Serangan udara Israel kemarin sedikitnya membakar hidup-hidup 10 warga Palestina di Gaza yang tinggal di tenda-tenda pengungsian.
Serangan itu menargetkan tenda-tenda di daerah Al-Wawasi, sebelah barat Khan Younis. Tenda tersebut merupakan tempat bagi ratusan warga sipil yang mencari perlindungan atas genosida Israel yang sedang berlangsung.
Saksi dari kejadian tersebut menggambarkan pemandangan “mengerikan,” dengan mayat-mayat yang masih mengeluarkan asap saat mereka tiba di rumah sakit.
Menurut laporan setempat, sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak. Serangan itu membakar beberapa tenda, menjebak pengungsi di dalamnya dan membuat mereka tidak punya kesempatan untuk melarikan diri.
Advertisement
Tidak dapat dikenali
Dilansir Quds News Network, Rabu (16/4), sebagian besar jenazah korban tidak dapat dikenali. Mereka dibawa ke rumah sakit dan petugas medis menyatakan parahnya luka bakar membuat “mayat-mayat yang hangus masih mengeluarkan asap” saat mereka tiba.
Hanya satu orang yang dapat diidentifikasi identitasnya. Jenazah tersebut adalah seorang pemuda berusia 24 tahun. Korban yang lainnya belum bisa diidentifikasi karena terbakar terlalu parah.
Sejak bulan lalu, Israel meningkatkan serangannya di seluruh wilayah Gaza hingga ribuan warga sipil Palestina tewas dan terluka.
Pejabat Israel dan Amerika menganggap serangan Israel terhadap warga sipil sebagai cara untuk menekan Hamas agar menerima kesepakatan gencatan senjata baru, Namun, persyaratan terbaru tidak menjamin Israel akan mengakhiri genosida atau menarik pasukannya dari Gaza.
Bulan lalu, lebih dari 1.600 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel. Sementara itu, lebih dari 4.300 lainnya terluka, menurut Kementrian Kesehatan Gaza.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey