Gagal Umrah, KH Marzuki Mustamar Mengaku Dilarang Terbang ke Arab Saudi

KH Marzuki mengaku belum menerima penjelasan resmi mengenai alasan dirinya dilarang masuk ke Arab Saudi.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Gagal Umrah, KH Marzuki Mustamar Mengaku Dilarang Terbang ke Arab Saudi
Mantan Ketua PWNU Jatim Dicekal Masuk Arab Saudi

Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Malang, KH Marzuki Mustamar batal menunaikan ibadah umrah setelah mengaku dilarang masuk ke Arab Saudi.

Larangan tersebut disampaikan saat ia hendak naik pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Sabtu (10/10/2026).

KH Marzuki mengatakan dirinya hendak berangkat bersama keluarga. Meski mengaku telah memiliki paspor dan visa yang lengkap dan sah, ia mendapat pemberitahuan bahwa dirinya tidak diizinkan masuk ke Arab Saudi menjelang keberangkatan.

"Saya tidak jadi umrah. Saat sudah bersiap naik pesawat, tahu-tahu dipanggil dan diberitahu tidak boleh masuk Saudi," ujar KH Marzuki dalam klarifikasi melalui akun TikTok @ngaosabah dan kanal YouTube KH Marzuqi Mustamar Channel, Senin (12/10/2026).

Akibat keputusan tersebut, KH Marzuki membatalkan perjalanannya. Sementara itu, istri dan anaknya tetap melanjutkan perjalanan untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci.

Menurut KH Marzuki, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah/Riyadh sempat berkoordinasi dan melakukan upaya lobi kepada pihak keamanan Arab Saudi. Namun, hingga waktu keberangkatan, larangan tersebut belum dicabut.

KH Marzuki mengaku belum menerima penjelasan resmi mengenai alasan dirinya dilarang masuk ke Arab Saudi. Ia menduga keputusan tersebut mungkin berkaitan dengan pertimbangan keamanan atau adanya pihak yang menyampaikan keberatan kepada otoritas setempat.

"Ada kemungkinan faktor keamanan. Mungkin juga wallahu a’lam ada pihak yang kurang menyukai saya lalu memberikan masukan atau request ke otoritas sana agar saya dilarang masuk," ungkapnya.

 

Kementerian Haji Buka Suara

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tipe A Kota Malang, Ahmad Subhan, mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi mengenai kejadian tersebut.

"Saat ini kami belum menerima laporan terkait kejadian itu," ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon.

Setelah batal berangkat, KH Marzuki kembali ke kediamannya di Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Ia memilih melanjutkan aktivitas mengajar dan mendampingi para santri.

KH Marzuki menyikapi tertundanya perjalanan tersebut dengan tabah. Ia tetap melanjutkan aktivitasnya di pesantren meski belum dapat menunaikan ibadah umrah.

Rekomendasi