Flavio Bolsonaro, kandidat presiden Brasil yang kalah dari Luiz Inácio Lula da Silva dalam pemilihan presiden putaran kedua dilaporkan tiba di Amerika Serikat (AS) beberapa jam setelah paspornya dibatalkan. Kepergiannya menjadi sorotan karena terjadi di tengah penyelidikan dugaan pencucian uang yang membuat Mahkamah Agung Brasil memerintahkannya menyerahkan seluruh paspor kepada pihak berwenang.
Dikutip dari BBC, Rabu (28/10), sejumlah sumber menyebut politikus sayap kanan berusia 45 tahun itu telah bertemu dengan adiknya, Eduardo Bolsonaro, di Florida, AS. Namun, rute perjalanan Flavio dari Brasil ke AS belum diketahui secara pasti.
Lantas, mengapa Flavio Bolsonaro meninggalkan Brasil setelah kalah dalam pemilu? Siapa sebenarnya sosok yang merupakan putra mantan Presiden Jair Bolsonaro tersebut, dan kasus apa yang tengah menjeratnya?
Advertisement
Siapa Flavio Bolsonaro?
Flavio Bolsonaro merupakan politikus sayap kanan berusia 45 tahun sekaligus putra sulung mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro. Ia dikenal memiliki pandangan politik yang sejalan dengan ayahnya, yang kerap dijuluki "Trump dari Negeri Tropis" karena kedekatan ideologisnya dengan Presiden AS Donald Trump.
Dalam kampanye pemilihan presiden, Flavio berusaha membangun citra sebagai politikus muda yang memahami keresahan masyarakat. Salah satu isu utama yang diangkatnya adalah tingginya angka kriminalitas di Brasil, yang mencatat lebih dari 40.000 kasus pembunuhan setiap tahun.
Flavio juga menjadikan kritik terhadap lembaga peradilan sebagai bagian dari pesan politiknya. Ia mengecam putusan Mahkamah Agung Brasil yang menjatuhkan hukuman 27 tahun penjara kepada ayahnya pada 2025 atas keterlibatan dalam rencana kudeta setelah pemilu sebelumnya.
Kasus tersebut berkaitan dengan peristiwa pada 2023, ketika ribuan pendukung Jair Bolsonaro menyerbu gedung-gedung yang menjadi pusat tiga cabang kekuasaan negara di Brasília. Peristiwa itu kerap dibandingkan dengan penyerbuan Gedung Capitol Amerika Serikat pada 6 Januari 2021.
Sikap Flavio terhadap pengadilan membuatnya melanjutkan sejumlah kritik yang sebelumnya disuarakan sang ayah selama menjabat sebagai presiden. Ia juga memanfaatkan kontroversi yang melibatkan Hakim Alexandre de Moraes untuk menyerang pihak yang dianggapnya merugikan kelompok politiknya.
Advertisement
Flavio Sempat Minta Hasil Pemilu Dibatalkan
Flavio Bolsonaro kalah dari Presiden petahana Luiz Inácio Lula da Silva dalam pemilihan presiden putaran kedua pada Minggu. Hasil akhir menunjukkan Lula memperoleh 51,79 persen suara, sedangkan Flavio meraih 48,21 persen.
Hasil tersebut berbalik dari putaran pertama pada 4 Oktober, ketika Flavio disebut memiliki peluang besar untuk memenangi pemilihan. Dalam penghitungan suara putaran kedua, Flavio sempat unggul pada awalnya sebelum akhirnya tersalip oleh Lula.
Meski kalah dengan selisih sekitar 4,4 juta suara, Flavio belum mengakui kekalahannya. Ia justru menyerukan agar hasil pemilu dibatalkan dengan alasan perpanjangan waktu pemungutan suara selama dua jam pada hari pemilihan merugikan dirinya.
Flavio menyebut perpanjangan waktu yang diperintahkan seorang hakim Mahkamah Agung sebagai "siasat kotor". Namun, perpanjangan tersebut sebelumnya diminta oleh partainya maupun partai yang mendukung Lula.
Partai Liberal, yang mengusung Flavio dalam pemilihan presiden, telah menerima hasil pemilu. Meski demikian, partai tersebut menyatakan perpanjangan waktu pemungutan suara layak diselidiki.
Advertisement
Kasus Apa yang Menjerat Flavio Bolsonaro?
