Yaman Tembakkan Rudal Balistik ke Israel, Tegaskan Takkan Surut Bela Palestina Walaupun Negaranya Dibom AS

Serangan ini dilakukan sebagai balasan atas pengeboman Israel ke Jalur Gaza pada Selasa dini hari, membunuh 400 warga Palestina.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Yaman Tembakkan Rudal Balistik ke Israel, Tegaskan Takkan Surut Bela Palestina Walaupun Negaranya Dibom AS
Yaman Tembakkan Rudal Balistik ke Israel, Tegaskan Takkan Surut Bela Palestina Walaupun Negaranya Dibom AS (Merdeka.com)

Angkatan Bersenjata Yaman meluncurkan rudal balistik ke Israel, memicu sirene-sirene roket bergaung di seluruh wilayah Negev utara pada Selasa (18/3) malam. Serangan ini dilakukan sebagai balasan atas pengeboman Israel ke Jalur Gaza pada Selasa dini hari, membunuh 400 warga Palestina.

Militer Israel mengatakan pihaknya mencegat sebuah rudal balistik yang ditembakkan dari Yaman sebelum mencapai wilayah Israel. Sirene bergaung di Beersheba, Merhav Am, Nevatim, Revivim, dan lokasi-lokasi lainnya, seperti dikutip dari The Cradle, Rabu (19/3).

Yaman juga menargetkan Pangkalan Udara Nevatim dengan dua rudal balistik hipersonik sebagai balasan atas kebrutalan negara Zionis tersebut di Gaza. Tentara Yaman juga memperingatkan akan memperluas serangannya ke wilayah Israel jika serangan ke Gaza tetap berlanjut.

Menteri Luar Negeri Yaman, Jamal Amer menyampaikan pada Senin dalam wawancara dengan Reuters, mereka tidak akan "surut" atau menghentikan operasi militer mereka menargetkan kapal-kapal Israel di Laut Merah kendati negara mereka diserang Amerika Serikat. Jet tempur AS dan Inggris mengebom Yaman pada Sabtu dan membunuh 31 orang. Angkatan Bersenjata Yaman membalas dengan menyerang kapal perang AS, USS Eisenhower pada Senin.

"Tidak akan ada pembicaraan kami akan surut dalam melakukan operasi sebelum blokade bantuan di Gaza dihentikan," tegas Amer.

Angkatan Bersenjata Yaman mulai menyerang kapal-kapal Israel di Laut Merah pada November 2023 sebagai balasan atas genosida Israel di Gaza. Dalam dua pekan terakhir, Israel memblokade masuknya bantuana kemanusiaan ke Gaza dan kembali melanjutkan perang genosidanya pada Selasa (18/3) dini hari, membunuh lebih dari 400 warga Palestina, sebagian besar anak-anak.

Peringatkan Negara Teluk

Pasukan Yaman mengatakan pada 12 Maret, mereka telah melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal Israel yang menggunakan rute yang melewati Laut Merah karena Israel belum memenuhi tenggat waktu untuk mengakhiri blokade bantuan di Gaza.

Amer mengatakan beberapa negara Uni Eropa telah menyarankan pemerintahnya untuk tidak melakukan eskalasi, tetapi ia meyakinkan mereka bahwa targetnya adalah pengiriman ke Israel.

Ia juga memperingatkan negara-negara Arab untuk tidak melakukan intervensi militer terhadap Yaman atas nama AS dan Israel.

"Jika ada pesawat atau pangkalan yang digunakan untuk melawan kami, maka kami akan melakukan eskalasi, dan kami akan membela diri, tetapi jika mereka (negara-negara Teluk) tetap bersikap netral, kami akan menjauh," katanya.

Negara-negara Teluk Qatar, Arab Saudi, Bahrain, Yordania, dan UEA semuanya menjadi tuan rumah fasilitas militer AS.

Rekomendasi