Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kata Pakar, Ini 5 Bahasa Tubuh yang Sering Digunakan Pasangan di Ambang Putus

Kata Pakar, Ini 5 Bahasa Tubuh yang Sering Digunakan Pasangan di Ambang Putus Ilustrasi pasangan bertengkar. ©2015 Merdeka.com/MBC

Merdeka.com - Para pakar bahasa tubuh mengatakan bahwa gerak-gerik pasangan saat bersama bisa menundukkan tingkat koneksi mereka terhadap satu sama lain. Pasangan yang sedang mesra-mesranya atau segera putus akan mengekspresikan bahasa tubuh tertentu.

"Kenyataannya, cara kita memasang jarak dan memposisikan diri di dekat pasangan bisa memberi tahu banyak hal tentang apa yang kita rasakan terhadap mereka di dalam," kata Lisa Mitchell, pakar bahasa tubuh dan pewawancara forensik kepada The Huffington Post.

Di bawah ini Mitchell dan pakar bahasa tubuh lain membeberkan lima bahasa non-verbal yang menandakan hubungan sedang bermasalah. Pasangan yang menuju perpisahan kerap melakukan hampir semuanya setiap saat.

Memalingkan muka dari satu sama lain

dari satu sama lain rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pasangan yang terikat secara emosional biasanya juga menunjukkan gerak-gerik yang sinkron tanpa disadari. Sementara pasangan yang bermasalah akan melakukan hal sebaliknya.

"Kita cenderung menjauhkan diri, duduk menjauh, duduk berseberangan alih-alih bersebelahan saat kita tidak merasa terhubung secara emosional," kata Lisa Mitchell.

Intinya pasangan yang bermasalah tidak suka berdekatan terhadap satu sama lain. Bahkan saat berdekatan pun mereka akan mencari cara untuk memberikan jarak atau hambatan fisik untuk satu sama lain.

Tak ada kontak mata

kontak mata rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Menurut Traci Brown, pakar bahasa tubuh dan penulis buku Point: Body Language and Speech for Influence, jika pasangan tidak lagi saling menatap dengan penuh cinta, itu bisa menjadi pertanda masalah."Kontak mata membutuhkan beberapa tingkat keintiman," katanya. "Orang cenderung memandangi sesuatu yang mereka sukai. Jika perasaan itu tak ada lagi, Anda sedang berada dalam masalah."

Sering mengernyit saat memandang pasangan atau tidak pernah saling tersenyum lagi

saat memandang pasangan atau tidak pernah saling tersenyum lagi rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Analis perilaku dan penulis buku I Know What You’re Thinking: Using the Four Codes of Reading People to Improve Your Life, Lillian Glass mengatakan kalau senyum kecut atau tak adanya senyuman sama sekali bisa menandakan masalah di antara pasangan. Begitu juga jika seseorang tanpa sadar mengernyit saat memandang pasangannya."Pasangan yang sedang berselisih tak lagi tersenyum dengan tulus. Tak ada kerutan di mata, pipi yang terangkat, atau mulut yang terbuka," katanya."Senyum samar menunjukkan ketidakcocokan dan senyum dengan bibir merapat menunjukkan amarah yang tersembunyi dan kebencian kepada Anda."

Posisi kaki tidak mengarah ke dalam

tidak mengarah ke dalam rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sepasang kaki yang mengarah ke dalam adalah cara alam bawah sadar kita untuk menunjukkan ketertarikan. Dengan mengarahkan jari-jari kaki kita ke dalam, secara tidak sadar kita berusaha mengecilkan ukuran tubuh agar tampak lebih mudah didekati dan tidak berbahaya. Ketika kita melakukan yang sebaliknya, itu adalah pertanda perselisihan emosional, kata Glass."Ketika jari-jari kakinya tidak lagi mengarah ke dalam atau ke arah Anda ketika mereka duduk atau berdiri di samping Anda, itu adalah tanda bahaya," katanya.

Sedikit bergidik ketika sedang berbicara

ketika sedang berbicara rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Tidak ada reaksi yang lebih jelas menandakan cinta yang hilang selain gidikan samar saat berbicara dengan pasangan. Seolah-olah Anda merasa jijik memandang pasangan. Itulah yang dikatakan oleh ahli bahasa tubuh dan psikoterapis Paul Hokemeyer."Reaksi ini, terutama untuk kemajuan romantis, sangat penting," katanya. "Itu terjadi jauh di dalam otak emosional seseorang. Dalam hubungan yang sudah tamat, pasangan secara otomatis menjauh dari satu sama lain dengan dengan sedikit bergidik."Itulah serangkaian bahasa tubuh yang bisa menandakan kalau pasangan hampir mengakhiri hubungan.

(mdk/tsr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP