Marissa Mayer, sosok CEO cantik di balik kesuksesan Yahoo!

Di balik wajah cantiknya tersembunyi otak cemerlang yang ikut menyumbang kesuksesan bagi Google dan Yahoo!.

Tantri Setyorini
Oleh Tantri Setyorini - Reporter
Marissa Mayer, sosok CEO cantik di balik kesuksesan Yahoo!
Marissa Mayer. ©2015 Merdeka.com/www.glamour.com

Siapa yang menyangka, di balik wajah cantik perempuan ini tersembunyi otak cemerlang yang ikut menyumbang kesuksesan bagi dua situs terbesar di dunia, Google dan Yahoo!. Dialah Marissa Mayer, CEO Yahoo! yang dilaporkan CNN Money menduduki peringkat 16 dalam daftar pebisnis wanita paling berpengaruh di dunia.Marissa Mayer sempat menjadi sosok penting di Google. Di perusahaan tersebut dia sempat menjadi eksekutif dan spokesperson. Perempuan ini lantas hijrah ke Yahoo! dan menjabat sebagai CEO sejak tahun 2012. Pekerja keras yang tak pernah setengah-setengah

Wanita cantik berambut pirang ini tak pernah setengah-setengah dalam melakukan segala sesuatu. Saking besar dedikasinya terhadap pekerjaan, Marissa mengaku berinisiatif lembur selama 5 tahun berturut. Kala itu dia masih menjadi bagian dari Google. Marissa mengorbankan jam tidur malamnya setiap hari untuk menyelesaikan pekerjaan. Hasilnya, dia berhasil ikut melahirkan sejumlah inovasi penting di Google, antara lain Google Search, Google Images, Google News, Google Maps, Google Books, Google Product Search, Google Toolbar, iGoogle, dan Gmail.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Photo source: REUTERS/Noah Berger/FilesDia juga membawa sejumlah perubahan penting bagi Yahoo!. Marissa memperkenalkan program online PB&J untuk menyederhanakan proses birokrasi yang rumit dalam perusahaan. Konsepnya adalah menampung keluhan karyawan dalam bentuk voting. Jika suatu permasalahan mendapat lebih dari 50 vote, tim manajemen online akan segera menindaklanjuti. Pada masa kepemimpinannya, Yahoo! juga berhasil mengakuisisi Tumblr dengan nilai USD 1,1 triliun.Hobi yang dipilihnya pun jauh dari biasa saja. Marissa sangat menggemari olah raga ekstrem. Salah satunya mendaki gunung. Perempuan ini pernah mencapai puncak Kilimanjaro, salah satu dari tujuh gunung tertinggi di dunia.


Si pemalu dan konservatif yang tumbuh sebagai pemberaniSaat masih kecil, Marissa adalah anak yang sangat pemalu. Dia mencoba mengatasi hal itu dengan mengikuti kursus piano dan balet. Saat remaja dia berhasil membuang sifat pemalunya dan menjadi murid yang sangat aktif. Namun sifatnya yang selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan masih terbawa.Sifat konservatif itu ditinggalkannya begitu hijrah ke Yahoo!. Mantan bosnya di Google berpesan agar dia berani mengambil keputusan. Marissa mengingat baik-baik pesan itu dan menerapkannya di Yahoo!. Keputusan-keputusan yang dia ambil sebagai CEO tak selalu menuai pujian. Beberapa di antaranya bahkan mendapat kritikan pedas dari sejumlah pakar bisnis. Namun hal itu tak menghentikannya dalam berkiprah.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Photo source: 9to5google.comMenurut penuturan Marissa kepada Fortunes, dia harus membuat keputusan yang berani jika ingin membuat perubahan dalam hidup banyak orang.

Jutawan yang dermawan

Dilansir Forbes, istri filantropis Zachary Bogue ini ini memiliki nilai kekayaan mencapai USD 380 milyar. Pada tahun 2014, penghasilannya naik 69 persen hingga mencapai USD 42 juta. Hal ini menjadikannya salah satu CEO dengan bayaran tertinggi di Amerika Serikat.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Photo source: Softpedia.comNamun kekayaan berlimpah tidak menjadikan Marissa lupa diri. Sama seperti sang suami, Marissa juga dikenal sebagai filantropis. Dia duduk dalam jajaran direksi sejumlah perusahaan nirlaba seperti CooperHewitt, National Design Museum, New York City Ballet, San Francisco Ballet, and San Francisco Museum of Modern Art.

Rekomendasi