Operasi distribusi bantuan kemanusiaan dari Amerika Serikat dan Israel di Jalur Gaza melalui organisasi “Gaza Humanitarian Fondation” berubah menjadi kekacauan pada Selasa (27/5/2025). Kegiatan yang semula bertujuan meringankan krisis kemanusiaan ini berujung insiden berdarah di tengah antrean warga yang kelaparan dan kelelahan yang dipicu tembakan brutal Israel.
Kerusuhan terjadi saat ribuan warga Gaza bergegas mengantre di luar fasilitas distribusi bantuan. Suasana menjadi tegang ketika terdengar tembakan di sekitar lokasi.
Militer Israel membantah keterlibatan dalam penembakan langsung terhadap kerumunan. Sementara, laporan Associated Press menyebut bahwa tembakan peringatan berasal dari tentara bayaran asal AS yang bertugas mengamankan lokasi distribusi.
Meski semula tidak ada laporan resmi mengenai korban, sejumlah media Arab melaporkan bahwa insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya 3 orang tewas dan 46 lainnya luka-luka, sebagian besar akibat tembakan saat mencoba mendapatkan paket makanan.
Kejadian ini menambah kontroversi terhadap metode penyaluran bantuan yang dilakukan Israel kepada warga Jalur Gaza, serta memicu kecaman dari berbagai organisasi kemanusiaan yang menyerukan transparansi dan perlindungan terhadap warga sipil.
Advertisement
Antrean Pembagian Bantuan di Jalur Gaza Ricuh Dipicu Tembakan Brutal Israel
Sejumlah pengungsi Palestina membawa paket bantuan makanan dari yayasan yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) di Rafah, Jalur Gaza, pada Selasa (27/5/2025). Kegiatan yang semula bertujuan meringankan krisis kemanusiaan ini berujung insiden berdarah dipicu tembakan brutal Israel. (AFP)
Sejumlah pengungsi Palestina membawa paket bantuan makanan dari yayasan yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) di Rafah, Jalur Gaza, pada Selasa (27/5/2025). Kegiatan yang semula bertujuan meringankan krisis kemanusiaan ini berujung insiden berdarah dipicu tembakan brutal Israel. (AFP)
Sejumlah pengungsi Palestina membawa paket bantuan makanan dari yayasan yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) di Rafah, Jalur Gaza, pada Selasa (27/5/2025). Kegiatan yang semula bertujuan meringankan krisis kemanusiaan ini berujung insiden berdarah dipicu tembakan brutal Israel. (AFP)
Advertisement
Sejumlah pengungsi Palestina membawa paket bantuan makanan dari yayasan yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) di Rafah, Jalur Gaza, pada Selasa (27/5/2025). Kegiatan yang semula bertujuan meringankan krisis kemanusiaan ini berujung insiden berdarah dipicu tembakan brutal Israel. (AFP)
Pengungsi Palestina membawa paket bantuan makanan dari yayasan yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) di Rafah, Jalur Gaza, pada Selasa (27/5/2025). Kegiatan yang semula bertujuan meringankan krisis kemanusiaan ini berujung insiden berdarah dipicu tembakan brutal Israel. (AFP)
Pengungsi Palestina membawa paket bantuan makanan dari yayasan yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) di Rafah, Jalur Gaza, pada Selasa (27/5/2025). Kegiatan yang semula bertujuan meringankan krisis kemanusiaan ini berujung insiden berdarah dipicu tembakan brutal Israel. (AFP)
Advertisement
Pengungsi Palestina membawa paket bantuan makanan dari yayasan yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) di Rafah, Jalur Gaza, pada Selasa (27/5/2025). Kegiatan yang semula bertujuan meringankan krisis kemanusiaan ini berujung insiden berdarah dipicu tembakan brutal Israel. (AFP)