FOTO: Antrean Pembagian Bantuan di Jalur Gaza Ricuh Dipicu Tembakan Brutal Israel, 3 Tewas dan 46 Terluka

Laporan Associated Press menyebut bahwa tembakan peringatan berasal dari tentara bayaran asal AS yang bertugas mengamankan lokasi distribusi.

Helmi Fithriansyah
Oleh Helmi Fithriansyah - Reporter
FOTO: Antrean Pembagian Bantuan di Jalur Gaza Ricuh Dipicu Tembakan Brutal Israel, 3 Tewas dan 46 Terluka
Para pengungsi Palestina membawa paket bantuan makanan dari yayasan yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) yang berjanji untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan di Rafah Barat, Jalur Gaza (© 2025 Liputan6.com)

Operasi distribusi bantuan kemanusiaan dari Amerika Serikat dan Israel di Jalur Gaza melalui organisasi “Gaza Humanitarian Fondation” berubah menjadi kekacauan pada Selasa (27/5/2025). Kegiatan yang semula bertujuan meringankan krisis kemanusiaan ini berujung insiden berdarah di tengah antrean warga yang kelaparan dan kelelahan yang dipicu tembakan brutal Israel.

Kerusuhan terjadi saat ribuan warga Gaza bergegas mengantre di luar fasilitas distribusi bantuan. Suasana menjadi tegang ketika terdengar tembakan di sekitar lokasi.

Militer Israel membantah keterlibatan dalam penembakan langsung terhadap kerumunan. Sementara, laporan Associated Press menyebut bahwa tembakan peringatan berasal dari tentara bayaran asal AS yang bertugas mengamankan lokasi distribusi.

Meski semula tidak ada laporan resmi mengenai korban, sejumlah media Arab melaporkan bahwa insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya 3 orang tewas dan 46 lainnya luka-luka, sebagian besar akibat tembakan saat mencoba mendapatkan paket makanan.

Kejadian ini menambah kontroversi terhadap metode penyaluran bantuan yang dilakukan Israel kepada warga Jalur Gaza, serta memicu kecaman dari berbagai organisasi kemanusiaan yang menyerukan transparansi dan perlindungan terhadap warga sipil.

Antrean Pembagian Bantuan di Jalur Gaza Ricuh Dipicu Tembakan Brutal Israel

Tembakan Israel Picu Kericuhan saat Warga Gaza Serbu Pusat Bantuan Kemanusiaan
Para pengungsi Palestina membawa paket bantuan makanan dari yayasan yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) yang berjanji untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan di Rafah Barat, Jalur Gaza selatan, 27 Mei 2025. (Foto oleh AFP) © 2025 Liputan6.com

Sejumlah pengungsi Palestina membawa paket bantuan makanan dari yayasan yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) di Rafah, Jalur Gaza, pada Selasa (27/5/2025). Kegiatan yang semula bertujuan meringankan krisis kemanusiaan ini berujung insiden berdarah dipicu tembakan brutal Israel. (AFP)

Tembakan Israel Picu Kericuhan saat Warga Gaza Serbu Pusat Bantuan Kemanusiaan
Ribuan warga Palestina menyerbu sebuah pusat distribusi bantuan baru yang dikelola sebuah kelompok yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) di Gaza selatan pada tanggal 27 Mei 2025. (Foto oleh AFP) © 2025 Liputan6.com

Sejumlah pengungsi Palestina membawa paket bantuan makanan dari yayasan yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) di Rafah, Jalur Gaza, pada Selasa (27/5/2025). Kegiatan yang semula bertujuan meringankan krisis kemanusiaan ini berujung insiden berdarah dipicu tembakan brutal Israel. (AFP)

Tembakan Israel Picu Kericuhan saat Warga Gaza Serbu Pusat Bantuan Kemanusiaan
Kericuhan sempat terjadi ketika Israel menerapkan sistem distribusi bantuan yang baru. (Foto oleh AFP) © 2025 Liputan6.com

Sejumlah pengungsi Palestina membawa paket bantuan makanan dari yayasan yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) di Rafah, Jalur Gaza, pada Selasa (27/5/2025). Kegiatan yang semula bertujuan meringankan krisis kemanusiaan ini berujung insiden berdarah dipicu tembakan brutal Israel. (AFP)

Tembakan Israel Picu Kericuhan saat Warga Gaza Serbu Pusat Bantuan Kemanusiaan
Kericuhan terjadi saat warga Palestina menyerbu pusat distribusi makanan dengan menerobos pagar pembatas. Pasukan Israel di berada di dekat lokasi distribusi makanan melepaskan tembakan peringatan untuk menghentikan penyerbuan. Situasi inilah yang kemudian memicu kepanikan dan kekacauan. (Foto oleh AFP) © 2025 Liputan6.com

Sejumlah pengungsi Palestina membawa paket bantuan makanan dari yayasan yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) di Rafah, Jalur Gaza, pada Selasa (27/5/2025). Kegiatan yang semula bertujuan meringankan krisis kemanusiaan ini berujung insiden berdarah dipicu tembakan brutal Israel. (AFP)

Tembakan Israel Picu Kericuhan saat Warga Gaza Serbu Pusat Bantuan Kemanusiaan
Diketahui, pusat distribusi bantuan di luar kota paling selatan Gaza, Rafah---yang berada di bawah kendali penuh miiter Israel---telah dibuka sehari sebelumnya oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), yang telah dijadwalkan oleh Israel untuk mengambil alih operasi bantuan. (Foto oleh AFP) © 2025 Liputan6.com

Pengungsi Palestina membawa paket bantuan makanan dari yayasan yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) di Rafah, Jalur Gaza, pada Selasa (27/5/2025). Kegiatan yang semula bertujuan meringankan krisis kemanusiaan ini berujung insiden berdarah dipicu tembakan brutal Israel. (AFP)

Tembakan Israel Picu Kericuhan saat Warga Gaza Serbu Pusat Bantuan Kemanusiaan
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan sejumlah organisasi kemanusiaan menyatakan penolakan dengan mengatakan bahwa sistem tersebut tidak akan dapat memenuhi kebutuhan 2,3 juta penduduk Gaza. (Foto oleh AFP) © 2025 Liputan6.com

Pengungsi Palestina membawa paket bantuan makanan dari yayasan yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) di Rafah, Jalur Gaza, pada Selasa (27/5/2025). Kegiatan yang semula bertujuan meringankan krisis kemanusiaan ini berujung insiden berdarah dipicu tembakan brutal Israel. (AFP)

Tembakan Israel Picu Kericuhan saat Warga Gaza Serbu Pusat Bantuan Kemanusiaan
Sistem tersebut memungkinkan Israel menggunakan makanan sebagai senjata untuk mengendalikan populasi di Gaza. (Foto oleh AFP) © 2025 Liputan6.com

Pengungsi Palestina membawa paket bantuan makanan dari yayasan yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) di Rafah, Jalur Gaza, pada Selasa (27/5/2025). Kegiatan yang semula bertujuan meringankan krisis kemanusiaan ini berujung insiden berdarah dipicu tembakan brutal Israel. (AFP)

Rekomendasi