Suu Kyi akan Hadiri Sidang Mahkamah Internasional, Warga Myanmar Demo Beri Dukungan

Senin, 2 Desember 2019 16:48 Reporter : Hari Ariyanti
Suu Kyi akan Hadiri Sidang Mahkamah Internasional, Warga Myanmar Demo Beri Dukungan massa dukung aung san suu kyi di myanmar. ©Reuters

Merdeka.com - Sekitar 700 warga Myanmar kemarin berdemonstrasi mendukung pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, yang tengah mempersiapkan diri menghadiri sidang pembelaan atas tuduhan genosida terhadap Muslim Rohingya di pengadilan Mahkamah Internasional.

Anggota Partai Demokrasi Liga Nasional pimpinan Suu Kyi demo di depan bangunan era kolonial di Balai Kota Yangon, kota terbesar di Myanmar. Mereka mengibarkan bendera nasional, memainkan musik dan membacakan puisi.

"Ibu Suu adalah manusia paling berani di dunia, senjatanya adalah cinta," kata salah seorang penyanyi terkenal di Yangon, dilansir dari laman TIME, Senin (2/12).

Para demonstran juga membawa spanduk bertuliskan, "Kami bersamamu, Ibu Suu."

Gugatan Gambia

Kasus yang dibawa ke Pengadilan Mahkamah Internasional itu berkaitan dengan operasi militer Myanmar terhadap masyarakat Muslim Rohingya pada 2017 sebagai balasan aksi pemberontakan. Lebih dari 700 ribu warga Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh karena adanya kampanye pembersihan etnis termasuk pemerkosaan, pembunuhan, dan pembakaran rumah.

Tim pencari fakta PBB di Myanmar telah memperingatkan sejak awal bahwa "ada bahaya serius dari genosida yang berulang."

Gambia atas nama OKI (Organisasi Kerjasama Negara Islam) menggugat kasus itu di Mahkamah Internasional, yang juga dikenal sebagai pengadilan dunia.

Perkara itu menyatakan bahwa tindakan Myanmar terhadap Rohingya adalah "bersifat genosida karena mereka bermaksud menghancurkan kelompok Rohingya baik secara keseluruhan maupun sebagian."

1 dari 1 halaman

Bantahan Myanmar

Myanmar membantah keras tuduhan tersebut namun mengatakan siap menindak pelaku jika ada bukti yang cukup.

Sebuah pernyataan di situs web Kementerian Dalam Negeri Myanmar mengatakan baru-baru ini bahwa tekanan internasional terbaru terhadap Myanmar disebabkan kurangnya pemahaman menyeluruh atas persoalan tersebut dan narasi orang-orang Myanmar.

Suu Kyi yang dianugerahi Nobel Perdamaian pada 1991 karena memperjuangkan demokrasi dan HAM di bawah kekuasaan junta militer, akan memimpin delegasi Myanmar ke Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda dalam kapasitasnya sebagai Menteri Luar Negeri.

Sidang akan dimulai pada 10 Desember. Persidangan kasus ini diperkirakan berlangsung dalam beberapa tahun. [pan]

Baca juga:
Ma'ruf Amin Minta Myanmar Beri Kemudahan Perusahaan RI Ekspansi Bisnis
Bertemu Dubes Myanmar, Ma'ruf Tegaskan Komitmen RI Bantu Solusi Konflik di Rakhine
Bertemu Sekjen PBB, Jokowi Bahas Rakhine State dan Palestina
Usai Pelantikan, Jokowi Terima Kunjungan Pimpinan Negara Sahabat
Usai Dilantik, Ma'ruf Amin Terima Tamu dari Wapres RRC dan Myanmar
Gunung Popa, Rumah 37 Roh Terkuat di Myanmar

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini