20 Wisata Sejarah yang Bisa Jadi Edukasi Anak, Candi Prambanan hingga Museum Konferensi Asia Afrika

Eksplorasilah 20 tempat wisata bersejarah di Indonesia yang akan membawa kita seolah-olah kembali ke masa lalu.

Edelweis Lararenjana
Oleh Edelweis Lararenjana - Reporter
20 Wisata Sejarah yang Bisa Jadi Edukasi Anak, Candi Prambanan hingga Museum Konferensi Asia Afrika
Ilustrasi wisata Jam Gadang, Bukittinggi, Sumatra Barat. (Photo by styvo Putra Sid on Unsplash) (© 2025 Liputan6.com)

Menelusuri jejak sejarah tidak selalu identik dengan kebosanan. Sebaliknya, Indonesia memiliki banyak tempat wisata sejarah yang menyimpan cerita menakjubkan dan pemandangan yang seakan membawa kita kembali ke masa lalu. Dari situs kerajaan kuno, benteng peninggalan kolonial, hingga kota tua yang masih berdiri megah, semua itu dapat memberikan pengalaman yang tak terlupakan, seolah kita masuk ke dalam mesin waktu. Suasana dan arsitektur di lokasi-lokasi tersebut sangat autentik, sehingga pengunjung merasa seolah-olah menyaksikan peristiwa masa lampau secara langsung.

Wisata sejarah tidak hanya menarik bagi orang dewasa, tetapi juga sangat bermanfaat sebagai sarana edukasi bagi anak-anak. Melalui kunjungan ke tempat-tempat ini, anak-anak dapat belajar tentang peradaban, budaya, serta perjuangan bangsa secara langsung, bukan hanya dari buku pelajaran. Dengan pendekatan ini, mereka akan lebih mudah memahami dan menghargai nilai-nilai sejarah yang telah membentuk bangsa kita. Dalam artikel ini, kami telah merangkum 20 tempat wisata sejarah yang bisa menjadi destinasi liburan yang seru dan sekaligus mendidik untuk seluruh keluarga.

Candi Borobudur
Candi Borobudur (Photo by Mario La Pergola on Unsplash)

Candi Borobudur adalah sebuah mahakarya yang diakui sebagai warisan dunia, tidak hanya karena keindahan arsitekturnya, tetapi juga karena kedalaman makna spiritual dan historis yang terkandung di dalamnya. Didirikan pada abad ke-8 oleh Dinasti Syailendra, candi Buddha terbesar di dunia ini dihiasi dengan ribuan relief yang menceritakan perjalanan hidup serta ajaran moral. Dengan struktur stupa yang berundak, suasana di Borobudur membawa kita kembali ke masa kejayaan nusantara. Mengajak anak-anak berkunjung ke Borobudur merupakan cara yang menyenangkan untuk mengenalkan mereka pada peradaban kuno yang sangat maju. Mereka dapat belajar mengenai sejarah, seni, filsafat, dan sistem sosial masyarakat pada zaman dahulu melalui relief yang ada. Pengalaman mendaki hingga ke puncak candi juga memberikan kesan spiritual yang tak terlupakan.

2. Kota Tua Jakarta

Kota Tua Jakarta adalah area bersejarah yang menyimpan jejak masa kolonial Belanda di Batavia. Bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur Eropa seperti Museum Fatahillah, Gedung Pos, dan Kantor Imigrasi yang berasal dari masa lalu masih berdiri megah, membawa pengunjung menelusuri lorong waktu ke abad ke-17. Suasana klasik semakin terasa dengan kehadiran sepeda ontel dan para musisi jalanan yang memainkan lagu-lagu lama. Kota Tua menjadi lokasi yang ideal bagi anak-anak untuk mengenal sejarah Jakarta dengan cara yang menyenangkan. Mereka bisa melihat langsung peninggalan kolonial, belajar tentang sistem pemerintahan di masa lalu, dan memahami pentingnya pelestarian budaya. Sambil berjalan kaki atau bersepeda keliling, proses edukasi pun terasa seperti liburan yang santai.

3. Benteng Vredeburg, Yogyakarta

Benteng Vredeburg dulunya merupakan markas pertahanan Belanda yang kini telah dialihfungsikan menjadi museum yang menyimpan sejarah perjuangan bangsa. Bangunan bergaya Eropa klasik ini memiliki lorong-lorong panjang dan halaman yang luas, menyimpan diorama yang menggambarkan perjalanan kemerdekaan Indonesia. Terdapat banyak koleksi senjata, lukisan dokumenter, dan alat komunikasi dari zaman dahulu. Anak-anak dapat belajar tentang sejarah perjuangan bangsa dengan cara yang visual dan interaktif di tempat ini. Diorama peristiwa seperti Proklamasi Kemerdekaan dan Serangan Umum 1 Maret disajikan dengan narasi yang menarik. Dengan suasana bangunan kuno yang autentik, mereka dapat lebih mudah membayangkan perjuangan para pahlawan dengan nyata.

