Ketika para bayi tampak asyik belajar jadi DJ

Para batita tampak asyik berlatih menjadi DJ atau Disc Jockey di kelas Baby DJ School di Brooklyn, Amerika Serikat.

Destriyana
Oleh Destriyana - Reporter
Ketika para bayi tampak asyik belajar jadi DJ
Kelas DJ untuk bayi. ©2014 Merdeka.com/Baby DJ School/Facebook

Para batita tampak asyik berlatih menjadi DJ atau Disc Jockey di kelas Baby DJ School di Brooklyn, Amerika Serikat. Tercatat mulai September tahun lalu, ada enam siswa berusia antara 9 dan 20 bulan yang masuk di kelas DJ tersebut.Program kreatif ini dirancang oleh komposer dan sekaligus artis pertunjukan, Natalie Weis. Wanita 31 tahun itu mendapatkan ide tersebut ketika mengambil peralatan DJ-nya di rumah seorang teman. "Saya pernah menjaga seorang anak berusia satu setengah tahun bernama Rider. Ketika saya menunjukkan alat DJ kepadanya, dia tampak antusias. Dia sangat menyukainya dan menurut saya, sudah waktunya untuk mengajarkan anak tentang hal ini (DJ)," ungkap Natalie kepada The Wall Street Journal.Kini, dia mulai menulis lagu-lagu yang dapat mengajarkan kepada anak-anak tentang musik elektronik. Untuk memperkenalkan kelas DJ-nya, Natalie mem-posting tentang kelasnya di blog lokal, yang kemudian diulas kembali di situs Gothamist. Ulasan itu rupanya menuai banyak tanggapan positif dari para netizen.

Photo by Baby DJ School/Facebook

Photo by Baby DJ School/FacebookPara orang tua di kelas Baby DJ School juga sama bersemangatnya seperti anak-anak mereka. Menurut Audrey Beerman, yang datang bersama anaknya Ari, kebanyakan program bayi lainnya terasa begitu membosankan. "Saya pikir apa pun yang membuat anak-anak dapat mencintai musik. Itu merupakan awal yang baik," katanya.

Photo by Baby DJ School/Facebook

Samantha Al-Fayez yang datang membawa anaknya yang baru berusia 1 tahun, mengatakan bahwa dia tidak tahu apakah anaknya akan menjadi seorang DJ kelak. Namun, menurut dia, anaknya memiliki keterikatan yang kuat pada musik, dan putranya juga suka menari mengikuti alunan musik.

Rekomendasi