Ayah di Meksiko Meradang, Menuding Mantan Istri dan Pacar Baru Palsukan Dugaan Penyebab Kematian Putrinya

Apa sebenarnya yang menjadi faktor penyebab kematian remaja ini?

Indra Cahya Vanleon
Oleh Indra Cahya Vanleon - Reporter
Ayah di Meksiko Meradang, Menuding Mantan Istri dan Pacar Baru Palsukan Dugaan Penyebab Kematian Putrinya
Ilustrasi operasi plastik (dok.unsplash/ H Shaw) (© 2025 Liputan6.com)

Carlos Arellano, pria di Meksiko kesal. Putri tercinta berusia 14 tahun, Paloma Nicole Arellano Escobedo meninggal secara tragis di sebuah rumah sakit di Durango, Meksiko.

Carlos menuding mantan istrinya dan pacar barunya yang merupakan seorang dokter bedah plastik memalsukan penyebab kematian putrinya.

Ia mengklaim bahwa putrinya meninggal akibat serangkaian operasi plastik, termasuk implan payudara.

Menurut laporan resmi, penyebab kematiannya adalah edema serebral akibat penyakit pernapasan, seperti yang dilansir oleh Oddity Central pada Senin (29/9).

Namun, ayahnya, Carlos Arellano, berpendapat bahwa penyebab kematian putrinya tidak sesuai dengan laporan yang ada. Ia menuduh ibu Paloma dan pasangannya telah melakukan operasi pembesaran payudara tanpa izin darinya.

Media lokal melaporkan bahwa Paloma diduga menjalani beberapa prosedur sekaligus, mulai dari pembesaran payudara, Brazilian Butt Lift (pengangkatan bokong menggunakan lemak), hingga sedot lemak.

Carlos merasa kecewa dan menyatakan, "Sertifikat kematian dengan sengaja mencatat 'penyakit pernapasan' sebagai penyebab kematian untuk menutupi kebenaran.

Mereka memberikannya kepada kami begitu cepat. Saya tidak tahu bagaimana mereka bisa mendapatkannya secepat itu." Ia menuntut agar semua pihak yang bertanggung jawab segera diselidiki.

Laporan Sang Ayah

Setelah pemakaman putrinya, ayah yang berduka ini melaporkan kasus tersebut. Ia meyakini ada sesuatu yang disembunyikan terkait kematian Paloma dan menuduh mantan istrinya terlibat dalam penutupan kasus ini. Carlos juga mengungkapkan bahwa ia sempat berbicara dengan mantan istrinya sekitar seminggu sebelum putrinya meninggal.

Saat itu, ibunya mengatakan bahwa Paloma akan dibawa ke pegunungan karena terkonfirmasi positif Covid-19. Beberapa hari kemudian, ia menerima telepon kembali yang menyatakan bahwa Paloma dirawat di rumah sakit dalam kondisi yang sangat serius. Namun, baru saat pemakaman, Carlos merasa ada kejanggalan yang tidak dapat diabaikan.

Meski ia tidak langsung menegur mantan istrinya saat pemakaman, Carlos membawa bukti ke polisi keesokan harinya dan meminta penyelidikan yang menyeluruh. Ia yakin bahwa operasi plastik tersebut merupakan hadiah untuk ulang tahun ke-15 Paloma dari ibunya, yang dilakukan oleh pacarnya yang berprofesi sebagai ahli bedah plastik. Kini, Carlos berharap agar keduanya dapat diadili atas kematian tragis putrinya.

Rekomendasi