4. Museum Taman Prasasti, Jakarta

Berlokasi di Tanah Abang, Museum Taman Prasasti adalah bekas pemakaman Belanda yang kini berfungsi sebagai galeri terbuka dengan koleksi prasasti batu nisan bergaya Eropa. Koleksi batu nisan ini berasal dari abad ke-18 dan ke-19, dilengkapi dengan ukiran nama, lambang keluarga, dan simbol kematian yang unik. Suasananya tenang, rindang, dan penuh dengan nilai artistik. Museum ini menawarkan pengalaman edukatif yang berbeda, di mana anak-anak dapat belajar tentang sejarah sosial, sistem pemakaman, dan bentuk seni ukir dari masa kolonial. Selain itu, mereka juga dapat merenungkan nilai kehidupan, waktu, dan kenangan dengan cara yang lebih reflektif. Ini adalah cara yang tepat untuk memperkenalkan konsep sejarah dalam format yang berbeda dari museum pada umumnya.

5. Candi Prambanan, Sleman

Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, yang dibangun pada abad ke-9 oleh Rakai Pikatan dari Kerajaan Mataram Kuno. Arsitekturnya yang menjulang tinggi dihiasi dengan relief yang menggambarkan kisah Ramayana dan Mahabharata. Ketika senja tiba, suasana di Prambanan terasa sangat magis dan penuh aura sakral. Mengunjungi Prambanan dapat menjadi pelajaran yang komprehensif tentang sejarah agama Hindu, seni pahat, dan kisah pewayangan yang sarat dengan nilai moral. Anak-anak dapat menikmati pengalaman edukasi sambil mendengarkan cerita rakyat atau menyaksikan pertunjukan Ramayana Ballet di malam hari. Selain belajar, mereka juga akan terhibur dan terinspirasi.

Istana yang merupakan warisan Kesultanan Deli ini menampilkan kombinasi gaya arsitektur Melayu, Timur Tengah, dan Eropa. Interiornya yang mewah dihiasi dengan furnitur antik serta warna-warna cerah yang memikat. Mengunjungi tempat ini dapat mengenalkan anak-anak pada kebudayaan Melayu dan sistem kerajaan yang ada di Sumatra. Mereka juga memiliki kesempatan untuk menyewa pakaian adat dan merasakan suasana layaknya bangsawan di masa lalu.

7. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang

Terletak di tepi Sungai Musi, museum ini dulunya berfungsi sebagai istana dan kini menyimpan berbagai artefak bersejarah dari Kesultanan Palembang. Bangunannya menggabungkan arsitektur Belanda dengan elemen lokal. Anak-anak dapat melihat langsung berbagai senjata, peralatan rumah tangga, serta peta kuno Palembang. Pengalaman ini akan memperkenalkan mereka pada sejarah lokal yang sangat penting, sama halnya dengan sejarah nasional.

8. Fort Rotterdam, Makassar

Benteng ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Gowa yang kemudian dikuasai oleh Belanda. Dinding-dindingnya yang terbuat dari batu tebal dan struktur khas Belanda menciptakan suasana sejarah yang kuat. Di dalam benteng terdapat museum serta ruang tahanan Pangeran Diponegoro. Anak-anak dapat belajar tentang perjuangan rakyat melawan penjajah dan pentingnya mempertahankan identitas budaya.

9. Lawang Sewu, Semarang

Bangunan dengan gaya arsitektur art deco ini dulunya berfungsi sebagai kantor kereta api milik Belanda. Disebut "Lawang Sewu" yang berarti seribu pintu, nama ini mencerminkan banyaknya pintu dan jendela yang ada di gedung tersebut. Anak-anak dapat mengenali sejarah perkeretaapian di Indonesia serta fungsi bangunan kolonial. Meskipun dikenal memiliki nuansa mistis, tur sejarah yang ditawarkan tetap informatif dan menyenangkan.

10. Museum Kereta Api Ambarawa

Museum ini menyimpan koleksi lokomotif uap kuno yang masih dapat berfungsi. Pengunjung juga berkesempatan untuk menaiki kereta wisata yang melewati jalur dengan pemandangan alam yang indah. Anak-anak akan terpesona saat melihat kereta dari zaman dahulu dan belajar mengenai teknologi transportasi di masa lalu. Aktivitas ini sangat mendidik sekaligus menghibur.

20 Wisata Sejarah yang Bikin Kita Serasa Masuk Mesin Waktu, Bisa Jadi Edukasi Anak
Ilustrasi wisata Jam Gadang, Bukittinggi, Sumatra Barat. (Photo by styvo Putra Sid on Unsplash) © 2025 Liputan6.com

Trowulan dikenal sebagai pusat Kerajaan Majapahit, di mana banyak candi, artefak, dan struktur pemukiman kuno ditemukan. Situs ini menyimpan berbagai rahasia mengenai masa kejayaan Nusantara. Di sini, anak-anak dapat mempelajari sejarah kerajaan Hindu-Buddha, serta filosofi dari tokoh-tokoh seperti Ken Arok, Gajah Mada, dan Sumpah Palapa. Wisata ini menggabungkan elemen sejarah, arkeologi, dan imajinasi yang menarik bagi anak-anak.

