Iced Americano Diprediksi Akan Jadi Kopi Favorit Kalahkan Tren Es Kopi Susu Gula Aren di Tahun 2025, Ini Alasannya

Ice Americano atau es kopi Americano diprediksi akan jadi minuman favorit mengalahkan tren es kopi gula aren di 2025.

Dinny Mutiah
Oleh Dinny Mutiah - Reporter
Iced Americano Diprediksi Akan Jadi Kopi Favorit Kalahkan Tren Es Kopi Susu Gula Aren di Tahun 2025, Ini Alasannya
Gambar pada 26 Januari 2023 ini menunjukkan orang-orang memegang es Americano selama wawancara dengan AFP di sebuah jalan di Seoul. Kopi sederhana -- segelas espresso yang disajikan di ata (© 2025 Liputan6.com)

Menurut laporan tahunan yang dikeluarkan oleh GoFood berjudul Tren Surga Makanan, terdapat tiga jenis kuliner yang diprediksi akan menjadi tren pada tahun 2025. Penentuan ini didasarkan pada keyword yang paling banyak dicari oleh pengguna di platform layanan pesan antar makanan tersebut.

Yang pertama adalah Iced Americano, atau yang dikenal sebagai es kopi Americano. Diperkirakan, minuman ini akan menggeser popularitas es kopi susu dan es kopi susu gula aren yang banyak ditawarkan oleh berbagai brand kopi lokal. Selain itu, menu ayam dan seblak juga menjadi kuliner lain yang diprediksi akan diminati tahun ini.

Iced Americano dibuat dari campuran espresso yang disajikan dengan es dan ditambah air. Dengan hanya 10 kalori per gelas ukuran 12 oz (355 ml), minuman ini jauh lebih rendah kalori dibandingkan dengan es kopi susu gula aren yang mengandung hingga 370 kalori per sajian, sehingga mengonsumsinya tidak akan berdampak signifikan terhadap asupan kalori harian.

Minuman ini juga sempat menjadi tren di TikTok sebagai pilihan pelangsing. Mengutip dari kanal Health Liputan6.com, dr. Zaidul Akbar dalam sebuah video yang viral juga memberikan pendapat yang sejalan. Ia menjelaskan bahwa kopi, termasuk Americano, adalah salah satu anugerah dari Allah SWT yang kaya akan antioksidan, bermanfaat bagi kesehatan, dan berfungsi sebagai pembakar lemak. "Kopi hitam dapat mengurangi nafsu makan kita, sehingga sangat cocok untuk diet," kata dr. Zaidul.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa tubuh dapat membangun toleransi terhadap kafein seiring berjalannya waktu. Hal ini berarti bahwa efek kafein, termasuk dalam membakar lemak dan meningkatkan metabolisme, akan berkurang jika kita mengonsumsinya secara rutin. Oleh karena itu, hanya mengandalkan kopi tidak dapat dijadikan solusi jangka panjang.

Iced Americano Semakin Populer di Korea Selatan

Ice Americano
Ice Americano Freepik/VnExpress International

Iced Americano telah menjadi minuman yang sangat digemari di kalangan masyarakat Korea. Berdasarkan laporan dari Korea Times pada Minggu, 19 Februari 2023, penjualan es Americano melebihi kopi panas, bahkan di tengah musim dingin, seperti yang diungkapkan dalam data dari Starbucks.

"Saya hanya minum ini. Es Americano lebih mudah diminum dan lebih enak, jadi saya menikmati meminumnya bahkan di musim dingin," ungkap Lee Ju Eun, seorang pekerja kantoran di Seoul, kepada AFP. Dengan hati-hati, ia memegang gelas plastiknya yang dingin meski suhu mencapai minus 17 derajat Celcius. "Saya kedinginan, tapi tidak apa-apa. Saya bisa menahannya," tambahnya.

Di sisi lain, Lee Dae Hee, seorang akuntan, menjelaskan mengapa ia memilih untuk mengonsumsi es Americano secara eksklusif. Menurutnya, minuman ini merupakan sumber kafein yang lebih cepat dan efisien, yang sangat penting dalam budaya kerja "ppalli-ppalli" yang mengedepankan kerja keras dan kecepatan di Korea.

