Permintaan Trump Direspons, Putin Bebaskan Eks Guru AS dari Penjara Rusia

Putin memerintahkan pembebasan Stephen Hubbard, eks guru AS, setelah diminta Trump. Tak ada pertukaran tahanan. Witkoff juga membawa dokumen damai ke Putin.

Septian Deny
Oleh Septian Deny- Reporter
Permintaan Trump Direspons, Putin Bebaskan Eks Guru AS dari Penjara Rusia
<p>Presiden Donald Trump hendak menjabat tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat konferensi pers bersama di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Alaska, Amerika Serikat, Jumat (15/8/2025). (Dok. AP/Jae C. Hong)</p>

Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pembebasan warga negara Amerika Serikat, Stephen Hubbard, saat bertemu utusan Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, di St Petersburg. Dikutip dari The Guardian, Kamis (22/10/2026), Hubbard adalah mantan guru berusia 74 tahun yang lebih dari empat tahun dipenjara di Rusia atas tuduhan bertempur sebagai tentara bayaran untuk Ukraina.

Trump sebelumnya meminta Putin membebaskan Hubbard. Setelah keputusan itu diumumkan, Trump menulis di media sosial bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari permintaannya pekan lalu. Ia menegaskan tidak ada konsesi yang diberikan Washington kepada Moskow. "Amerika Serikat, sebagai bentuk penghormatan kepada Presiden Trump, tidak diwajibkan memberikan apa pun sebagai imbalan—sebuah situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Rusia ... Tidak diperlukan 'pertukaran' untuk pembebasan ini," tulis Trump.

Rusia membebaskan Hubbard secara sepihak, bukan melalui mekanisme pertukaran tahanan. Menurut The Guardian, pembebasan itu dinilai sebagai langkah yang diperhitungkan Moskow untuk merapatkan posisi Trump dengan Putin terkait Ukraina sekaligus memberi kemenangan diplomatik bagi Trump menjelang pemilihan paruh waktu di AS.

Keluarga Hubbard menyambut kabar tersebut. Adik perempuannya, Patricia Hubbard Fox, mengatakan kepada Associated Press bahwa ia telah berbicara langsung dengan Hubbard yang sempat mengira akan meninggal di penjara. "Dia sudah keluar dari wilayah Rusia. Dia bebas, syukur kepada Tuhan," kata Patricia Hubbard Fox. Ia menambahkan, kakaknya mengalami pemukulan dan kelaparan selama ditahan.

Dalam pertemuan di Istana Konstantin, St Petersburg, Witkoff juga memuji Putin. "Anda sering berbicara tentang presiden saya, Presiden Trump, sebagai seorang humanis. Anda juga seorang humanis, Tuan, dan saya menghormati itu," kata Witkoff kepada Putin. Witkoff turut menyampaikan ucapan terima kasih Trump atas kesepakatan untuk melanjutkan ekspor diesel Rusia ke Amerika Serikat.

Pujian kepada Putin tersebut muncul di tengah status hukum internasional yang menjeratnya. Putin dicari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang terkait deportasi anak-anak Ukraina ke Rusia. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 17.500 warga sipil dipastikan tewas di Ukraina sejak invasi skala penuh Rusia pada Februari 2022, dengan kemungkinan jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi.

Sikap hangat Witkoff terhadap Putin juga kontras dengan retorika yang makin keras dari sebagian pejabat senior AS terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Trump sendiri telah menyerukan agar Zelenskyy mundur dan menyebutnya sebagai penghalang utama tercapainya perdamaian.

Upaya Damai Rusia–Ukraina, Witkoff Serahkan Dokumen ke Putin

Witkoff tiba di Rusia dari Oslo setelah bertemu Zelenskyy dan para pemimpin Eropa sehari sebelumnya. Rangkaian pertemuan itu diarahkan untuk mendorong kembali negosiasi yang buntu ketika perang telah memasuki tahun kelima.

Pada bagian pertemuan yang disiarkan televisi, Witkoff menyampaikan kepada Putin bahwa ia membawa bahan untuk dibaca. "Kami membawa beberapa dokumen. Isinya benar-benar berupa sejumlah gagasan, semacam kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina, dan Anda bisa membacanya ketika ada waktu luang," kata Witkoff kepada Putin.

Kunjungan ini merupakan perjalanan kesembilan Witkoff ke Rusia sejak Trump menugaskannya merundingkan upaya mengakhiri perang. Ia menilai pembicaraan dengan Putin berlangsung "konstruktif", namun menegaskan masih ada pekerjaan penting yang harus dirampungkan.

Witkoff juga menyebut pembicaraan trilateral pada tingkat teknis antara Amerika Serikat, Rusia, dan Ukraina akan menyusul. Kremlin mengatakan telah menyetujui rencana tersebut "secara prinsip".

Menurut keterangan yang disampaikan, fokus negosiasi lanjutan akan menyasar cara menjamin keamanan Ukraina dan Rusia setelah pertempuran berakhir.

Rekomendasi