JUMBO Hampir Tak Terbendung! Tinggal Selangkah Lagi Geser KKN di Desa Penari Jadi Film Terlaris Sepanjang Masa
Film animasi Jumbo mencetak sejarah dengan 10 juta penonton, hanya selangkah lagi geser KKN di Desa Penari sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa.
Tak ada yang menyangka film animasi Indonesia bisa meledak sehebat ini. Setelah mendulang sukses selama dua bulan penuh, film JUMBO kini tinggal sejengkal lagi menggeser KKN di Desa Penari dari tahtanya sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa. Dengan lebih dari 10 juta penonton dalam 60 hari, JUMBO tidak hanya memecahkan rekor kecepatan penayangan, tapi juga mencetak sejarah baru bagi perfilman animasi Tanah Air.
Mendekati Rekor KKN, Tapi Lebih Cepat
KKN di Desa Penari, film horor fenomenal rilisan 2022, sebelumnya memegang rekor tak tertandingi: 10.061.033 penonton dalam lebih dari 90 hari penayangan. Kini, JUMBO sudah menyentuh angka 10 juta penonton dalam waktu hanya 60 hari. Jika tren ini berlanjut, maka tinggal hitungan hari sebelum JUMBO resmi naik ke puncak klasemen film Indonesia terlaris sepanjang masa.
Melalui akun Instagram resminya pada Jumat (30/5), tim produksi mengumumkan pencapaian ini dengan pesan menyentuh: “Satu kisah sederhana yang dirayakan oleh lebih dari 10.000.000 hati. Sebuah angka yang dulu terasa jauh, kini menjadi nyata, berkat kalian yang percaya, bahwa kisah kecil pun bisa berarti besar saat disampaikan dengan sepenuh hati.”
Film Animasi Lokal, Cita Rasa Internasional
Disutradarai oleh Ryan Adriandhy dan diproduksi oleh Visinema Studios, JUMBO tak hanya disukai di dalam negeri, tapi juga mulai dilirik pasar internasional. Mulai Juni 2025, film ini dijadwalkan tayang di berbagai negara, termasuk Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, hingga Eropa Timur dan Asia Tengah.
Lebih dari sekadar angka, keberhasilan JUMBO membuktikan bahwa film animasi lokal mampu bersaing dengan produksi luar negeri. Bahkan, JUMBO berhasil mengungguli penonton film animasi Hollywood yang tayang di Indonesia dalam empat musim liburan berbeda — pencapaian yang luar biasa untuk genre yang sebelumnya jarang mendapat tempat di bioskop nasional.
CEO Visinema Studios, Herry B. Salim, menekankan pentingnya dukungan publik, “Capaian JUMBO tak bisa diraih dan tak bisa berjalan hingga sejauh ini tanpa dukungan nyata oleh penonton dan keluarga Indonesia. Kami percaya, karya yang baik akan mendapatkan tempat yang baik.”
Perjalanan Panjang Menuju Layar Lebar
Bukan jalan instan. JUMBO adalah hasil kerja keras selama lima tahun, dengan melibatkan lebih dari 420 kreator lokal sejak proses awalnya dimulai pada 2019. Film berdurasi 1 jam 42 menit ini pertama kali tayang pada 31 Maret 2025, tepat saat momen Lebaran — waktu yang strategis untuk menyentuh hati keluarga Indonesia.
Film ini mengangkat kisah Don (diisi suara Prince Poetiray), seorang anak yang sangat menyayangi buku dongeng peninggalan almarhum orang tuanya (diisi suara Ariel NOAH dan Bunga Citra Lestari). Setelah hidup bersama sang Oma (Ratna Riantiarno), Don memulai petualangan luar biasa ketika buku kesayangannya dicuri dan mempertemukannya dengan Meri (Quinn Salman), gadis misterius dari dunia lain. Cerita sarat makna ini sukses menggaet hati penonton lintas generasi.
Pesan dari Sang Sutradara
Ryan Adriandhy, yang melakukan debut penyutradaraan lewat JUMBO, mengekspresikan rasa syukur yang mendalam. Dalam berbagai pernyataannya di media sosial, Ryan menyebut pencapaian ini sebagai hasil “doa, kerja keras, dan keyakinan bersama.”
Di akun X miliknya, Ryan mengenang mimpi masa kecilnya:
“Seorang anak bermimpi pada tahun 1994. Itu satu-satunya hal yang ia tahu bagaimana caranya. Anak itu terbangun suatu hari; bersyukur bahwa semua ini benar-benar terjadi. Terima kasih semuanya. Tolong bermimpilah lebih besar daripada anak itu. Semoga Tuhan memberkati kalian dengan apa yang kalian butuhkan. Alhamdulillah.”
Ucapan ini langsung menyentuh hati banyak penonton yang merasa turut memiliki dan mendukung perjalanan JUMBO dari awal.
Momentum Baru Perfilman Animasi Indonesia
Keberhasilan JUMBO menjadi semacam wake-up call bagi industri film Tanah Air bahwa animasi lokal bisa menjadi mainstream, bukan sekadar tontonan alternatif. Dengan prestasi sebagai film animasi Asia Tenggara terlaris sepanjang masa, JUMBO bahkan mengungguli angka penonton blockbuster dari Hollywood di Indonesia.
Tidak hanya berdampak dari sisi apresiasi, keberhasilan ini juga membuka jalan bagi para investor dan produser untuk mulai berani mengambil risiko dalam genre animasi. Bukan tidak mungkin, kesuksesan JUMBO akan memicu lahirnya semesta film animasi lokal berikutnya — lengkap dengan daya saing global.
Masih Tayang, Masih Bisa Tambah Rekor
Yang menarik, JUMBO masih tayang di berbagai jaringan bioskop nasional. Ini berarti peluang menyalip angka final KKN di Desa Penari bukan hanya mungkin, tapi sangat besar. Jika angka terus bertambah hingga akhir masa tayang, JUMBO tak hanya menggeser rekor, tapi bisa menciptakan jarak yang lebar dari pemegang tahta sebelumnya.
Dengan demikian, publik Indonesia sedang menyaksikan sejarah yang sedang ditulis ulang — bukan oleh film bergenre horor seperti sebelumnya, tapi oleh sebuah film animasi keluarga yang menyentuh, sarat pesan moral, dan membanggakan secara teknis maupun emosional.
Lebih dari Sekadar Film
JUMBO bukan sekadar hiburan, tetapi simbol bahwa mimpi bisa diwujudkan. Di tengah gempuran konten asing, JUMBO hadir sebagai bukti bahwa karya anak bangsa juga bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri — dan bahkan lebih dari itu, bisa menantang pasar global.
Kini, publik hanya tinggal menunggu waktu. Jika perolehan terus menanjak, maka resmi sudah: JUMBO akan menjadi raja baru box office Indonesia — film animasi pertama yang memimpin dalam sejarah perfilman nasional.
Dan kita semua, sebagai penonton, telah menjadi bagian dari momen bersejarah ini.