Usai Korea Utara Tes Nuklir, AS Setuju Jual Rudal ke Korea Selatan dan Jepang

Sabtu, 18 Mei 2019 16:58 Reporter : Merdeka
Usai Korea Utara Tes Nuklir, AS Setuju Jual Rudal ke Korea Selatan dan Jepang ilustrasi rudal. ©www.gg2.net

Merdeka.com - Amerika Serikat dikabarkan telah menyetujui penjualan rudal pertahanan udara ke Korea Selatan dan Jepang, ketika Negeri Ginseng tengah mengalami ketegangan kembali dengan Korea Utara. Nilai senjata itu melebihi USD 600 juta atau sekitar Rp 8,7 triliun, kata pihak AS dikutip dari Channel News Asia pada Sabtu (18/5).

Kementerian Luar Negeri AS telah menyetujui 94 rudal SM-2 yang digunakan untuk melawan ancaman yang datang dari udara, bersama dengan 12 sistem panduan dengan total biaya USD 313,9 juta. Sementara itu, secara terpisah AS menjual 160 rudal AMRAAM dan peralatan panduan ke Jepang. Nilai penjualan ke Negeri Sakura sebesar USD 317 juta.

Penjualan kedua negara sekutu itu akan mendukung kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional Amerika Serikat. Kementerian Luar Negeri AS juga meyakini transaksi itu tidak akan mengubah keseimbangan militer dasar di kawasan yakni Asia Timur.

Korea Utara pekan lalu menguji dua rudal jarak pendek. Tes senjata itu dilakukan kedua kalinya dalam bulan yang sama, dengan jeda kurang dari satu minggu. Uji coba itu dilakukan di tengah-tengah kemunduran dalam perundingan antara Korea Utara dan Amerika Serikat.

Sebagaimana diketahui, KTT kedua antara Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berakhir buntu pada Februari. Pihak Amerika Serikat menolak tuntutan untuk mengurangi sanksi sampai Pyongyang mengambil langkah besar untuk mengakhiri program nuklirnya.

Satelit pengamat Bumi yang dibangun oleh perusahaan Planet Labs di San Francisco, Dove, secara tak kebetulan sedang berada di atas Pyongyang ketika peluncuran itu dilakukan. Dove kemudian menangkap gambar asap yang ditinggalkan oleh rudal tersebut.

Ukuran asli Dove yang berbentuk kubus, jauh lebih kecil dari sepotong roti. Tetapi wahana ini dapat menangkap citra dengan resolusi tinggi dari 10 hingga 16,5 kaki (3 hingga 5 meter) di atas permukaan tanah.

Planet Lab saat ini memiliki lebih dari 100 Dove yang beroperasi di orbit rendah Bumi. Proyektil yang terkait dengan uji coba Korea Utara, melakukan perjalanan antara 44 mil dan 149 mil (70 hingga 240 kilometer) sebelum jatuh di Samudra Pasifik, menurut Live Science.

Misil yang baru dites tersebut tampaknya didasarkan pada 9K720 Iskander milik Rusia, sebuah rudal balistik jarak dekat yang berpindah tempat (mobile).

Iskander dapat membawa senjata nuklir dan memiliki jangkauan sekitar 310 mil (500 km). Rudal terakhir yang diuji oleh Korea Utara berasal dari jenis yang sangat berbeda.

Sumber: Liputan6.com [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini