Cara menyimpan tempe agar tidak cepat rusak tanpa kulkas menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang ingin menjaga kualitas tempe tetap segar meski tanpa lemari pendingin. Fermentasi kedelai oleh kapang Rhizopus yang terus berlangsung membuat tempe rentan berubah warna, berbau menyengat, hingga membusuk apabila dibiarkan begitu saja di suhu ruang.
Sebagaimana dipaparkan dalam jurnal Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition berjudul Tempe, a Nutritious and Healthy Food from Indonesia (Astuti, Meliala, Dalais, dan Wahlqvist, 2000), tempe adalah produk fermentasi kedelai menggunakan kapang Rhizopus yang sudah menjadi bagian pola makan masyarakat sejak berabad-abad lalu. Sayangnya, proses fermentasi yang terus aktif inilah yang membuat tempe tergolong bahan pangan dengan masa simpan singkat apabila tidak ditangani dengan tepat.
Kementerian Kesehatan RI melalui Pedoman Higiene dan Sanitasi pada Tempat Pengelolaan Pangan Tempe Kedelai dan Tahu Kedelai tahun 2022 turut menegaskan pentingnya menjaga kebersihan dan kondisi penyimpanan agar produk fermentasi kedelai ini tetap aman dikonsumsi. Berikut adalah cara menyimpan tempe agar tidak cepat rusak tanpa kulkas dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (24/9/2026).
Advertisement
Mengapa Tempe Cepat Rusak Tanpa Disimpan di Kulkas?
Tempe merupakan produk fermentasi yang masih "hidup", artinya kapang Rhizopus di dalamnya terus tumbuh dan bekerja selama belum dimasak. Sebuah penelitian yang dimuat Jurnal Redoks (Wahyudi, 2018) menunjukkan bahwa suhu ruang inkubasi berpengaruh langsung terhadap kecepatan pertumbuhan Rhizopus oligosporus pada pembuatan tempe kedelai. Artinya, suhu ruang yang hangat justru mempercepat kapang terus tumbuh melampaui titik optimal, hingga akhirnya memicu perubahan warna, munculnya bau amonia, dan tekstur yang berlendir.
Selain suhu, kelembapan udara di sekitar tempe juga berperan besar. Semakin lembap dan tertutup ruangan, semakin cepat pula jamur pembusuk lain ikut tumbuh berebut tempat dengan kapang tempe itu sendiri.
Ciri-Ciri Tempe Berkualitas Baik Sebelum Disimpan
Sebelum membahas cara penyimpanannya, penting untuk memastikan tempe yang dibeli memang dalam kondisi baik. Tempe yang berkualitas baik memiliki ciri kedelai berwarna kuning bersih dengan kapang berwarna putih tebal dan merata di seluruh permukaan.
Teksturnya padat dan kompak saat dipegang, tidak basah atau berlendir, serta tidak tercium aroma asam maupun menyengat.
Memilih tempe berkualitas baik sejak awal akan sangat menentukan seberapa lama tempe bisa bertahan, sebaik apa pun metode penyimpanan yang diterapkan nantinya.
Advertisement
Cara Menyimpan Tempe agar Tidak Cepat Rusak Tanpa Kulkas
Berikut sejumlah metode yang bisa diterapkan untuk memperpanjang kesegaran tempe meski tanpa bantuan lemari pendingin.
1. Simpan dalam Kondisi Utuh, Jangan Dipotong Dulu
Tempe yang sudah dipotong akan lebih cepat kering dan terpapar udara secara langsung pada bagian bekas potongan. Jika belum akan segera diolah, sebaiknya simpan tempe dalam kondisi utuh dan potong secukupnya hanya saat akan dimasak.
2. Bungkus dengan Daun Pisang
Metode tradisional ini terbukti mampu mengawetkan tempe karena daun pisang memiliki kemampuan menyerap kelembapan dengan baik, sehingga membantu mencegah pertumbuhan jamur berlebih. Dengan cara ini, tempe bisa bertahan sekitar dua hari asalkan disimpan di tempat yang sejuk dan kering.
3. Kukus atau Rebus Sebentar untuk Menghentikan Fermentasi
Proses pengukusan selama 10-15 menit dapat menghentikan sementara aktivitas fermentasi kapang. Setelah dikukus, tiriskan tempe hingga benar-benar dingin sebelum disimpan di wadah tertutup. Cara ini efektif membuat tempe bertahan lebih lama di suhu ruang dibandingkan tempe mentah yang belum diolah sama sekali.
