6 Resep Jamu Alami untuk Anak, Tingkatkan Nafsu Makan dan Atasi Perut Kembung, Dijamin Anak Suka

Enam resep jamu praktis untuk anak, bantu tingkatkan nafsu makan dan cegah perut kembung, dengan bahan alami dan panduan penyajian yang aman.

Shalsha Ardya
Oleh Shalsha Ardya - Reporter
6 Resep Jamu Alami untuk Anak, Tingkatkan Nafsu Makan dan Atasi Perut Kembung, Dijamin Anak Suka
Ilustrasi Anak Minum Jamu (©Freepik)

Di tengah arus modernisasi dan kecanggihan dunia medis, warisan budaya Indonesia berupa jamu tetap bertahan dan mendapat tempat istimewa, termasuk dalam dunia pengobatan anak-anak. Jamu, sebagai minuman tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun, dipercaya memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh, salah satunya dalam membantu meningkatkan nafsu makan dan menjaga kesehatan pencernaan si kecil.

Menurut Praktisi Kesehatan dari UPF Yankestrad Tawangmangu dan RSUP Dr. Sardjito, dr. Danang Ardiyanto, MKM, beberapa jenis jamu tertentu terbukti aman dikonsumsi oleh anak-anak, asalkan dibuat dengan takaran yang tepat dan menggunakan bahan-bahan alami yang berkualitas.

“Jamu yang dibuat dari bahan alami seperti kunyit, jahe, temulawak, dan kencur memiliki banyak manfaat bagi kesehatan anak. Namun, takaran dan cara penyajiannya perlu diperhatikan agar tetap aman dikonsumsi,” ujar dr. Danang kepada Health Liputan6.com melalui aplikasi pesan singkat belum lama ini.

Dilansir dari Liputan6, berikut ini adalah enam resep jamu tradisional yang tidak hanya mudah dibuat di rumah, tetapi juga memiliki manfaat penting bagi tumbuh kembang anak, terutama dalam meningkatkan nafsu makan serta mencegah masalah perut kembung yang sering dialami anak-anak.

Siapa yang tak mengenal jamu beras kencur? Rasa manisnya yang khas berpadu dengan aroma kencur yang menenangkan membuat jamu ini disukai anak-anak. Jamu beras kencur dikenal luas sebagai penambah nafsu makan alami. Selain itu, kandungan karbohidrat dari beras dan zat antiinflamasi dari kencur memberikan energi tambahan bagi anak yang aktif bergerak.

Bahan-bahan:

  1. 100 gram beras (rendam selama 3 jam)
  2. 50 gram kencur segar
  3. 25 gram jahe (opsional)
  4. 50 gram gula aren
  5. 1 sendok teh asam jawa
  6. 500 ml air
  7. Sejumput garam

Cara Membuat:

  1. Rebus air bersama gula aren dan asam jawa hingga larut. Saring airnya.
  2. Haluskan beras, kencur, dan jahe dengan sedikit air rebusan gula tadi.
  3. Saring dan peras sarinya, lalu campurkan dengan sisa air rebusan.
  4. Aduk rata dan sajikan hangat atau dingin sesuai selera.

Kelezatan jamu ini menjadikannya pilihan utama para ibu yang ingin membiasakan anak mengonsumsi jamu sejak dini.

Wedang jahe merupakan minuman hangat yang telah lama digunakan untuk meredakan gangguan pencernaan seperti perut kembung dan masuk angin. Untuk anak-anak, wedang jahe bisa menjadi teman yang menenangkan terutama di malam hari atau saat cuaca dingin.

Bahan-bahan:

  1. 2 ruas jahe (dibakar dan digeprek)
  2. 500 ml air
  3. 50 gram gula aren
  4. 1 lembar daun pandan (opsional, untuk aroma)

Cara Membuat:

  1. Rebus air hingga mendidih.
  2. Masukkan jahe, gula aren, dan daun pandan.
  3. Didihkan selama 5–10 menit hingga aroma harum keluar.
  4. Saring dan sajikan hangat.

Aroma dan rasa jahe yang khas tidak hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga menenangkan saluran pencernaan anak. Wedang jahe ini sangat cocok disajikan saat anak mulai menunjukkan gejala masuk angin atau perut terasa tidak nyaman.

Jamu kunyit asam mengandung antioksidan alami dari kunyit serta asam jawa yang menyegarkan. Kombinasi keduanya menjadikan jamu ini ideal untuk menjaga daya tahan tubuh anak, terutama saat pergantian musim atau ketika daya tahan tubuh sedang menurun.

