Sosok Thomas Jacob Sanford, Pelaku Penembakan Brutal Gereja di Michigan Seorang Veteran Perang Irak

Selama bertugas, Sanford berfokus pada peralatan kendaraan militer.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Sosok Thomas Jacob Sanford, Pelaku Penembakan Brutal Gereja di Michigan Seorang Veteran Perang Irak
Sosok Thomas Jacob Sanford, Pelaku Penembakan Brutal Gereja di Michigan Seorang Veteran Perang Irak (Merdeka.com)

Pria yang diduga melakukan penembakan di Gereja The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints di Grand Blanc, Michigan, pada Minggu (28/9), teridentifikasi sebagai Thomas Jacob Sanford (40), seorang veteran perang Irak.

Menurut keterangan pejabat setempat, Sanford menabrakkan truknya ke dalam gereja sebelum melepaskan tembakan dan membakar bangunan tersebut.

Ia kemudian tewas dalam baku tembak dengan polisi. Sedikitnya empat jemaat dilaporkan meninggal dunia dan delapan lainnya luka-luka dalam insiden itu.

Mengutip ABCNews, Senin (29/9), Sanford diketahui pernah bertugas di Korps Marinir Amerika Serikat selama empat tahun, dari Juni 2004 hingga Juni 2008.

Ia naik pangkat hingga sersan dan pernah menjalani satu tur tempur di Irak dalam operasi Operation Iraqi Freedom pada Agustus 2007, tiga bulan sebelum meninggalkan dinas.

Selama bertugas, Sanford berfokus pada peralatan kendaraan militer. Ia bekerja sebagai teknisi pemeriksa dan perbaikan kendaraan taktis, sekaligus operator pemulihan kendaraan lapis baja dalam mendukung misi pasukan.

Sanford terakhir bertugas di logistik tempur di Camp Lejeune, North Carolina, sebelum keluar pada Maret 2008.

Pejabat Korps Marinir menyebut catatan militernya menunjukkan penghargaan standar sesuai dengan pangkatnya saat itu.

Truk yang digunakan Sanford dalam serangan itu diketahui memiliki pelat nomor veteran perang Irak.

Sebuah foto yang diunggah ibunya di Facebook memperlihatkan Sanford berdiri di depan truk tersebut.

Sanford juga diketahui sebagai ayah dari seorang putra yang menghadapi masalah kesehatan serius sejak lahir, berdasarkan unggahan keluarga dan pihak rumah sakit.

Hingga kini, pihak berwenang belum mengungkapkan motif di balik aksi penembakan dan pembakaran gereja yang menewaskan empat orang tersebut.

Rekomendasi