Diminta Datang ke Pesta Pernikahan, Gadis 17 Tahun Diperkosa Massal di India, Begini Kronologinya

Setelah turis Spanyol yang diperkosa massal di negara bagian Jharkand, kali ini korbannya adalah warga lokal di negara bagian Uttar Pradesh.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Diminta Datang ke Pesta Pernikahan, Gadis 17 Tahun Diperkosa Massal di India, Begini Kronologinya
Ilustrasi pemerkosaan (© Times of India)

Setelah turis Spanyol yang diperkosa massal di negara bagian Jharkand, kali ini korbannya adalah warga lokal di negara bagian Uttar Pradesh.

Pemerkosaan massal kembali terjadi di India. Kali ini korbannya adalah warga lokal, gadis 17 tahun. Insiden ini terjadi di distrik Hathras, negara bagian Uttar Pradesh.

Sumber: Times of India

Dok. Istimewa
© Times of India

Kronologi kejadian ini bermula ketika gadis tersebut diminta menjadi penerima tamu dalam sebuah pesta pernikahan. Insiden terjadi pada Sabtu (2/3) dini hari, sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Gadis ini diduga diperkosa dua pria.

Menurut keterangan polisi, insiden ini terjadi ketika hadis tersebut pulang ke rumah setelah menyelesaikan tugasnya sebagai penyambut tamu di pesta tersebut. Dua pria diduga menyetopnya di jalan, menariknya ke sawah terdekat di mana kedua tersangka diduga melakukan aksi bejatnya.


Setelah beraksi, tersangka kabur.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Polisi bergegas ke TKP setelah mendapatkan laporan dan membuka penyelidikan.

"Berdasarkan laporan yang diajukan gadis tersebut, kasus berdasarkan IPC (Indian Penal Code/Hukum Pidana India) Pasal 376D (pemerkosaan massal), dan pasal-pasal terkait dari UU POCSO (Perlindungan Anak-Anak dari Kekerasan Seksual) telah diajukan dalam kasus ini," jelas anggota polisi yang bertugas di pos Kotwall Junction, Vijay Singh, dikutip dari Times of India, Selasa (5/3).


Singh menambahkan, korban telah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis.

"Salah satu tersangka telah ditangkap, dan upaya sedang dilakukan untuk menangkap tersangka lainnya yang melarikan diri," kata Singh.


Dia juga mengatakan penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan pihaknya.

Rekomendasi