4. Simpan dalam Wadah Tertutup Rapat
Gunakan wadah berbahan kaca atau keramik yang bisa ditutup rapat untuk melindungi tempe dari paparan udara luar secara langsung. Udara yang bersirkulasi bebas dapat mempercepat pertumbuhan jamur dan mikroorganisme lain, sehingga tempe pun lebih cepat rusak jika dibiarkan terbuka begitu saja.
5. Manfaatkan Garam sebagai Pengawet Alami
Menaburkan sedikit garam dapur murni ke permukaan tempe dapat membantu memperlambat pertumbuhan jamur karena garam bekerja mengurangi kadar air bebas pada permukaan tempe. Meski demikian, gunakan garam secukupnya saja agar rasa tempe tidak menjadi terlalu asin saat dimasak nanti.
6. Simpan di Tempat Sejuk, Kering, dan Terhindar dari Sinar Matahari Langsung
Suhu ruang yang stabil dan tidak lembap akan memperlambat laju fermentasi tempe. Hindari meletakkan tempe di dekat kompor atau area dapur yang panas, karena suhu tinggi justru mempercepat kapang tumbuh berlebihan hingga tempe cepat berubah warna dan berbau.
7. Gunakan Pengasapan Ringan sebagai Alternatif
Pengasapan ringan selama maksimal 30 menit juga bisa menjadi pilihan untuk memperlambat pertumbuhan jamur pada permukaan tempe. Pastikan tempe tidak diletakkan terlalu dekat dengan sumber panas agar teksturnya tidak ikut matang akibat asap.
Advertisement
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menyimpan Tempe
Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah menyimpan tempe dalam kondisi sudah terpotong tanpa dibungkus rapat, sehingga permukaannya cepat kering dan mengeras.
Kesalahan lain adalah menumpuk tempe dengan bahan makanan lain yang lembap di satu wadah yang sama, sebab kelembapan berlebih justru mempercepat pertumbuhan jamur liar selain kapang tempe. Selain itu, banyak juga yang langsung menyimpan tempe basah bekas cucian tanpa dikeringkan terlebih dahulu, padahal sisa air ini bisa memicu pembusukan lebih cepat.
Kandungan Gizi Tempe yang Sayang Dilewatkan
Selain praktis disimpan, tempe juga dikenal luas sebagai sumber protein nabati yang setara dengan protein hewani. Berikut gambaran umum kandungan gizinya per 100 gram:
| Kandungan Gizi | Perkiraan Jumlah per 100 Gram |
|---|---|
| Energi | 190-200 kkal |
| Protein | 18-20 gram |
| Lemak | 10-11 gram |
| Karbohidrat | 9-10 gram |
| Serat | 1,5-2 gram |
| Kalsium | 100-150 miligram |
| Zat besi | 2-4 miligram |
Kandungan protein dan isoflavon pada tempe inilah yang membuatnya banyak direkomendasikan sebagai alternatif sumber protein nabati sehari-hari, terutama bagi masyarakat yang membatasi konsumsi protein hewani.
Tips Menjaga Kualitas Tempe Sebelum Diolah
Selain metode penyimpanan di atas, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa membantu menjaga kualitas tempe lebih lama. Belilah tempe dalam jumlah secukupnya sesuai kebutuhan memasak agar tidak perlu disimpan terlalu lama. Sebisa mungkin olah tempe maksimal 1-2 hari setelah dibeli untuk hasil masakan yang optimal.
Terakhir, selalu periksa kondisi tempe sebelum dimasak, dan buang jika sudah muncul tanda-tanda busuk seperti bau menyengat, lendir, atau warna kehitaman yang tidak merata.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menyimpan Tempe Tanpa Kulkas
1. Berapa lama tempe bisa bertahan tanpa kulkas?
Pada suhu ruang biasa, tempe umumnya hanya bertahan 1-2 hari. Dengan perlakuan khusus seperti dikukus atau dibungkus daun pisang, masa simpannya bisa diperpanjang hingga 2-3 hari.
2. Apakah tempe yang sudah berbau tetap aman dikonsumsi?
Sebaiknya tidak. Bau menyengat dan tekstur berlendir menandakan fermentasi sudah berlebihan atau muncul mikroorganisme pembusuk lain, sehingga tempe sebaiknya tidak lagi dikonsumsi.
3. Apakah tempe boleh disimpan di dalam freezer?
Boleh, namun sebaiknya tempe dikukus terlebih dahulu sebelum dibekukan agar tekstur dan kualitasnya tetap terjaga saat dicairkan kembali.