"Saya segera minum es Americano untuk bangun dan bekerja," katanya sambil berusaha melindungi cangkir besar kopinya dari salju yang berhembus, bergegas kembali ke kantornya setelah makan siang. "Tidak membuat saya kedinginan karena langsung ke kantor dan tidak banyak menghabiskan waktu di luar," ujarnya, menunjukkan betapa praktisnya pilihan minumannya dalam situasi cuaca ekstrem.

Konsumsi Iced Americano di Korea Selatan Cukup Tinggi

Ice Americano
Ice Americano Freepik/VnExpress International

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Hyundai Research Institute pada tahun 2019, rata-rata orang Korea mengonsumsi 353 cangkir es Americano setiap tahunnya, angka ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan rata-rata global.

Budaya minum kopi di Korea bahkan telah menciptakan istilah khusus, di mana Iced Americano dikenal dengan sebutan "Ah-Ah" dan para peminum beratnya disebut "Eoljuka," yang merupakan singkatan dari pepatah baru yang menggambarkan betapa mereka rela menghadapi kedinginan demi menikmati minuman tersebut.

Tren ini menarik perhatian perusahaan kopi besar seperti Starbucks Korea, yang meluncurkan promosi bertajuk 'tantangan es.' Dalam tantangan "Eoljuka," pelanggan yang memesan minuman pada suhu di bawah nol di akhir Januari akan mendapatkan peningkatan ukuran secara gratis.

Menurut laporan perusahaan, minuman es menyumbang 76 persen dari total penjualan di Starbucks Korea pada tahun 2022. Bahkan dalam kondisi cuaca dingin di Januari 2023, penjualan es Americano meningkat 54 persen dibandingkan dengan varian panas.

"Kecenderungan orang mengonsumsi barang, makanan, dan minuman terlepas dari cuaca tampaknya telah menjadi tren baru," ungkap Park Han Jo dari Starbucks Korea dalam pernyataannya kepada AFP. Data serupa juga diperoleh dari kedai kopi independen. Kim Bum Soo, pemilik sebuah kafe di pusat kota Seoul, menyatakan bahwa hampir setengah dari penjualan kopinya sepanjang tahun adalah Iced Americano. "Tampaknya orang Korea lebih menyukai minuman dingin," tambah Kim.

Teh Menjadi Minuman Favorit di Tahun 2024

Bahaya Minum Teh Celup dan Penjelasan Faktanya, Perlu Diketahui
teh ©2024 Merdeka.com / pixabay.com

Tahun lalu, berdasarkan rilis yang diterima oleh Lifestyle Liputan6.com pada hari Senin, 10 Februari 2024, terungkap bahwa terdapat tiga jenis kuliner yang paling banyak dipesan oleh pelanggan GoFood. Untuk kategori makanan berat, nasi ayam tetap menjadi menu terlaris selama enam tahun berturut-turut.

Di sisi lain, dalam kategori GoFood Hemat, olahan mi menjadi pilihan utama pelanggan. Menurut Ignatius Satrio (Rio), Head of Marketing Food & Ads Gojek, hal ini menunjukkan bahwa mi merupakan makanan yang terjangkau dan disukai banyak orang.

Selain itu, dalam kategori minuman, berbagai varian teh berhasil menduduki posisi teratas. Rio mengungkapkan bahwa jika dihitung total jumlah gelas yang terjual, jaraknya setara dengan perjalanan dari Jakarta ke Cirebon. Menanggapi hasil laporan ini, Putri Habibie, seorang Food Content Creator dan pendiri Putri Habibie Cooking Class, menyatakan bahwa variasi kuliner yang tersedia di pasaran kini tidak hanya dipengaruhi oleh selera rasa semata. Ia berpendapat bahwa gaya hidup dan rutinitas masyarakat juga memainkan peran penting dalam pembentukan tren makanan di Indonesia.

Putri mencontohkan, "Misalnya, tren hidup sehat mendorong popularitas menu plant-based dan low-calorie, sementara gaya hidup serba cepat di perkotaan meningkatkan permintaan terhadap makanan praktis dan siap saji," jelas Putri. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perubahan dalam pola makan masyarakat sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang berkaitan dengan gaya hidup dan kebutuhan sehari-hari.

Rekomendasi