Tanaman pagar yang tidak mudah rontok menjadi pilihan banyak pemilik rumah saat memasuki musim kemarau karena tetap dapat membentuk pembatas alami sekaligus membantu menciptakan area yang lebih nyaman. Selain berfungsi sebagai pagar hidup, sejumlah tanaman juga mampu memberikan peneduh sehingga halaman tidak langsung menerima paparan sinar matahari sepanjang hari. Kondisi tersebut membuat keberadaan tanaman pagar semakin banyak dipertimbangkan untuk melengkapi hunian.
Memilih tanaman pagar tidak hanya berkaitan dengan bentuk atau ukuran tanaman, tetapi juga mempertimbangkan kemampuannya bertahan ketika curah hujan mulai berkurang. Beberapa jenis tanaman dikenal tetap tumbuh dengan kebutuhan perawatan yang lebih sederhana sehingga dapat menjadi pilihan bagi pemilik rumah yang ingin memiliki pagar hijau tanpa harus melakukan perawatan setiap hari.
Beragam jenis tanaman pagar tersedia dengan karakter yang berbeda. Ada yang tumbuh rapat, ada yang membentuk dinding alami, dan ada pula yang menghasilkan tajuk sehingga membantu mengurangi panas di sekitar rumah. Sebagai gambarannya, berikut Merdeka.com hadirkan 10 tanaman pagar yang tidak mudah rontok yang cocok dipelihara saat musim kemarau, Senin (27/7).
Advertisement
1. Pucuk Merah Menjadi Tanaman Pagar yang Banyak Dipilih
Tanaman pagar yang tidak mudah rontok seperti pucuk merah sering dipilih untuk membentuk pagar hidup di halaman rumah. Pertumbuhannya membentuk barisan yang rapat sehingga dapat menjadi pembatas area tanpa perlu memasang pagar dari bahan lain.
Saat musim kemarau, tanaman ini tetap dapat tumbuh apabila memperoleh penyiraman secara teratur sesuai kebutuhan. Daunnya yang tetap menutupi cabang membuat pagar terlihat penuh sehingga mampu memberikan keteduhan di sekitar halaman rumah.
Pucuk merah juga banyak dimanfaatkan sebagai penahan debu dari jalan menuju halaman rumah. Susunan tanaman yang rapat membantu mengurangi masuknya debu sekaligus menciptakan ruang luar yang lebih nyaman untuk digunakan beraktivitas pada pagi maupun sore hari. Karena pertumbuhannya mudah diarahkan, tanaman ini dapat dibentuk mengikuti panjang pagar atau batas lahan.
Perawatan pucuk merah dapat dilakukan dengan memangkas bagian yang tumbuh tidak beraturan agar bentuk pagar tetap rapi. Penyiraman dilakukan ketika tanah mulai mengering, sedangkan pembersihan gulma di sekitar tanaman membantu menjaga ruang tumbuh tetap terbuka. Cara tersebut membuat tanaman pagar tetap tumbuh dengan baik sepanjang musim kemarau.
Advertisement
2. Teh-tehan Membentuk Pagar Hidup yang Rapat
Tanaman pagar yang tidak mudah rontok berikutnya adalah teh-tehan yang telah lama digunakan sebagai pagar hidup di berbagai daerah. Tanaman ini tumbuh membentuk rumpun sehingga mampu menutup area pagar dengan susunan daun yang saling bertemu. Pada musim kemarau, teh-tehan masih dapat bertahan apabila memperoleh air secukupnya dan tanah tidak dibiarkan terlalu kering dalam waktu lama.
Keberadaan teh-tehan membantu membatasi halaman tanpa menghalangi aliran udara. Tanaman ini juga dapat mengurangi paparan sinar matahari langsung ke bagian depan rumah karena susunan cabangnya membentuk penutup alami. Banyak pemilik rumah memilih teh-tehan karena mudah ditata mengikuti bentuk pagar maupun jalur masuk menuju rumah.
Agar pagar tetap terjaga, pemangkasan dapat dilakukan secara berkala sehingga pertumbuhan tanaman tetap merata. Penyiraman dilakukan sesuai kondisi tanah, sedangkan daun yang jatuh di sekitar tanaman dapat dibersihkan agar area halaman tetap mudah dirawat. Langkah sederhana tersebut membuat teh-tehan terus tumbuh selama musim kemarau.
Advertisement
3. Glodokan Tiang Memberikan Peneduh di Sepanjang Pagar
Tanaman pagar yang tidak mudah rontok juga dapat ditemukan pada glodokan tiang yang banyak ditanam di sepanjang batas rumah maupun jalan. Bentuk pertumbuhannya ke arah atas membuat tanaman ini tidak memerlukan banyak ruang sehingga cocok digunakan pada lahan yang memanjang. Saat musim kemarau, glodokan tiang tetap dapat tumbuh dengan penyiraman yang dilakukan secara berkala.
Susunan tanaman yang ditanam berjajar mampu membantu mengurangi panas matahari pada sisi rumah yang sering menerima cahaya langsung. Selain berfungsi sebagai pagar hidup, glodokan tiang juga menjadi peneduh di sepanjang halaman sehingga area luar rumah dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan bersama keluarga.
Perawatan glodokan tiang cukup dilakukan dengan memangkas cabang yang tumbuh keluar dari jalur pagar serta membersihkan gulma di sekitar batang. Penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan agar akar tetap memperoleh air. Dengan cara tersebut, tanaman dapat terus tumbuh dan menjaga halaman tetap teduh selama musim kemarau.
Advertisement
4. Bambu Jepang Cocok Menjadi Pagar Alami di Halaman Rumah
Tanaman pagar yang tidak mudah rontok berikutnya adalah bambu Jepang yang banyak dimanfaatkan sebagai pagar hidup pada berbagai jenis hunian. Pertumbuhannya membentuk rumpun sehingga mampu menutup batas lahan tanpa memerlukan banyak tanaman.
Saat musim kemarau, bambu Jepang tetap dapat tumbuh apabila memperoleh penyiraman sesuai kebutuhan. Susunan batang dan daun yang rapat membantu menciptakan area yang lebih teduh sehingga halaman rumah tidak menerima paparan sinar matahari secara langsung sepanjang hari.
Bambu Jepang juga sering digunakan untuk membentuk pembatas antara halaman depan dan area lain di sekitar rumah. Pertumbuhannya yang memanjang membuat pagar terlihat menyatu tanpa harus menggunakan material tambahan. Keberadaan tanaman ini ikut membantu mengurangi debu yang terbawa angin sekaligus menciptakan ruang luar yang lebih nyaman untuk digunakan sebagai tempat berkumpul bersama keluarga maupun menerima tamu.
Perawatan bambu Jepang dilakukan dengan memangkas batang yang tumbuh melewati jalur pagar agar bentuknya tetap teratur. Penyiraman dapat dilakukan ketika kondisi tanah mulai mengering, sedangkan rumput liar di sekitar rumpun sebaiknya dibersihkan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman. Langkah tersebut membantu menjaga bambu Jepang tetap tumbuh selama musim kemarau.
Advertisement
5. Soka Menjadi Pilihan untuk Membentuk Pagar Hidup
Tanaman pagar yang tidak mudah rontok juga dapat dipilih dari jenis soka yang banyak ditemukan di halaman rumah. Tanaman ini tumbuh membentuk cabang yang rapat sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pagar hidup sekaligus pembatas antararea.
Pada musim kemarau, soka tetap mampu bertahan apabila kebutuhan airnya tetap terpenuhi melalui penyiraman secara berkala. Pertumbuhannya yang mudah diarahkan membuat tanaman ini sering digunakan pada pagar rumah dengan berbagai ukuran lahan.
Soka membantu menciptakan batas halaman yang tetap terbuka tanpa mengurangi aliran udara. Susunan cabangnya mampu membentuk dinding tanaman yang memberikan peneduh sehingga panas matahari tidak langsung mengenai bagian depan rumah. Karena dapat dipangkas mengikuti bentuk pagar, soka juga banyak dipilih untuk menjaga tampilan halaman tetap tertata sepanjang tahun.
Perawatan soka dilakukan dengan memangkas cabang yang tumbuh tidak beraturan agar bentuk pagar tetap terjaga. Penyiraman dilakukan menyesuaikan kondisi tanah, sedangkan gulma di sekitar tanaman dibersihkan secara berkala agar ruang tumbuh tidak terganggu. Perawatan sederhana tersebut membantu tanaman terus tumbuh saat musim kemarau berlangsung.
Advertisement
6. Acalypha Membantu Menutup Area Pagar dengan Rapat
Tanaman pagar yang tidak mudah rontok berikutnya adalah acalypha yang sering dimanfaatkan sebagai pagar hidup di lingkungan perumahan. Tanaman ini memiliki pertumbuhan cabang yang rapat sehingga mampu membentuk pembatas alami di sekitar halaman rumah. Pada musim kemarau, acalypha tetap dapat tumbuh dengan penyiraman yang dilakukan secara teratur sehingga daun tetap menutupi bagian pagar dan memberikan peneduh di sekitar rumah.
Acalypha dapat ditanam berjajar mengikuti batas lahan sehingga membentuk pagar yang menyatu. Keberadaan tanaman ini membantu mengurangi paparan sinar matahari ke halaman sekaligus menjadi penyaring debu yang datang dari arah jalan. Karena pertumbuhannya mudah dibentuk, banyak pemilik rumah memilih acalypha sebagai pagar hidup yang mudah dirawat tanpa memerlukan banyak perlengkapan tambahan.
Perawatan acalypha cukup dilakukan melalui pemangkasan secara berkala agar bentuk pagar tetap mengikuti jalur yang diinginkan. Penyiraman diberikan ketika tanah mulai kehilangan kelembapan, sementara rumput liar di sekitar tanaman dibersihkan agar akar memperoleh ruang tumbuh. Dengan perawatan tersebut, acalypha dapat tetap tumbuh dan menjaga halaman rumah terasa lebih teduh selama musim kemarau.
Advertisement
7. Ketapang Kencana Menjadi Peneduh di Sepanjang Batas Rumah
Tanaman pagar yang tidak mudah rontok juga dapat dipilih dari ketapang kencana yang banyak ditanam di sepanjang batas halaman. Pohon ini memiliki percabangan yang membentuk naungan sehingga membantu mengurangi paparan sinar matahari ke area rumah.
Saat musim kemarau, ketapang kencana tetap dapat tumbuh apabila memperoleh penyiraman sesuai kebutuhan. Penanaman secara berjajar membuat tanaman ini berfungsi sebagai pagar hidup sekaligus menciptakan ruang yang lebih teduh untuk berbagai aktivitas di luar rumah.
Ketapang kencana sering digunakan pada halaman yang memiliki lahan memanjang karena pertumbuhannya dapat membentuk batas alami. Susunan tajuknya membantu mengurangi panas yang masuk ke halaman sehingga suasana sekitar rumah terasa lebih nyaman pada siang hari. Selain menjadi pembatas, tanaman ini juga membantu mengurangi debu yang terbawa angin dari luar area rumah.
Perawatan ketapang kencana dilakukan dengan memangkas cabang yang tumbuh ke arah yang tidak diinginkan agar jalur pagar tetap terjaga. Penyiraman dilakukan ketika tanah mulai mengering dan gulma di sekitar batang dibersihkan secara berkala. Cara tersebut membantu tanaman tetap tumbuh selama musim kemarau dan menjaga fungsi pagar hidup tetap berjalan.
Advertisement
8. Bugenvil Membentuk Pagar Hidup untuk Musim Kemarau
Tanaman pagar yang tidak mudah rontok berikutnya adalah bugenvil yang dikenal dapat tumbuh pada kondisi cuaca dengan curah hujan yang rendah. Tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai pagar hidup karena cabangnya dapat memenuhi sepanjang pagar rumah. Dengan penataan yang tepat, bugenvil mampu membentuk pembatas alami yang membantu mengurangi paparan sinar matahari ke halaman sekaligus menciptakan area yang lebih teduh.
Bugenvil dapat diarahkan mengikuti pagar besi, kawat, maupun pagar hidup sehingga membentuk barisan tanaman yang menyatu. Selain berfungsi sebagai pembatas, tanaman ini juga membantu memberikan perlindungan pada bagian depan rumah dari debu yang terbawa angin. Karena mampu tumbuh pada musim kemarau, bugenvil menjadi salah satu pilihan yang banyak digunakan di berbagai daerah.
Perawatan bugenvil dilakukan melalui pemangkasan cabang yang tumbuh terlalu panjang agar bentuk pagar tetap teratur. Penyiraman diberikan secukupnya sesuai kondisi tanah, sedangkan area di sekitar tanaman dibersihkan dari gulma agar pertumbuhannya tidak terganggu. Langkah sederhana tersebut membantu bugenvil terus tumbuh sebagai pagar hidup saat musim kemarau.
Advertisement
9. Kembang Sepatu Cocok Dijadikan Pagar Rumah
Tanaman pagar yang tidak mudah rontok juga dapat ditemukan pada kembang sepatu yang banyak dimanfaatkan sebagai pagar hidup di halaman rumah. Tanaman ini tumbuh membentuk cabang yang cukup rapat sehingga mampu menutup batas lahan dengan susunan yang teratur. Pada musim kemarau, kembang sepatu tetap dapat tumbuh apabila memperoleh penyiraman secara berkala sehingga tetap berfungsi sebagai pembatas alami sekaligus peneduh di sekitar rumah.
Kembang sepatu sering ditanam berjajar mengikuti garis pagar karena mudah dibentuk melalui pemangkasan. Keberadaan tanaman ini membantu mengurangi panas matahari yang langsung mengenai halaman serta memberikan ruang yang lebih nyaman untuk melakukan kegiatan di luar rumah. Penanaman yang teratur juga membuat batas halaman terlihat lebih jelas tanpa harus menambahkan banyak material pagar.
Perawatan kembang sepatu cukup dilakukan dengan memangkas cabang yang tumbuh keluar dari jalur pagar agar bentuknya tetap rapi. Penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan, sementara gulma di sekitar tanaman dibersihkan agar tidak mengganggu pertumbuhan akar. Perawatan tersebut membantu tanaman tetap tumbuh dengan baik sepanjang musim kemarau.
Advertisement
10. Pohon Tanjung Menjadi Pilihan Pagar Sekaligus Peneduh
Tanaman pagar yang tidak mudah rontok yang dapat dipertimbangkan berikutnya adalah pohon tanjung. Tanaman ini banyak digunakan sebagai pagar hidup karena mampu membentuk deretan pohon yang membantu menciptakan naungan di sekitar halaman rumah. Saat musim kemarau, pohon tanjung tetap dapat tumbuh dengan penyiraman yang dilakukan secara berkala sehingga area rumah tetap memperoleh peneduh dari susunan tajuknya.
Pohon tanjung dapat ditanam mengikuti batas lahan untuk membentuk pagar alami yang sekaligus membantu mengurangi panas matahari pada siang hari. Susunan tanaman yang berjajar juga membantu mengurangi debu dari arah jalan menuju halaman rumah. Oleh karena itu, pohon tanjung sering dipilih sebagai bagian dari penataan halaman yang mengutamakan fungsi pagar sekaligus peneduh.
Perawatan pohon tanjung dilakukan dengan memangkas cabang yang tumbuh terlalu rapat agar pertumbuhan tetap terarah. Penyiraman dilakukan ketika tanah mulai mengering dan area di sekitar batang dibersihkan dari gulma secara berkala. Dengan perawatan tersebut, pohon tanjung dapat terus tumbuh sebagai pagar hidup yang mendukung kenyamanan halaman rumah saat musim kemarau.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Pagar yang Tidak Mudah Rontok dan Cocok untuk Musim Kemarau
1. Tanaman pagar apa yang tidak mudah rontok saat musim kemarau?
Beberapa pilihan yang sering digunakan antara lain pucuk merah, teh-tehan, glodokan tiang, bambu Jepang, soka, acalypha, ketapang kencana, bugenvil, kembang sepatu, dan pohon tanjung.
2. Mengapa tanaman pagar membantu mengurangi panas di sekitar rumah?
Tanaman pagar membentuk naungan dan membantu mengurangi paparan sinar matahari secara langsung ke halaman maupun dinding rumah.
3. Seberapa sering tanaman pagar perlu disiram saat musim kemarau?
Penyiraman dapat dilakukan menyesuaikan kondisi tanah. Ketika tanah mulai mengering, tanaman sebaiknya segera mendapatkan air agar pertumbuhannya tetap terjaga.
4. Bagaimana cara menjaga tanaman pagar tetap rapi?
Pemangkasan secara berkala, membersihkan gulma, dan menjaga area sekitar akar tetap bersih menjadi langkah sederhana untuk mempertahankan bentuk pagar hidup.
5. Apa manfaat menanam tanaman pagar dibanding pagar biasa?
Tanaman pagar dapat berfungsi sebagai pembatas lahan, membantu mengurangi panas matahari, menyaring debu, menjaga sirkulasi udara, serta menciptakan suasana halaman yang lebih nyaman.