Pemadaman listrik besar-besaran melanda Spanyol dan Portugal pada Senin (28/4), sekitar pukul 12.30 waktu setempat. Kejadian ini menyebabkan kekacauan di berbagai sektor, mulai dari transportasi umum hingga layanan perbankan.
Jutaan warga terdampak, dengan banyak yang terjebak di lift dan kereta bawah tanah. Bandara-bandara utama juga mengalami pembatalan dan penundaan penerbangan.
Penyebab pasti pemadaman masih diselidiki, namun beberapa teori telah diajukan, termasuk kemungkinan fenomena atmosfer langka dan kegagalan koneksi listrik dari Prancis.
Peristiwa ini mengakibatkan gangguan signifikan di berbagai wilayah Spanyol dan Portugal. Kereta bawah tanah, kereta api, dan lampu lalu lintas mati, sementara ATM juga tidak berfungsi. Di Madrid dan kota-kota lain, kepanikan warga terlihat dengan banyaknya penarikan uang tunai dari bank. Dampaknya meluas hingga ke wilayah barat daya Prancis dan Maroko, dengan gangguan layanan internet dan sistem check-in bandara di Maroko.
Pemerintah Spanyol dan Portugal segera menyatakan keadaan darurat dan mengerahkan semua sumber daya untuk memulihkan pasokan listrik.
PM Spanyol, Pedro Sanchez menyampaikan, semua kemungkinan penyebab sedang dianalisis dan mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak akurat. Ia mengungkapkan sekitar 15 gigawatt listrik, lebih dari setengah konsumsi nasional saat itu, "tiba-tiba hilang" hanya dalam lima detik.
Kepala Operasi Sistem dari operator jaringan listrik Spanyol (REE), Eduardo Prieto, menjelaskan hilangnya daya ini melebihi kapasitas sistem Eropa dan menyebabkan pemutusan jaringan antara Spanyol dan Prancis, yang kemudian memicu runtuhnya sistem kelistrikan nasional.
Advertisement
Listrik Kembali Nyala
Pada Selasa, 29 April 2025, listrik telah berangsur pulih di kedua negara. Di Spanyol, sekitar 87 persen jaringan listrik telah pulih, sementara di Portugal, sebagian besar gardu induk telah beroperasi kembali.
Namun, pemulihan penuh diperkirakan masih membutuhkan waktu. PM Sanchez memperingatkan sebagian pekerja mungkin harus tetap di rumah pada Selasa. Sementara itu, PM Portugal, Luis Montenegro, menyatakan listrik di Portugal akan kembali "dalam hitungan jam".
Pemerintah Spanyol terus berupaya mempercepat proses pemulihan. Teknisi dan petugas terkait bekerja keras memperbaiki kerusakan dan memastikan pasokan listrik kembali normal. Laporan dari koresponden RIA Novosti di Madrid mengindikasikan bahwa pasokan listrik di ibu kota Spanyol tersebut hampir sepenuhnya pulih. Upaya pemulihan terkonsentrasi di daerah-daerah yang paling terdampak, dengan prioritas diberikan kepada pusat-pusat kota utama.
Meskipun listrik berangsur pulih, penyelidikan penyebab pasti pemadaman masih terus dilakukan. Berbagai rumor, termasuk dugaan serangan siber, beredar luas. REE sejauh ini belum dapat mengidentifikasi penyebab pasti hilangnya daya tersebut. PM Montenegro menyatakan bahwa sumber gangguan "kemungkinan berasal dari Spanyol".