Di Tabligh Akbar Monas, Habib Nabiel Doakan Indonesia dan Ingatkan Hal Ini

Di Tabligh Akbar Monas, Habib Nabiel mendoakan Indonesia terhindar dari perpecahan dan korupsi, serta mengajak umat Islam menjaga persatuan dan ingat Palestina.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Di Tabligh Akbar Monas, Habib Nabiel Doakan Indonesia dan Ingatkan Hal Ini
Tabligh Akbar Majelis Rasulullah SAW di Monas. (Liputan6.com/ Winda Nelfira)

Ratusan jemaah Majelis Rasulullah SAW menghadiri Tabligh Akbar bertajuk Doa untuk Indonesia di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026) malam. Dewan Syuro sekaligus Pemimpin Pusat Majelis Rasulullah SAW, Habib Nabiel bin Fuad Al-Musawa, memanjatkan doa agar Indonesia dijauhkan dari perpecahan, korupsi, serta berbagai persoalan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.

"Kemudian juga buat bangsa dan negara kita, mudah-mudahan Allah jaga dari perpecahan, dari hal-hal yang tidak baik, dari korupsi, dari hal-hal yang bertentangan dengan syariat Allah," kata Habib Nabiel.

Ia mengajak jemaah mendoakan keselamatan bangsa dan berharap Indonesia menjadi negeri yang baik, aman, serta mendapat ampunan Allah SWT. "Mudah-mudahan negeri kita, negeri Indonesia menjadi ‘baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur’," ucapnya.

Selain itu, Habib Nabiel juga meminta jemaah tidak melupakan masyarakat Palestina yang masih menghadapi kesulitan. "Dan terakhir untuk saudara-saudara kita di Palestina, kita doakan juga, jangan lupakan. Ya mudah-mudahan mereka ditolong oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala," ujar Habib Nabiel.

Pesan Habib Nabiel Soal Persatuan Umat

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan umat Islam. Habib Nabiel mengutip Surah Ali Imran ayat 103 yang memerintahkan umat untuk berpegang teguh pada tali Allah dan tidak terpecah belah.

Ia mengingatkan agar menghindari tindakan yang dapat merusak persaudaraan, seperti menyebarkan fitnah, mencaci maki, mengadu domba, hingga membuka aib orang lain.

"Saya perlu menyampaikan ini karena akhir zaman, ada orang-orang, bahkan kelompok yang nggak suka Islam itu bersatu. Ke mana-mana memecah belah Islam. Ke mana-mana mengadu domba ulama, kiai, habaib. Mencaci maki, merusak nama, memfitnah, dan sebagainya," katanya.

Menurutnya, setiap manusia memiliki kekurangan. Ia meminta jemaah tidak menghabiskan waktu untuk mencari keburukan orang lain, sembari memperbanyak istigfar, selawat, dan amal saleh. "Jangan terus-menerus kita kerjanya ngurusin kejelekan orang. Banyakin istigfar sama Allah. Banyakin selawat kepada Sayyidina Muhammad. Banyakin amal saleh," kata Habib Nabiel.

Ia juga menyampaikan Kapolri Komjen Pol. Suyudi Ario Seto yang sedianya dijadwalkan hadir berhalangan karena dipanggil Presiden Prabowo Subianto sejak sore hari. Kehadiran Kapolri diwakili oleh Staf Khusus Kapolri, Irjen Pol Budi Herdi Susianto.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga tidak dapat menghadiri Tabligh Akbar dan diwakili oleh Wali Kota Jakarta Pusat Arifin.

Rekomendasi