Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minuman Hangat Tradisional untuk Menyambut Musim Hujan, Berbagai Resep yang Menghangatkan Tubuh

Minuman Hangat Tradisional untuk Menyambut Musim Hujan, Berbagai Resep yang Menghangatkan Tubuh

Musim hujan telah tiba, dan inilah saatnya untuk memperkuat daya tahan tubuh kita dengan minuman hangat tradisional yang kaya rempah.

Selain teh dan kopi, ada banyak minuman lokal yang tak hanya menghangatkan tubuh tetapi juga memberikan beragam manfaat kesehatan. Dari Bandrek hingga Angsle, berikut adalah 12 minuman hangat yang cocok dinikmati saat musim hujan.

Minuman Hangat Tradisional untuk Menyambut Musim Hujan, Berbagai Resep yang Menghangatkan Tubuh
1. Bandrek: Minuman Hangat Khas Sunda yang Lezat dan Berkhasiat

1. Bandrek: Minuman Hangat Khas Sunda yang Lezat dan Berkhasiat

Minuman bandrek berasal dari Tanah Sunda, Jawa Barat, dan sangat cocok diminum sore hari untuk menghangatkan tubuh.

Rempah-rempah seperti jahe merah, gula merah, kayu manis, cengkeh, sereh, dan daun pandan memberikan sensasi hangat yang menyenangkan.

Beberapa variasi menambahkan daging buah kelapa dan susu kental manis untuk rasa yang lebih nikmat.

Cara membuatnya: Rebus air hingga mendidih, masukkan jahe, gula merah, kayu manis, cengkeh, sereh, dan daun pandan. Setelah tercampur, saring dan tambahkan daging kelapa serta susu kental manis.

2. Bajigur: Manis Legit dari Jawa Barat untuk Menghangatkan Tubuh

Bajigur, juga berasal dari Jawa Barat, memiliki rasa manis legit. Bahan utamanya adalah gula aren dan santan, dengan tambahan jahe, kolang-kaling, atau bahkan kopi. Rasanya yang manis gurih membuatnya ideal untuk dinikmati pada sore hari.

2. Bajigur: Manis Legit dari Jawa Barat untuk Menghangatkan Tubuh
3. Bir Pletok: Minuman Tradisional Betawi tanpa Alkohol

3. Bir Pletok: Minuman Tradisional Betawi tanpa Alkohol

Meskipun namanya mengandung "bir," minuman ini sama sekali tidak mengandung alkohol.

Bir pletok muncul dari rasa penasaran masyarakat Betawi era kolonial terhadap anggur.

Dengan tambahan rempah seperti jahe, biji pala, lada, kapulaga, sereh, dan kayu manis, bir pletok memberikan sensasi hangat dan pedas.

4. Sarabba: Minuman Herbal Hangat dari Sulawesi

4. Sarabba: Minuman Herbal Hangat dari Sulawesi

Dari Sulawesi, suku Bugis menciptakan Sarabba, minuman herbal penghangat tubuh. Terbuat dari jahe, kayu manis, serai, lada hitam, gula aren, dan santan, minuman ini sering dianggap sebagai teman makan pisang goreng.

5. Wedang Uwuh: Legenda Minuman Hangat dari Yogyakarta

Wedang uwuh, minuman herbal dari Yogyakarta, terbuat dari campuran rempah seperti jahe, gula batu, daun cengkeh kering, serai, kapulaga, daun pala, dan kulit kayu secang. Meskipun tampilannya berantakan, minuman ini memiliki manfaat kesehatan, termasuk mengurangi kadar kolesterol dan meningkatkan daya tahan tubuh.

5. Wedang Uwuh: Legenda Minuman Hangat dari Yogyakarta

6. Wedang Jahe: Pilihan Sederhana untuk Menghangatkan Tubuh

Wedang jahe, dengan rasa hangat dan sedikit pedas, merupakan pilihan sederhana untuk menghangatkan tubuh. Senyawa keton bernama zingeron dalam jahe memberikan rasa pedas yang khas. Selain itu, wedang jahe juga dapat membantu menyembuhkan flu, sakit tenggorokan, mual, dan sakit perut.

6. Wedang Jahe: Pilihan Sederhana untuk Menghangatkan Tubuh

7. STMJ (Susu Telur Madu Jahe): Kombinasi Nikmat untuk Tubuh yang Hangat

STMJ, susu dicampur jahe, madu, dan kuning telur, adalah minuman hangat yang bisa ditemui di warung kopi atau angkringan. Rasa jahe dan susu memberikan efek hangat, sementara kuning telur menciptakan buih khas dan rasa yang lebih berat.

7. STMJ (Susu Telur Madu Jahe): Kombinasi Nikmat untuk Tubuh yang Hangat
8. Teh Talua: Minuman Berenergi Asli Minangkabau

8. Teh Talua: Minuman Berenergi Asli Minangkabau

Teh talua, berasal dari Sumatera Barat, terbuat dari campuran teh dan kuning telur. Dengan tampilan mirip teh tarik, minuman ini memberikan tambahan stamina dan sering disajikan dengan potongan jeruk nipis atau campuran pinang muda.

9. Wedang Tahu: Kuliner Peranakan Tionghoa yang Menghangatkan

9. Wedang Tahu: Kuliner Peranakan Tionghoa yang Menghangatkan

Wedang tahu, juga dikenal sebagai kembang tahu, adalah minuman hangat Peranakan Tionghoa. Menggabungkan air herbal jahe dengan tahu sutra lembut, minuman ini memberikan hangat dari jahe dan protein ekstra dari tahu.

