Advertisement
Saat Kabah Sepi Ditinggal Jemaah Wukuf, Ada Tradisi Perempuan Makkah Ramaikan Masjidil Haram
Advertisement
Tradisi Unik Warga Makkah di Hari Arafah
Saat jutaan jemaah haji berangkat menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf, Masjidil Haram di kota suci Makkah akan kosong.
Agar Masjidil Haram tidak kosong, maka ada tradisi yang telah berlangsung bertahun-tahun yang dilakukan warga Makkah, Arab Saudi, di mana para perempuan, lansia, dan anak-anak akan memasuki Masjidil Haram untuk melakukan tawaf mengelilingi Kabah.
Advertisement
Tradisi Tahunan Warga Makkah di Hari Arafah
Tradisi ini dinamakan "Hari Khalif" (Yaumul Khalif). Khalif artinya "kosong".
Advertisement
"Tujuannya agar (Masjidil) Haram tidak sepi."
Tulis akun Life in Saudi Arabia di Twitter.
Advertisement
Tradisi "Yaumul Khalif"
Hari Khalif ini telah dilaksanakan selama bertahun-tahun, khusus pada Hari Arafah yang bertepatan dengan tanggal 9 Dzulhijjah dalam kalender Islam atau Hijriah.
Hari Arafah adalah hari di mana para jemaah haji melakukan wukuf di padang Arafah. Wukuf adalah salah satu rukun haji. Semua jemaah haji kendati dalam keadaan sakit tetap harus datang ke Arafah untuk melaksanakan wukuf.
Advertisement
Tradisi "Yaumul Khalif"
Kenapa lebih banyak perempuan yang mengikuti tradisi ini? Dikutip dari laman Muslim Voice, warga laki-laki di kota Makkah biasanya akan mengikuti jemaah haji menuju ke Mina. Mereka akan membantu para jemaah haji yang mengalami kesulitan. Mina adalah tujuan jemaah haji sebelum menuju Arafah.
Advertisement
Tradisi "Yaumul Khalif"
Saat ini para jemaah haji telah selesai melaksanakan wukuf. Selanjutnya para jemaah berangkat menuju Muzdalifah untuk melontar jumrah. Melontar adalah salah satu wajib haji yang harus dilakukan jemaah.
Menurut pejabat di Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, dikutip dari Aljazeera, jumlah jemaah haji tahun ini disebut merupakan terbesar dalam sejarah. Ada sekitar 2,5 juta Muslim dari seluruh dunia melaksanakan rukun Islam kelima ini.