Lonjakan kasus penyakit mirip influenza tengah terjadi di China bagian utara dalam beberapa pekan terakhir. Peristiwa ini menjadi sorotan World Health Organization (WHO).
"China melaporkan peningkatan 'penyakit mirip influenza' sejak pertengahan Oktober jika dibandingkan dengan periode yang sama dalam tiga tahun sebelumnya," kata WHO sebagaimana dikutip AFP, Jumat (24/11).
Advertisement
"WHO telah mengajukan permintaan resmi ke Tiongkok untuk mendapatkan informasi rinci mengenai peningkatan penyakit pernapasan dan laporan kelompok pneumonia pada anak-anak," kata WHO dalam pernyataan resminya pada Rabu (22/11).
Sementara, otoritas kesehatan China mengaitkan lonjakan penyakit ini dengan pencabutan pembatasan COVID-19 dan peredaran patogen yang diketahui, seperti influenza, mycoplasma pneumoniae (infeksi bakteri umum yang biasanya menyerang anak-anak), virus pernapasan syncytial (RSV), dan SARS-CoV-2 (virus penyebab COVID-19).
Advertisement
Foto-foto yang diambil AFP pada Kamis (23/11) memperlihatkan suasana salah satu rumah sakit anak di Beijing, China, yang dipenuhi pasien.
Terlihat kerumunan orang tua dan anak-anak mengenakan pakaian musim dingin.
Sementara, beberapa anak tampak mendapatkan perawatan di koridor dan tangga rumah sakit.
Advertisement
Li Meiling (42) membawa putrinya yang berusia delapan tahun ke rumah sakit tersebut karena menderita pneumonia mikoplasma, patogen yang dapat menyebabkan sakit tenggorokan, kelelahan dan demam.
"Memang benar banyak anak seusianya yang menderita penyakit ini saat ini," katanya kepada AFP sebagaimana dikutip Liputan6.com.
Namun, Meiling mengatakan dirinya "tidak terlalu khawatir" dengan pengumuman WHO tersebut.
"Saat ini musim dingin, jadi wajar jika ada lebih banyak kasus penyakit pernapasan. Itu karena musim."
Advertisement
"Sementara WHO mencari informasi tambahan ini, kami merekomendasikan agar masyarakat di Tiongkok mengikuti langkah-langkah untuk mengurangi risiko penyakit pernapasan, termasuk vaksinasi yang direkomendasikan; menjaga jarak dengan orang yang sedang sakit; tinggal di rumah saat sakit; menjalani tes dan perawatan medis sesuai kebutuhan; memakai masker sebagaimana mestinya; memastikan ventilasi yang baik; dan mencuci tangan secara teratur," kata WHO dalam pernyataan resminya.