Sambut kelahiran putera mahkota, Bhutan tanam 108.000 pohon

Untuk merayakan kelahiran putera nomor satu di negeri itu, seluruh Bhutan memilih cara yang ramah lingkungan.

Tantri Setyorini
Oleh Tantri Setyorini - Reporter
Sambut kelahiran putera mahkota, Bhutan tanam 108.000 pohon
Bhutan sambut kelahiran putera mahkota dengan tanam pohon. ©2016 Treehugger

Bhutan sering disebut sebagai salah satu negara yang paling 'hijau' di muka bumi. Negara ini mengadopsi berbagai kebijakan yang ramah lingkungan. Alih-alih Produk Nasional Bruto, Bhutan lebih memilih untuk fokus pada Kebahagiaan Nasional Bruto bagi warganya.Untuk merayakan kelahiran putera nomor satu di negeri itu, seluruh Bhutan memilih cara yang paling ramah lingkungan pula.

Bhutan sambut kelahiran putera mahkota dengan tanam pohon ©2016 Treehugger

Dilansir Treehugger (15/3), 108.000 bibit pohon telah ditanam di untuk memperingati kelahiran putera pertama Yang Mulia Raja Jigme Khesar Namgyel Wangchuck dan Ratu Jetsun Pema.

Bhutan sambut kelahiran putera mahkota dengan tanam pohon ©2016 Treehugger

Konstitusi Bhutan menetapkan bahwa setidaknya 60 persen dari lahan di negara itu terjaga kelestariannya. Tetapi bukan hanya itu alasan yang mendasari gerakan penanaman bibit pohon di hari kelahiran putera mahkota.

Bhutan sambut kelahiran putera mahkota dengan tanam pohon ©2016 Treehugger

"Dalam ajaran Buddha, pohon adalah penyedia dan pemelihara dari semua bentuk kehidupan," kata Tenzin Lekphell yang mengkoordinasikan gerakan tersebut. "Ini melambangkan umur panjang, kesehatan, keindahan, dan kasih sayang."

Bhutan sambut kelahiran putera mahkota dengan tanam pohon ©2016 Treehugger

Aksi penghijauan ini segera menjadi topik pembicaraan dunia internasional. Tahun lalu, Bhutan menyabet Guinness World Record dengan menanam hampir 50.000 pohon dalam waktu satu jam.

Rekomendasi