Bahan-bahan:

  1. 50 gram kunyit segar (kupas dan parut atau blender)
  2. 30 gram asam jawa
  3. 50 gram gula aren
  4. 500 ml air

Cara Membuat:

  1. Rebus air, masukkan asam jawa dan gula aren hingga larut.
  2. Blender kunyit dengan sedikit air, lalu saring sarinya.
  3. Campurkan sari kunyit ke dalam air rebusan.
  4. Aduk rata dan sajikan hangat.

Kunyit dikenal sebagai bahan herbal antiinflamasi yang mampu mengurangi risiko infeksi ringan, sedangkan asam jawa memberikan rasa segar yang menyenangkan bagi anak-anak.

Bahan-bahan:

  1. 50 gram temulawak (iris tipis)
  2. 500 ml air
  3. 50 gram gula aren
  4. 1 ruas jahe (opsional)

Cara Membuat:

  1. Rebus air hingga mendidih, masukkan temulawak dan jahe.
  2. Didihkan selama 10–15 menit hingga air berubah warna kecoklatan.
  3. Tambahkan gula aren, aduk hingga larut.
  4. Saring dan sajikan hangat.

Minuman ini sangat baik diberikan saat anak mengalami penurunan berat badan atau malas makan. Kandungan kurkumin dalam temulawak turut membantu menjaga kesehatan hati anak.

Serai atau sereh dikenal memiliki sifat antibakteri dan antioksidan yang kuat. Wedang sereh bisa menjadi pilihan minuman herbal yang ringan namun efektif untuk mengatasi kembung dan meningkatkan sistem imun anak.

Bahan-bahan:

  1. 2 batang serai (geprek)
  2. 500 ml air
  3. 50 gram gula aren
  4. 1 ruas jahe (geprek)

Cara Membuat:

  1. Rebus air, kemudian masukkan serai dan jahe.
  2. Didihkan selama 5–10 menit hingga aroma khas keluar.
  3. Tambahkan gula aren, aduk rata.
  4. Saring dan sajikan hangat.

Kombinasi serai dan jahe memberikan efek relaksasi, menjadikan anak lebih tenang, terutama saat menjelang tidur atau setelah aktivitas fisik yang padat.

Kayu secang menghasilkan warna merah alami yang menarik bagi anak. Selain warnanya yang mencolok, wedang secang juga mengandung antioksidan tinggi yang dapat membantu menangkal radikal bebas dalam tubuh anak.

Bahan-bahan:

  1. 10 gram kayu secang
  2. 1 ruas jahe (geprek)
  3. 1 batang kayu manis
  4. 2 butir cengkeh (opsional)
  5. 500 ml air
  6. 50 gram gula aren

Cara Membuat:

  1. Rebus air, lalu masukkan kayu secang, jahe, kayu manis, dan cengkeh.
  2. Didihkan selama 10–15 menit hingga warna air berubah menjadi merah cerah.
  3. Tambahkan gula aren dan aduk rata.
  4. Saring dan sajikan hangat.

Minuman ini tidak hanya menyehatkan, tetapi juga memanjakan mata anak dengan warna alaminya yang menarik. Sangat cocok disajikan di sore hari bersama camilan sehat.

Meskipun bahan-bahan jamu tradisional ini alami dan sudah digunakan sejak lama, orang tua tetap harus bijak dalam memberikannya kepada anak. Reaksi tubuh anak terhadap bahan herbal bisa berbeda-beda. Oleh karena itu, penting untuk selalu memperhatikan dosis, takaran, dan reaksi anak setelah mengonsumsi jamu.

“Namun, orang tua tetap harus memperhatikan reaksi anak terhadap jamu tertentu dan memastikan tidak ada alergi terhadap bahan-bahan yang digunakan,” tambah dr. Danang Ardiyanto.

Sebelum rutin memberikan jamu kepada anak, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan, terutama jika anak memiliki kondisi medis tertentu.

Memberikan jamu kepada anak bukan hanya soal menjaga kesehatan, tetapi juga mengenalkan nilai-nilai budaya dan tradisi lokal yang kaya. Dengan pengolahan yang tepat dan rasa yang disesuaikan, jamu bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat keluarga.

Jangan ragu untuk mencoba keenam resep jamu di atas sebagai alternatif sehat dan alami. Selain mudah dibuat, jamu-jamu ini juga bisa disajikan dengan cara yang menarik agar anak semakin menyukainya. Sajikan dalam gelas lucu, tambahkan es batu saat cuaca panas, atau sajikan hangat di malam hari sebagai penutup yang menenangkan.

Di tengah gempuran makanan dan minuman modern, jamu adalah bukti bahwa yang tradisional tidak kalah berkhasiat. Mari kenalkan si kecil pada kebaikan alami sejak dini, demi masa depan yang lebih sehat dan penuh makna.

Rekomendasi