Terungkap, Gladiator Romawi Ternyata Tidak Kekar, Malah Agak Tambun dan Vegetarian

Sosok gladiator zaman Romawi yang selama ini kita pahami memiliki tubuh kekar berotot dan mahir bertarung di arena.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Terungkap, Gladiator Romawi Ternyata Tidak Kekar, Malah Agak Tambun dan Vegetarian
Terungkap, Gladiator Romawi Ternyata Tidak Kekar, Malah Agak Tambun dan Vegetarian (Merdeka.com)

Sosok gladiator zaman Romawi yang selama ini kita pahami memiliki tubuh kekar berotot dan mahir bertarung di arena, seperti yang digambarkan film Hollywood.

Namun pada kenyataannya, dari apa yang ditemukan ilmuwan tentang jenis makanan dan bentuk fisik mereka, ternyata gladiator cukup berbeda dengan gambaran yang kita pernah lihat dalam sejarah dan budaya pop. Akademisi dari Universitas Kedokteran Wina, Austria dan Universitas Bern, Swiss, menemukan jenis makanan gladiator ternyata berupa gandum atau kacang-kacangan yang sebagian besar tanpa lemak. Informasi itu didapat dari temuan di makam gladiator di Epehesus, Turki zaman sekarang. Tapi tentu bukan berarti mereka tidak makan daging sama sekali.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Di zaman Romawi, industri hiburan sangat penting. Lagi pula, ada lebih dari 100 sekolah gladiator yang tersebar di seantero kerajaan. Mayoritas sekolah itu berlokasi di dekat Colosseum. Sekolah terbesar, Ludus Magnus, terhubung langsung ke Colosseum melalui sebuah terowongan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Penulis Romawi terkenal, Pliny, menyebut gladiator sebagai hordearii yang diterjemahkan sebagai "pemakan barley (sereal)". Orang Romawi meyakini makan sereal akan memperkuat badan. Mereka juga makan bubur gandum dan buah kering sebagai tambahan sereal dan kacang-kacangan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dari pemeriksaan tulang gladiator ditemukan bukti mereka minum minuman terbuat dari abu tanaman. Minuman ini adalah semacam minuman berenergi yang bisa membuat gladiator cepat pulih setelah bertarung atau berlatih.

Gladiator adalah sumber investasi bagi pemiliknya, tapi mengapa mereka kurang makan daging? Memiliki lebih banyak lemak artinya punya peluang lebih besar untuk bertahan di arena. Punya lapisan lemak lebih banyak bisa memberikan perlindungan bagi otot dan syaraf. Alhasil, luka sabetan jadi tidak begitu mematikan.

Bertubuh lebih tambun memiliki keuntungan saat terkena luka, meski badan berdarah-darah tapi gladiator masih sanggup terus bertarung. Bagi penonton pertarungan jadi lebih seru dan bersemangat.

Bertubuh lebih tambun memiliki keuntungan saat terkena luka, meski badan berdarah-darah tapi gladiator masih sanggup terus bertarung. Bagi penonton pertarungan jadi lebih seru dan bersemangat.
Dok. Istimewa

Saat bertarung dengan senjata tajam, gladiator tidak banyak memakai baju besi.

Saat bertarung dengan senjata tajam, gladiator tidak banyak memakai baju besi.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pelatih mereka tidak suka melihat gladiatornya cepat mati setelah berbulan-bulan latihan, jadi mereka memberinya 'baju besi' yang bisa dipakai siapa saja: lemak.

Karena itulah sosok gladiator sebetulnya tidak bertubuh kekar berotot atau atletis seperti yang selama ini kita bayangkan.

Karena itulah sosok gladiator sebetulnya tidak bertubuh kekar berotot atau atletis seperti yang selama ini kita bayangkan.
Dok. Istimewa
Rekomendasi