Dikutip dari ANTARA, Persoalan hukum yang dihadapi Flavio berkaitan dengan penyelidikan dugaan pencucian uang. Pada Senin, Mahkamah Agung Brasil memerintahkannya menyerahkan paspor kepada polisi dalam waktu 24 jam sebagai bagian dari proses penyelidikan tersebut.
Menurut laporan BBC, penyelidikan Kepolisian Federal Brasil menyoroti dugaan hubungan finansial Flavio dengan pengacara Willer Tomaz. Pengacara itu dituduh terlibat dalam skema pencucian uang bernilai lebih dari 1 miliar USD.
Penyidik dilaporkan menemukan bukti bahwa Flavio memiliki akses ke rekening bank perusahaan milik Tomaz. Setelah memperoleh persetujuan pengadilan, penyidik memeriksa pesan elektronik, surat elektronik, serta data lain dari telepon milik pengacara tersebut.
Analisis atas materi itu disebut menunjukkan adanya hubungan finansial antara keduanya. Penyidik juga menyoroti setidaknya lima perjalanan ke luar negeri yang dilakukan Flavio dan Tomaz pada semester pertama 2025.
Perhatian penyidik terhadap Tomaz turut berkaitan dengan dugaan keterlibatannya dalam perusahaan taruhan Rede Loto, yang memperoleh izin operasional dari pemerintah negara bagian Rio de Janeiro pada Mei 2023.
Selain penyelidikan tersebut, Flavio sebelumnya juga pernah diselidiki atas dugaan korupsi terkait pendanaan film mengenai ayahnya. Meski demikian, Flavio belum didakwa dalam penyelidikan pencucian uang yang menjadi sorotan saat ini dan telah membantah tuduhan terhadap dirinya.
Ia bahkan menyebut tuduhan tersebut sebagai "berita palsu".
Advertisement
Mengapa Flavio Pergi ke AS Setelah Paspornya Dibatalkan?
Kepergian Flavio menjadi perhatian karena berlangsung setelah ia diperintahkan menyerahkan paspornya kepada pihak berwenang. Perintah itu dikeluarkan Mahkamah Agung Brasil pada Senin dengan tenggat waktu 24 jam.
Dikutip dari Liputan6, sebelumnya Flavio menyatakan tidak berencana meninggalkan Brasil. Ia mengatakan akan tetap berada di negaranya untuk memimpin oposisi terhadap Lula.
Namun, setelah tenggat penyerahan paspor terlewati, pengacaranya mengatakan kepada BBC Brasil bahwa mereka tidak mengetahui keberadaan kliennya. Pada Selasa, paspor Flavio dibatalkan setelah ia tidak memenuhi tenggat tersebut.
Situasi itu memicu spekulasi mengenai keberadaannya. Seorang sumber kepolisian mengatakan kepada BBC News Brasil bahwa petugas federal memeriksa sejumlah perlintasan perbatasan untuk memastikan apakah Flavio pergi ke Argentina. Namun, otoritas Argentina menyatakan tidak menemukan catatan yang menunjukkan ia memasuki negara tersebut melalui perlintasan perbatasan mana pun.
Belakangan, sumber BBC Brasil dan BBC Mundo menyebut Flavio telah berada di Florida dan bertemu dengan adiknya, Eduardo Bolsonaro. Rute perjalanan yang ditempuhnya tetap belum diketahui secara pasti.
Kabar tersebut muncul beberapa jam setelah seorang pejabat senior AS mengonfirmasi bahwa Departemen Luar Negeri AS akan menerbitkan visa bagi Flavio dan keluarganya serta mengizinkan mereka memasuki negara itu.
Hingga laporan BBC tersebut diterbitkan, Flavio belum memberikan pernyataan publik mengenai keberangkatannya. BBC juga telah meminta keterangan dari Gedung Putih, Departemen Luar Negeri AS, serta kedutaan besar Brasil dan AS.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376738/original/092928100_1792389523-Flavio_Bolsonaro.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476531/original/069494900_1768788179-000_936V2NU.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490104/original/053721500_1769996978-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399338/original/005717900_1761934567-david-syphers-HDDDuX-dNe4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479481/original/046549400_1768979490-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384206/original/020396000_1793161433-Pemilu_Israel_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384175/original/006716500_1793159511-Untitled.jpg)