Diplomasi Diminta Menyentuh Meja Makan Rakyat, Ini Fokus Menlu Arrmanatha

Menlu Arrmanatha menautkan diplomasi dengan ketahanan dan pembangunan. Ia merinci kerja sama, dari pangan dan energi hingga QRIS lintas negara.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
Diplomasi Diminta Menyentuh Meja Makan Rakyat, Ini Fokus Menlu Arrmanatha
Wamenlu RI Arrmanatha Nasir dalam KTT Negara Berpenghasilan Menengah di Manila, Filipina, Selasa (29/4/2025). (Dok. Kemlu RI)

Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir menegaskan arah diplomasi Indonesia harus menopang ketahanan nasional dan agenda pembangunan pemerintah. Ia menilai Indonesia perlu memperkuat kondisi di dalam negeri agar peran di tingkat internasional berjalan optimal. Karena itu, diplomasi Indonesia diarahkan untuk mendukung agenda transformasi strategis Presiden Prabowo dan berbagai prioritas pembangunan nasional.

"Ukurannya sederhana, diplomasi harus terasa sampai di meja makan rakyat," ujar Arrmanatha di kantor Kemlu, Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan, diplomasi perlu berkontribusi langsung pada ketahanan dan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor, termasuk pangan, energi, hilirisasi, transformasi digital, industri pertahanan, perdagangan, investasi, kesehatan, serta kedaulatan maritim. Untuk mencapai tujuan tersebut, Indonesia akan meningkatkan dan mengintensifkan kerja sama bilateral agar menghasilkan dampak konkret bagi pembangunan nasional.

Pada sektor pangan, Indonesia bekerja sama dengan Jepang dan Korea Selatan untuk meningkatkan produksi beras, serta mendorong kerja sama konkret dengan Vietnam dalam investasi peternakan sapi perah. Di bidang energi, kolaborasi dengan Jepang mencakup pengembangan pembangkit listrik tenaga thorium dan panas bumi. Sementara itu, bersama Republik Rakyat China (RRT), Indonesia membangun ekosistem baterai kendaraan listrik yang terintegrasi.

Di ranah transaksi digital, Arrmanatha menyebut sistem pembayaran QRIS telah dapat digunakan untuk transaksi lintas batas di Thailand, Malaysia, China, dan Jepang.

Kemitraan Strategis dan Dialog 2+2 untuk Diplomasi Bilateral

Arrmanatha juga menyoroti penguatan hubungan Indonesia dengan sejumlah negara melalui peningkatan status kemitraan dan pengembangan forum dialog bilateral.

Dalam dua tahun terakhir, hubungan Indonesia dengan Thailand dan Mesir meningkat menjadi kemitraan strategis (strategic partnership). Peningkatan serupa juga dilakukan dalam hubungan dengan Rusia.

Adapun relasi Indonesia dengan Vietnam dan Prancis ditingkatkan menjadi kemitraan strategis komprehensif (comprehensive strategic partnership).

Pada tahun ini, Indonesia untuk pertama kalinya menggelar dialog 2+2 dengan Turki serta menyelenggarakan dialog strategis komprehensif dengan negara tersebut.

Dialog serupa berikutnya direncanakan bersama Korea Selatan dan Qatar.

Berbagai langkah itu menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral sekaligus memastikan diplomasi memberi manfaat bagi prioritas pembangunan nasional.

Menurut Arrmanatha, konsistensi prinsip, kemampuan menjalin hubungan dengan beragam negara, dan orientasi pada kepentingan rakyat merupakan bagian penting dari diplomasi Indonesia di tengah dinamika global yang terus berubah.

Rekomendasi