Cara hadapi trauma orang tua yang kehilangan anak

Ketika menghadapi orang tua yang trauma karena kehilangan anak, jangan sampai salah bicara!

Kun Sila Ananda
Oleh Kun Sila Ananda - Reporter
Cara hadapi trauma orang tua yang kehilangan anak
Ilustrasi wanita depresi. ©Shutterstock.com/ Karuka

Baru-baru ini sebuah tragedi besar terjadi di Connecticut. Sedikitnya 26 orang, termasuk 20 anak-anak tewas ketika terjadi penyerangan di sebuah sekolah dasar di Newton. Kehilangan anak merupakan tragedi terbesar bagi orang tua. Sebagai saudara atau teman, terkadang Anda harus bisa memberikan ketenangan atau hiburan pada mereka yang sedang berduka.

Meski begitu, tak jarang Anda mengucapkan hal-hal yang tidak seharusnya dan malah memperburuk rasa kehilangan yang mereka alami. Untuk menghadapi orang tua yang sedang kehilangan anaknya, jangan pernah ucapkan kalimat-kalimat berikut ini, seperti dilansir Huffington Post (14/12).

1. "Tuhan membawanya untuk dijadikan salah satu bidadarinya"
Kalimat ini memberikan gambaran bahwa kematian anak mereka merupakan perbuatan Tuhan. Hal ini sama sekali tak akan membantu orang tua.

2. "Untunglah masih ada anak yang lain," atau "Untung kau masih muda, kau masih bisa punya anak lagi."
Kata-kata ini sungguh tidak berperikemanusiaan. Seorang anak tidak bisa dengan mudah digantikan oleh anak lainnya atau ditutup dengan kehadiran bayi lain. Kehilangan anak akan selalu jadi kehilangan bagi orang tua meskipun anak mereka banyak atau mereka masih mampu memiliki anak lagi.

3. "Anak hanyalah titipan Tuhan."
Ini akan mendorong orang tua untuk berpikir bahwa Tuhan sedemikian kejam hingga mengambil anak mereka hanya karena Tuhan mampu melakukannya. Selain itu, bisa saja akhirnya orang tua menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi.

4. "Tuhan tidak memberikan cobaan yang tak bisa diatasi oleh hamba-Nya."
Jangan samakan keadaan ini dengan kalimat "Apa yang tidak membunuhmu akan membuatmu lebih kuat." Nyatanya beberapa hal terkadang memang terasa sangat berat dan orang tua merasa tak sanggup menerimanya. Jadi lebih baik jangan sok bijaksana dengan mengatakan hal-hal semacam ini.

5. "Kita mungkin tak mengerti, namun ini adalah kehendak Tuhan."
Kecuali Anda adalah Tuhan, sebaiknya jangan gunakan kalimat ini.

Alih-alih menggunakan kalimat di atas, Anda bisa menghibur orang tua dengan mengatakan beberapa kalimat berikut ini.

1. "Aku tak percaya Tuhan menginginkan ini."
Orang tua yang berduka pasti sudah banyak mendengar kalimat "Tuhan menghendakinya" atau "Ini adalah kehendak Tuhan." Semua hal tersebut terdengar terlalu bijaksana untuk dipikirkan oleh orang yang berduka.

2. "Tak apa jika kau ingin marah. Kau bisa menumpahkan semuanya padaku jika kau butuh."
Kemarahan adalah hal yang pasti dirasakan orang tua jika mereka kehilangan anak dalam sebuah peristiwa tragis atau akibat ulah orang lain. Meski begitu, seringkali orang tua tak ingin mengatakannya. Menawarkan diri untuk mendengar kemarahannya akan membantu mereka melepas amarah sekaligus kesedihan yang mereka pendam.

3. "Ini memang menyakitkan."
Mungkin terdengar gamblang, namun terkadang kata-kata tersebut tak banyak diucapkan. Namun mengatakannya menunjukkan bahwa Anda tidak sedang bermanis-manis dengan rasa duka yang mereka alami. Anda tidak sedang sok baik atau bijaksana untuk menghibur mereka.

4. "Aku tak tahu mengapa ini bisa terjadi."
Ketika kehilangan anak dan mengalami trauma, orang tua membutuhkan jawaban. Mereka akan bertanya-tanya "kenapa ini bisa terjadi?" Mereka akan mendengar banyak teori mengapa hal tersebut bisa terjadi dari banyak orang. Jadi Anda tak perlu menambahkannya. Jujurlah dan katakan bahwa Anda tak tahu mengapa hal ini bisa terjadi.

5. "Aku mungkin tak tahu rasa sakit yang kau rasakan, namun aku selalu di sini untuk mendukungmu."
Meski Anda pernah mengalami rasa kehilangan yang lebih buruk, ingatlah bahwa tak ada rasa sakit yang sama. APa yang dirasakannya tak mungkin sama dengan yang Anda rasakan. Jangan katakan Anda tahu yang dia rasakan. Lebih baik Anda menawarkan diri untuk mendukungnya atau menjadi pendengar untuk semua keluh kesahnya.

Jika Anda ingin mendukung orang yang sedang kehilangan dengan tulus, terkadang kata-kata yang manis tak diperlukan. Akan lebih baik jika Anda berada di sisinya untuk mendengar dan membantu apapun yang dibutuhkannya.

Rekomendasi