Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

6 Kuliner Indonesia yang Disebut Bisa Membawa Keberuntungan

6 Kuliner Indonesia yang Disebut Bisa Membawa Keberuntungan Ilustrasi nasi kuning. ©2017 pixabay.com

Merdeka.com - Pernah menyaksikan adegan di drama Korea di mana seseorang yang baru keluar dari penjara? Orang Korea memang percaya kalau tahu putih bisa mengusir kesialan.

Setiap negara pasti punya tradisi yang melibatkan makanan pembawa keberuntungan. Ada beberapa jenis makanan yang disebut mampu mendatangkan keberuntungan.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Rupanya ada beberapa makanan yang kerap hadir saat syukuran atau selamatan, karena dianggap mampu mendatangkan keberuntungan. Berikut ini beberapa di antaranya.

1. Kluwih

ilustrasi sayur kluwih

Sajian Sedap

Upacara selamatan kelahiran bayi di Jawa biasanya disertai sayur kluwih yang dimasak gulai. Kluwih sendiri adalah sayuran yang bentuknya mirip sukun, namun lebih keras. Jika dimasak, tekstur dan rasanya mirip nangka muda.

Menurut kepercayaan orang Jawa, kluwih adalah singkatan dari rejeki luwih. Jadi penyajian makanan ini diharapkan bisa membawa rezeki yang melimpah bagi si bayi kelak.

2. Tumpeng

kuning

2017 pixabay.com

Tumpeng dengan nasi kuning, urap sayur, ayam, dan telur juga termasuk hidangan yang hampir selalu ada saat selamatan. Misalnya saja saat perayaan 17 Agustus atau peresmian usaha. Pasti ada acara potong tumpeng, kan?

Awalnya tradisi penyajian tumpeng adalah sebagai bentuk persembahan kepada alam dan dewa. Nasi kuning yang berbentuk kerucut merupakan simbol Gunung Semeru. Menurut situs Budaya Indonesia, Semeru dianggap sebagai gunung harta yang menjadi pusat dunia.

Tak cuma nasinya, tujuh jenis lauk yang menghiasi tumpeng juga punya makna tersendiri. Sambal goreng teri merupakan harapan untuk hidup rukun seperti ikan teri yang selalu bergerombol di laut. Ayam yang disajikan biasanya pejantan, tujuannya untuk menghindari sifat-sifat buruk seperti ayam jago. Sementara urap sayur yang terbuat dari kangkung, bayam, dan tauge melambangkan harapan untuk perlindungan (jinangkung), kedamaian (ayem), dan pribadi yang senantiasa bertumbuh.

3. Ketupat

005 tantri setyorini

Shutterstock

Hidangan Lebaran merupakan bagian tak terpisahkan dari tradisi Idul Fitri di tanah air. Setiap jenisnya selalu memiliki makna filosofis yang mendalam, salah satunya ketupat.

Sunan Kalijaga memperkenalkan dua kali perayaan lebaran, yaitu lebaran hari raya idul fitri satu syawal dan Lebaran Kupat. Lebaran kupat adalah perayaan lebaran setelah menjalani puasa sunah tujuh hari pasca 1 syawal. Tradisi lebaran kupat ini berlaku hanya di beberapa daerah yang sebagian besar berada di tanah Jawa.

Seperti unsur-unsur tradisi Jawa-Islam lain yang diperkenalkan sang wali, ketupat juga memiliki makna tersendiri. Ketupat berasal dari kata kupat yang memiliki makna ganda, yaitu ngaku lepat (mengakui kesalahan) dan laku papat (empat tindakan).

Bahkan penggunaan janur dan bentuk ketupat yang khas pun memiliki arti tersendiri. Secara fisik, anyaman ketupat juga merupakan simbol jalan hidup manusia yang penuh dengan permasalahan, penuh dengan liku-liku.

Sementara itu, daun kelapa muda yang mudah dibentuk, masih lentur, dan memiliki kondisi yang masih baik, secara filosofis menggambarkan sifat manusia yang dapat dibentuk, diarahkan, dididik agar hidupnya selalu indah.

4. Kue Apem

ilustrasi kue apem

Shutterstock

Apem adalah kue berbahan tepung beras atau terigu dengan bentuk bulat yang kerap disajikan saat syukuran atau selamatan menjelang Idul Fitri. Biasanya tradisi penyajian kue ini disebut apeman atau megengan. Tujuannya adalah bersyukur atas rezeki yang diberikan oleh Tuhan.

Nama kue apem sebenarnya berasal dari bahasa Arab, afuan/ afuwwun yang berarti ampunan. Jadi pada awalnya penyajian kue ini memang bertujuan untuk memohon ampun atas segala kesalahan manusia.

5. Lumpia

ilustrasi lumpia

Pixabay

Dilansir China Highlights, lumpia merupakan salah satu jenis dimsum khas Kanton. Terbuat dari kulit tipis yang diisi dengan daging, sayur, atau isian manis dan dilipat membentuk silinder. Setelah itu, lumpia digoreng hingga matang.

Bentuknya yang memanjang dan berwarna keemasan, mirip dengan emas batangan membuat lumpia dianggap sebagai simbol kekayaan. Karena itulah makanan ini kerap disajikan dan disantap saat Imlek.

6. Bubur Merah Putih

ilustrasi bubur merah

Shutterstock

Satu lagi makanan yang sering hadir saat selamatan kelahiran bayi, yaitu bubur merah putih. Bubur ini dibuat dari ketan putih yang dimasak bersama santan atau gula merah. Tradisi penyajiannya bisa ditemukan di Jawa dan Sunda.

Dilansir Fimela, bubur merah dan putih melambangkan kembalinya manusia pada asal-usul, yaitu 'darah merah' ibu dan 'darah putih' ayah. Ini adalah lambang dari penyerahan diri manusia kepada Tuhan karena sikap jiwa yang diajarkan orang tua dan leluhur Nusantara, terutama saat memberi nama, mendoakan, mengucap syukur dan memohon keberkahan.

(mdk/tsr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP