Dua helikopter militer Amerika Serikat terkena tembakan Iran pada Jumat saat menjalankan misi pencarian dan penyelamatan (SAR) untuk awak jet tempur yang jatuh.
Dilansir the Hill, Sabtu (4/4), sebuah helikopter UH-60 Black Hawk milik Angkatan Udara AS dan satu helikopter SAR lainnya terkena serangan, namun keduanya berhasil melarikan diri. Hal ini disampaikan oleh sumber yang mengetahui kejadian tersebut kepada The Hill dengan syarat anonim karena membahas operasi militer.
Namun pihak Iran menyatakan kedua helikopter itu berhasil ditembak jatuh, bukan melarikan diri.
Dua helikopter Black Hawk dan satu pesawat pendukung C-130 Hercules ditembak jatuh, kata Ebrahim Zolfaghari, juru bicara Markas Pusat Khatam Al-Anbiya dari komando militer Iran, pada Minggu.
“Upaya musuh untuk menyelamatkan pilot pesawat yang jatuh telah gagal. Di wilayah selatan Isfahan, target udara musuh berhasil ditembak jatuh, termasuk dua helikopter Black Hawk dan satu pesawat angkut militer C-130… kini semuanya terbakar,” ujar Zolfaghari, seperti dikutip kantor berita Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB).
VIDEO | Wreckage of a US C-130 that reportedly attempted to rescue the missing fighter pilot in southern Iran.
— The Cradle (@TheCradleMedia) April 5, 2026
The US says the plane got stuck and had to be demolished, while Iranian state media says that the aircraft was destroyed. pic.twitter.com/FQ9HuvFKkt
Advertisement
Di media sosial X ramai menyebar foto-foto dan video yang menunjukkan sisa-sisa puing helikopter C-130 yang ditembak jatuh.
Kedua helikopter itu terlibat dalam upaya penyelamatan awak dari F-15E Strike Eagle yang ditembak jatuh oleh pasukan Iran. Ini merupakan pertama kalinya pesawat Amerika ditembak jatuh di wilayah Iran sejak konflik dimulai pada akhir Februari.
Salah satu dari dua awak pesawat telah berhasil diselamatkan oleh pasukan AS, menurut seorang pejabat Amerika. Sementara itu, pencarian terhadap satu awak lainnya masih berlangsung.
Seorang staf Kongres, yang juga berbicara secara anonim, mengatakan kepada The Hill bahwa Pentagon telah memberi pengarahan kepada Komite Angkatan Bersenjata DPR AS pada Jumat, dan status awak kedua hingga kini belum diketahui.
#BREAKING
— Tehran Times (@TehranTimes79) April 5, 2026
More images pic.twitter.com/i5s4eSF2Mc
Advertisement
Media pemerintah Iran merilis foto yang diklaim sebagai bagian dari pesawat yang jatuh, yang menunjukkan bahwa pesawat tersebut adalah jet tempur F-15 milik Amerika.
Perkembangan ini terjadi setelah pernyataan berulang dari Donald Trump dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang menyebut AS telah menguasai wilayah udara dan secara signifikan melemahkan kemampuan tempur Teheran.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf mengejek pernyataan tersebut melalui unggahan di platform X pada Jumat pagi.
“Setelah mengalahkan Iran 37 kali berturut-turut, perang tanpa strategi yang ‘brilian’ ini kini turun dari ‘pergantian rezim’ menjadi ‘Hei! Ada yang bisa menemukan pilot kami? Tolong?’” tulis Qalibaf. “Wow. Kemajuan yang luar biasa. Jenius sekali.”