Trump Sebarkan Teori Konspirasi, Klaim Joe Biden yang Asli ‘Dieksekusi’ di 2020, Sosok Saat Ini Hasil 'Kloning

Presiden AS itu telah berulang kali menyebarkan hoaks.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Trump Sebarkan Teori Konspirasi, Klaim Joe Biden yang Asli ‘Dieksekusi’ di 2020, Sosok Saat Ini Hasil 'Kloning
Trump Sebarkan Teori Konspirasi, Klaim Joe Biden yang Asli ‘Dieksekusi’ di 2020, Sosok Saat Ini Hasil 'Kloning' (Merdeka.com)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (31/5) malam mengunggah kembali klaim yang tidak berdasar di Truth Social (platform media sosial milik Trump), menyebut mantan Presiden AS Joe Biden telah dieksekusi pada tahun 2020 dan digantikan dengan kloningan atau robot.

Unggahan asli yang dibuat oleh pengguna Truth Social anonim sering menyebarkan klaim yang tidak masuk akal, unggahan tersebut menyatakan Biden digantikan dengan “kloningan, kembaran” dan “entitas tanpa jiwa dan pikiran” yang direkayasa robot.

Trump menerbitkan tautan ke unggahan tersebut kepada hampir 10 juta pengikutnya tanpa menambahkan konteks atau penjelasan apa pun. Akun asli yang pertama kali mengunggah pernyataan itu hanya memiliki sedikit pengikut, yakni 5.000 pengikut.

Pada Minggu (1/6) kemarin, Gedung Putih tidak segera menanggapi komentar yang bertanya mengapa Trump membagikan postingan tersebut dan apakah dia yakin Biden dieksekusi pada tahun 2020, demikian dikutip dari NBC News, Senin (2/6).

Selama bertahun-tahun, Trump sering kali membagikan informasi yang salah dan teori konspirasi yang tidak berdasar. Ia mengulangi klaim palsu bahwa ia memenangkan pemilihan presiden 2020. Klaim tersebut menyebabkan beberapa pendukungnya menyerang Capitol pada 6 Januari 2021 sebagai upaya untuk membatalkan kemenangan Biden.

Trump juga pernah mengklaim mantan Presiden Barack Obama tidak lahir di AS, sebelum akhirnya ia menarik kata-katanya itu. Selama kampanye 2024, ia menuduh imigran Haiti “memakan hewan peliharaan.” Setelah diselidiki, semua klaim tersebut dapat dibantah atau terbukti salah.

Lingkaran Trump juga menyebarkan teori konspirasi. Sejumlah pejabat tinggi di pemerintahannya menyebarkan informasi keliru tentang vaksin atau apa yang disebut sebagai “kekuasaan bayangan” atau deep state. Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, Robert F. Kennedy Jr, berulang kali mengklaim bahwa vaksin campak, gondongan, dan rubella dapat menyebabkan autisme. Direktur dan wakil direktur FBI juga menyebarkan tuduhan bahwa pemerintah Biden dan “deep state” telah mempolitisasi FBI untuk menyerang Trump.

Biden mengungkapkan kepada publik bulan lalu bahwa ia didiagnosis mengidap kanker prostat agresif yang telah menyebar (metastasis), di tengah meningkatnya sorotan terhadap ketajaman mental dan kemampuan fisiknya selama menjabat.

Reporter Magang: Devina Faliza Rey

Rekomendasi