa milimeter dari bola mata. Sementara lensa kontak atau softlens menempel langsung pada kornea.
Biasanya orang memiliki ukuran minus yang berbeda antara mata kanan dan kiri. Sayangnya softlens dijual sepasang. Jadi satu-satunya solusi untuk yang memiliki minus berbeda adalah membeli dua pasang.
Advertisement
Menurut Specsavers, ukuran kelengkungan lensa kontak disebut base curve dan menggunakan satuan milimeter. Semakin kecil ukuran base curve, semakin ketat posisi lensa pada kornea mata. Kebanyakan softlens yang beredar di Indonesia memiliki base curve 8,6 mm.
Jika softlens yang Anda coba terlalu longgar, sebaiknya beralih ke softlens yang memiliki ukuran base curve lebih kecil. Jika softlens sudah terasa pas, diameter pas, dan power range atau step minusnya sudah sesuai tetapi penglihatan jadi buram, mungkin base curve softlens terlalu kecil.
Advertisement
Softlens dengan diameter yang berbeda-beda ditujukan untuk memberikan preferensi bagi pengguna dengan kelengkungan kornea dan tingkat produksi air mata yang berbeda-beda. Berbeda dengan base curve, diameter yang lebih kecil akan menjadikan posisi softlens lebih longgar di kornea dan begitu juga sebaliknya.
Bentuk kornea yang lebih menonjol akan membuat softlens dengan diameter besar terlalu berdekatan dengan sklera atau area di sekitar kornea. Akibatnya, softlens terpasang terlalu ketat dan bisa menghambat pembaruan air mata.
Diameter softlens yang lebih besar tidak selalu berarti iris (selaput pelangi mata) akan terlihat lebih besar juga. Jadi, jangan sampai keliru memilih diameter softlens hanya demi mendapatkan efek mata yang lebih besar.
Advertisement
AKL adalah deretan angka yang menunjukkan nomor registrasi alat kesehatan. Adanya AKL menunjukkan bahwa produk tersebut sudah terdaftar secara resmi di Departemen Kesehatan dan dianggap layak pakai.
Demikian beberapa istilah pada kemasan softlens yang perlu Anda pahami artinya. Silakan pilih sesuai kondisi dan preskripsi mata.