Serangan Houthi Lumpuhkan Bandara Riyadh, Data Ungkap Skala Pembatalan

Serangan Houthi membuat Bandara Riyadh tersendat. Cirium dan FlightRadar24 mencatat pembatalan besar, sementara FAA dan maskapai Eropa-Asia menyesuaikan operasi.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
Serangan Houthi Lumpuhkan Bandara Riyadh, Data Ungkap Skala Pembatalan
Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, kembali menjadi sasaran serangan pada Minggu. Sebuah proyektil menghantam terminal penumpang, sehari setelah serangan rudal di terminal yang sama menewaskan sedikitnya 12 orang. (AP Photo)

Aktivitas penerbangan di Riyadh terganggu parah pada Senin (12/10/2026) setelah serangan mematikan yang diklaim dilakukan kelompok Houthi Yaman. Perusahaan analisis penerbangan Cirium memperkirakan sekitar 60 persen penerbangan terjadwal pada hari itu berpotensi dibatalkan.

Dikutip dari Channel News Asia, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh—bandara tersibuk kedua di Arab Saudi setelah Jeddah—membatalkan 99,7 persen dari seluruh penerbangan terjadwal pada Minggu, menurut data Cirium.

FlightRadar24 memperkirakan pembatalan di Bandara Riyadh mencapai sekitar 78 persen. Sementara itu, lebih dari sepertiga penerbangan terjadwal di seluruh Arab Saudi diperkirakan tidak beroperasi pada Senin.

Bandara di ibu kota tersebut masih ditutup pada Minggu setelah serangan yang menewaskan satu orang dan melukai hampir selusin lainnya. Sehari sebelumnya, serangan lain yang juga diklaim Houthi menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang.

Rangkaian serangan ini menjadi salah satu gangguan terbesar terhadap penerbangan sipil Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah maskapai di Eropa dan Asia menghentikan layanan mereka menuju dan dari Riyadh.

Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) pada Minggu meminta maskapai AS berhati-hati saat terbang menuju atau melintasi wilayah udara Arab Saudi.

Lufthansa Group membatalkan seluruh penerbangan menuju Riyadh hingga 16 Oktober. Air France-KLM juga memperpanjang penangguhan layanan dari dan menuju ibu kota Arab Saudi tersebut hingga akhir bulan ini.

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi pada Senin memperpanjang penghentian operasional Bandara Internasional King Khalid dan belum menyebutkan kapan aktivitas akan kembali normal. "Otoritas Umum Penerbangan Sipil telah mengumumkan perpanjangan penghentian operasional di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh untuk menyelesaikan prosedur yang diperlukan guna memastikan keamanan fasilitas dan kesiapan operasionalnya," kata otoritas tersebut.

Menteri Energi Minta Respons Serius atas Serangan Houthi

Di tengah gangguan penerbangan akibat serangan Houthi, Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman menyerukan respons yang sepadan dengan eskalasi situasi.

Pernyataan itu disampaikan pada Senin dalam sebuah konferensi energi di Riyadh, menyusul serangkaian serangan mematikan yang menyasar bandara ibu kota dan sejumlah wilayah di Arab Saudi.

"Peristiwa dalam beberapa pekan terakhir sangat serius, respons kita harus sama seriusnya," kata Abdulaziz.

Rekomendasi