12. Istana Kesultanan Cirebon (Keraton Kasepuhan)

Keraton Kasepuhan adalah pusat kekuasaan Islam di Cirebon yang menampilkan arsitektur dengan pengaruh Jawa, Belanda, dan Islam. Di dalam keraton, terdapat koleksi lukisan, kereta kencana, dan gamelan kuno yang tersimpan dengan baik. Anak-anak dapat mempelajari budaya Islam Nusantara dan sistem pemerintahan tradisional yang masih ada hingga saat ini. Suasana di keraton juga mengajarkan mereka untuk menghargai nilai-nilai adab dan tata krama yang penting.

13. Candi Penataran, Blitar

Candi Penataran merupakan candi terbesar di Jawa Timur dan merupakan warisan dari Kerajaan Kediri dan Majapahit. Relief-relief yang terdapat di dinding candi menggambarkan berbagai kisah wayang dan ajaran moral Hindu. Anak-anak dapat belajar tentang filosofi, cerita rakyat, dan sejarah kerajaan dengan cara yang menarik secara visual. Selain itu, lokasi candi yang berada di dataran tinggi memberikan suasana yang sejuk dan nyaman untuk wisata keluarga.

14. Museum Angkut, Batu

Museum Angkut, meskipun bukan tempat yang berfokus pada sejarah klasik, menyajikan sejarah transportasi dunia dari zaman kuno hingga modern. Setiap zona di museum ini dirancang menyerupai kota-kota klasik seperti Paris dan Hollywood di masa lalu. Anak-anak dapat menikmati pengalaman belajar mengenai sejarah transportasi dengan berjalan di antara mobil antik dan replika pesawat. Edukasi di museum ini dikemas dengan atraksi visual yang sangat menarik.

15. Gedung Sate, Bandung

Gedung Sate adalah gedung ikonik yang dulunya berfungsi sebagai pusat pemerintahan Hindia Belanda dan kini menjadi kantor Gubernur Jawa Barat. Arsitekturnya yang unik, dengan tusuk sate di puncaknya dan gaya art deco, menjadikannya menarik untuk dikunjungi. Anak-anak dapat mengikuti tur edukatif untuk mengenal sejarah Bandung, gaya arsitektur kolonial, dan fungsi-fungsi pemerintahan di masa lalu. Terdapat juga spot foto dan ruang interaktif yang dapat dinikmati pengunjung.

Museum Konferensi Asia Afrika didirikan di lokasi yang menjadi saksi perhelatan Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955. Ruang sidang serta dokumentasi dari peristiwa penting diatur dengan rapi dan modern. Anak-anak dapat mempelajari semangat anti-kolonialisme dan kerja sama antara negara-negara berkembang. Pengenalan terhadap sejarah dunia sangat penting untuk membangun wawasan global sejak usia dini.

17. Vihara Avalokitesvara, Anyer

Vihara ini merupakan yang tertua di Banten, berdiri sejak masa kerajaan Banten. Arsitekturnya menggabungkan elemen Tionghoa dan lokal. Selain sebagai tempat ibadah, anak-anak juga dapat belajar mengenai sejarah migrasi, toleransi antaragama, dan budaya peranakan. Tempat ini memberikan perspektif yang lebih kaya tentang sejarah melalui keberagaman budaya yang ada.

18. Rumah Tjong A Fie, Medan

Rumah megah ini dulunya milik Tjong A Fie, seorang tokoh Tionghoa yang berpengaruh di Medan pada abad ke-19. Interiornya dipenuhi dengan detail arsitektur yang mencerminkan budaya Tiongkok, Melayu, dan Eropa. Anak-anak memiliki kesempatan untuk memahami kontribusi etnis Tionghoa dalam sejarah ekonomi dan sosial Indonesia. Cerita mengenai keluarga dan dokumentasi bisnis Tjong A Fie membuat pembelajaran menjadi lebih hidup dan menarik.

19. Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang

Kelenteng ini menjadi tempat persinggahan bagi Laksamana Cheng Ho ketika ia tiba di Semarang. Bangunan merah yang besar dan patung Cheng Ho yang mencolok memberikan kesan yang mendalam. Tempat ini berfungsi sebagai sarana untuk mengenalkan anak-anak pada sejarah hubungan damai antara Tiongkok dan Nusantara. Mereka juga dapat mempelajari tentang perdagangan, pelayaran, dan toleransi budaya yang berkembang di masa lalu.

20. Situs Gunung Padang, Cianjur

Situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara ini diduga lebih tua daripada Piramida Giza. Struktur teras batu yang berundak di puncak bukit memberikan pengalaman yang mistis dan monumental. Anak-anak akan belajar mengenai zaman prasejarah Indonesia serta teori-teori arkeologi yang ada saat ini. Meskipun banyak misteri yang belum terpecahkan, tempat ini tetap menyimpan nilai edukasi yang sangat kuat dan berarti.

Rekomendasi