Advertisement
Advertisement
Keberadaan Ismail di Iran sejak sehari sebelum kejadian, usai menghadiri pelantikan presiden baru Iran, Masoud Pezeshkian. Sekaligus bertemu Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah ali Khamenei.
Hamas menuding serangan tersebut ulah "Israel", dan masih menyelidiki para pelaku penyerangan lainnya.
Semasa hidup, Ismail Haniyeh ternyata sudah sangat sering menjadi target Israel. Bahkan, dia sudah berkali-kali lolos dari berbagai serangan Israel.
Ismail Haniyeh yang memiliki nama lengkap Abdulsalam Ahmed Haniyeh, mulai bergabung dengan Hamas pada 1987.
Ismail kemudian terpilih menjadi Kepala Biro Polisik Hamas pada 6 Mei 2017.
Sebagai anak yang telahir di kamp pengungsi Shati, Jalur Gaza, Ismail menjadi sosok yang tak gentar melawan pendudukan Israel.
Ismail menempuh pendidikan di Al Azhar Institute Gaza, dan lulus menjadi sarjana Sastra Arab. Ketika menjadi mahasiswa pada 1983, Ismail bergabung dengan Blok Mahasiswa Islan, asal muasal Hamas. Lalu pada 1987, Hamas resmi berdiri.
Ismail Haniyeh mulai ditunjuk sebagai ajudan dan asisten salah satu pendiri Hamas, mendiang Sheikh Ahmed Yassin.
Advertisement