10. Wedang Ronde: Kombinasi Hangat dan Nikmat untuk Dinikmati

Wedang ronde, dengan kuah jahe yang banyak manfaat, merupakan minuman lokal yang nikmat. Isian seperti kacang tanah, kolang-kaling, dan ronde memberikan rasa manis, gurih, dan kenyal.

10. Wedang Ronde: Kombinasi Hangat dan Nikmat untuk Dinikmati

11. Sekoteng: Minuman Hangat Manis dari Jawa Tengah

Sekoteng, dengan dasar air rebusan jahe, adalah minuman hangat manis yang disukai banyak orang. Susu kental manis atau santan menambah kelezatan, dan isian kacang tanah, kacang ijo, potongan roti tawar, dan bubur mutiara membuatnya nikmat untuk dinikmati malam hari.

11. Sekoteng: Minuman Hangat Manis dari Jawa Tengah

12. Angsle: Minuman Khas Jawa Timur untuk Cuaca Dingin

Angsle, minuman khas Jawa Timur, cocok dinikmati saat cuaca dingin atau hujan. Terdiri dari kuah santan jahe hangat dengan isian seperti beras ketan, kacang hijau, sagu mutiara, dan roti tawar, anggle memberikan sensasi hangat dan kelezatan pada setiap tegukan.

12. Angsle: Minuman Khas Jawa Timur untuk Cuaca Dingin
Dengan beragam pilihan minuman hangat tradisional ini, kita bisa menikmati musim hujan dengan tubuh yang hangat dan penuh kesehatan.

Dengan beragam pilihan minuman hangat tradisional ini, kita bisa menikmati musim hujan dengan tubuh yang hangat dan penuh kesehatan.

Ayo coba resep-resep ini di rumah dan rasakan manfaatnya untuk diri sendiri!

Tradisi Nirok Nanggok, Cara Masyarakat Belitung Mencari Ikan di Sungai Ketika Musim Kemarau Tiba
Tradisi Nirok Nanggok, Cara Masyarakat Belitung Mencari Ikan di Sungai Ketika Musim Kemarau Tiba

Nirok Nanggok, tradisi masyarakat Belitung saat menangkap ikan ketika musim kemarau telah tiba.

Baca Selengkapnya icon-hand
Tradisi Masyarakat Sunda saat Musim Kemarau, Pasang Kincir Angin dari Bambu
Tradisi Masyarakat Sunda saat Musim Kemarau, Pasang Kincir Angin dari Bambu

Semaking bising suaranya, semakin senang warga mendengarnya.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mengenal Tenun Siak, Kerajinan Tradisional Asli Kepulauan Riau
Mengenal Tenun Siak, Kerajinan Tradisional Asli Kepulauan Riau

Bagi masyarakat Melayu Riau, corak pada tenun Siak tidak hanya menjadi hiasan semata, tetapi juga mengandung makna yang mendalam serta berisi nilai-nilai luhur.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Intip Uniknya Tempat Mandi Warga Baduy, Baknya dari Pohon dan Airnya Dialirkan Lewat Bambu
Intip Uniknya Tempat Mandi Warga Baduy, Baknya dari Pohon dan Airnya Dialirkan Lewat Bambu

Tempat mandi ini masih tradisional dan menyatu dengan alam.

Baca Selengkapnya icon-hand
Potret Caluk Trantang, Senjata Tradisional Asal Tuban yang Berjasa Bebaskan Warga dari Kekejaman Penjajah
Potret Caluk Trantang, Senjata Tradisional Asal Tuban yang Berjasa Bebaskan Warga dari Kekejaman Penjajah

Masyarakat tak gentar hadapi para tentara Belanda walaupun senjata mereka lebih canggih.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mengenal Jampe Harupat, Cara Orang Tua Zaman Dulu agar Anaknya Tumbuh Sehat dan Baik
Mengenal Jampe Harupat, Cara Orang Tua Zaman Dulu agar Anaknya Tumbuh Sehat dan Baik

Jampe Harupat merupakan tradisi lisan orang tua Sunda di zaman dahulu kepada anaknya agar tumbuh dengan kondisi sehat dan baik.

Baca Selengkapnya icon-hand
Pupulih jadi Tradisi Dongeng Pengantar Tidur Unik Khas Lebak, Dibacakan Sambil Bernyanyi
Pupulih jadi Tradisi Dongeng Pengantar Tidur Unik Khas Lebak, Dibacakan Sambil Bernyanyi

Dongengnya tidak hanya dibacakan, tetapi juga dinyanyikan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Menelusuri Tradisi Menahan Hujan Masyarakat Tuban untuk Mengelak Turunnya Hujan, Punya Fungsi Religius
Menelusuri Tradisi Menahan Hujan Masyarakat Tuban untuk Mengelak Turunnya Hujan, Punya Fungsi Religius

Tradisi Menahan Hujan merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mengenal Peresean, Tradisi Adu Kuat Para Lelaki di Lombok Sambut Hari Kemerdekaan
Mengenal Peresean, Tradisi Adu Kuat Para Lelaki di Lombok Sambut Hari Kemerdekaan

Tarian adu kekuatan dan ketangkasan kaum laki-laki dengan menggunakan senjata berupa rotan sebagai alat pukul dan tameng yang terbuat dari kulit sapi.

Baca Selengkapnya icon-hand

Baca Juga