Simak selengkapnya!
Advertisement
Keadaan lahan hutan di Portugal semakin hangus akibat kebakaran yang disebabkan oleh gelombang suhu panas ekstrem yang masih melanda negara tersebut.
Ratusan petugas pemadam kebakaran hingga kini masih berusaha keras memadamkan api yang berkobar di Portugal selatan. Kobaran apinya telah menghanguskan ribuan hektare lahan dan menyebabkan sekitar 1.400 orang dievakuasi untuk berjaga-jaga.
Advertisement
Peran pesawat pemadam kebakaran masih diandalkan untuk menjatuhkan air di atas api yang membakar lahan hutan di Odeceixe, selatan Portugal.
Berton-ton air terus dijatuhkan dari pesawat guna mengendalikan penyebaran api supaya tidak semakin luas. Ratusan petugas pemadam kebakaran hingga kini masih melakukan pemadaman titik-titk api yang masih menyala.
Seperti dilansir dari The Guardian pada 8 Agustus 2023, kebakaran hutan yang ditangani oleh lebih dari 800 petugas pemadam kebakaran sejak Sabtu (5/8/2023) lalu di Odemira, Alentejo itu telah menyebar ke selatan menuju Algarve, salah satu tujuan wisata utama Portugal.
Advertisement
Temperatur tinggi dan angin kencang mempersulit upaya pemadaman api yang telah menghanguskan sekitar 6.700 hektare lahan.
Advertisement
Menurut Komandan Otoritas Darurat dan Perlindungan Sipil Jose Ribeiro mengatakan bahwa kondisi cuaca diperkirakan akan tetap menjadi tantangan.
Menjelang matahari terbenam keadaan langit di Odemira seketika menjadi gelap saat awan asap besar dan tebal memenuhi udara.
Advertisement
Sementara Wali Kota Odemira Helder Guerreiro menggambarkan situasinya di lokasi sangat kritis, sulit, dan kompleks.
Advertisement
Sementara Ribeiro mengatakan ada banyak pekerjaan yang harus segera dilakukan secepatnya mengendalikan api agar tidak semakin luas.
Advertisement
"Ini adalah situasi yang mengkhawatirkan,"
kata Ribeiro, menambahkan ada dua front aktif, dengan satu menuju Monchique, daerah pegunungan hijau subur di pedesaan Algarve yang sudah populer di kalangan penduduk lokal dan turis karena mata air panas dan hotelnya.
Advertisement
Menurut para ilmuwan mengatakan gelombang panas yang melanda sejumlah negara di Eropa menjadi lebih sering, intens, dan menyebar sepanjang musim karena perubahan iklim.